couple

[Review-Film] Barcelona: A Love Untold (2016)

2:12 PM

Ciyeeee, rajin menulis! Segabut itu ternyata masuk di hari cuti bersama :)))

Ada banyak film Filipin yang gue tonton sih sebenernya di beberapa bulan terakhir. Setelah sebelumnya sempat vakum dengan dunia per-Tagalog-an karena lagi serius banget balik ke Duolingo untuk mempelajari bahasa Perancis, akhirnya gue balik lagi nonton film Filipin sekitar 3 bulan yang lalu kayaknya, itu pun karna butuh film ringan yang lucu dan romantis, tapi gak alay. Dan, pilihannya jelas Filipin.

Mungkin, juga karena ada 2 serial Filipina yang lagi diputer di salah satu TV Swasta sih. Yang satu Pangako Sayo, dengan teen couple nya Kathryn Bernardo dan Daniel Padilla; dan On The Wings of Love dengan James Reid dan Nadine Lustre. Sebelum nonton itu, gue lagi rajin banget dengerin James Reid di Spotify. Dan kemudian, puncaknya, bahkan belajar Tagalog di memrise, the app to learn language.

Yep, segitu obsesinya :p Tapi, belakangan sudah biasa saja. Memrise juga belajar Tagalognya dikit banget. Dan abis beres 1 course yang Basic Tagalog, gue malah sudah males. Serialnya juga sudah gak rajin ikutin lagi tiap malem. Soalnya, kalo di dubbing ke bahasa Indonesia, somehow gue ngerasa aneh saja gitu. Kalo nonton yang cheesy pakai bahasa Tagalog, terus di subtitle english, gue masih suka, bahkan kadang klepek-klepek. Tapi giliran di-dubbing bahasa Indonesia, kenapa jadi kayak alay ya?

Biarlah. Biarlah serial dubbing-an dan nadanya yang suka ganggu itu. Mari kita kembali ke topik pembahasan. Review film.



Title: Barcelona, A Love Untold
Country/Language: Philippine/ Tagalog
Genre: Drama, Romance
IMDb rating 6,3


Sebelum gue beneran nge-review, ijinkan gue membuka tulisan ini dengan GUE SUNGGUH IRI MEREKA KE BARCELONA! Jadi, kan sebenernya tulisan gue kapan dulu yang soal beliebers, itu karena gue mau ikut lomba nonton Purpose World Tour kan, dan salah satunya, ada Barcelona. Pas film ini keluar, itu itu gue sudah kebayang Barcelona bla bla bla. Dan terus gue gak menang kan. Dan terus gue nonton film ini beberapa bulan kemudian, ngeliatin Barcelona dan isi-isinya, dan gue BAPER BANGET ANJER. Baper kepikiran harusnya gue bisa liat itu beneran, dengan mata kepala gue sendiri.
Tapi yaudah lah. Belum rejeki juga.

Anyway, jadi, ceritanya itu soal Ely (Daniel Padilla) yang ada di Barcelona untuk kuliah. Doi kuliah Arsitektur, S2, dan sambil kerja juga di Barcelona, karena yah, dia disana juga dibiayain sama orang tua mendiang pacarnya, yang sudah meninggal, tapi memang sebaik itu sama keluarga Ely. Suatu hari, dia ketemu Mia (Kathryn Bernardo) di dalam kereta. Mia adalah seorang anak yang ke Barcelona karena dia mau mulai a fresh start. Dia beberapa kali punya masalah di hidupnya di Filipin, dan kemudian memutuskan untuk ke Barcelona, ngaku ke orang tua nya kalau dia mau lanjutin sekolah di Barcelona, kehidupannya baik-baik saja, dan segala macemnya. Simply, mau nunjukin ke orang tuanya, khususnya bokapnya, bahwa, dia sebenernya sudah hidup lebih baik, matang, dan settle di negara orang. Which, actually, it's all fake.

Masalahnya adalah, Mia looks exactly like Ely's late girlfriend. Bener-bener mirip, kecuali di tahi lalat Celine, pacar Ely yang sudah meninggal itu. Mia juga bener-bener messed up karena dia diusir dari penginapannya, karena orang Filipin tempat dia biasa bareng, takut kena deportasi. Sebenernya di kereta, Ely ngejar-ngejar Mia, dan bahkan mereka sempat ketemu lagi di La Sagrada Familia. Tapi terus Mia kabur, karena Ely kayak weirdo gitu. Pas kemudian Mia sudah ga punya tumpangan, dia nelpon seseorang yang disarankan temannya itu, dan mereka ketemu di restoran tempat Ely kerja. Which turns out, yang ditelpon Mia itu punya pacar, dan cuma mau nidurin Mia doang, dan akhirnya digagalkan sama Ely.

Dan kemudian Mia numpang di tempat Ely. Dan kemudian Ely bantuin Mia cari kerja. Dan kemudian mereka makin deket. Dan kemudian mereka jadi tau rahasia dan cerita masing-masing. Dan kemudian mereka sampai di ambang masalah, dengan orang tua Celine yang sakit hati dan marah karena Ely "selingkuh" dengan cewek lain yang mirip Celine, dan orang tua Mia yang minta dia pulang saja, dan tau dia "nowhere near 'completely fine" di Barcelona.

Now that Mia go back to Manila, bagaimana dia bakal bisa ketemu Ely? Iya, iya, dia pasti sama Ely endingnya hehehe. Kan, namanya juga happy ending romance, no?

Untuk yang ini, gatau kenapa, kemaren gue gabisa download. Mungkin karna openload gue sudah di block di kantor, karna gue kebanyakan download :p Tapi, kalo masih mau coba download, bisa klik disini, atau nonton streaming saja dengan klik disini.

Of course, of course, gue ga akan lupa naro trailer nya, untuk kalian bisa menilai dulu film nya bagaimana.




Sudah, segitu saja ya. Ngeliat trailernya, bikin inget lagi sama things about teen couple in Filipin, bikin inget lagi sama research awal tahun soal itu, dan wattpad, dan naskah yang belum beres-beres, dll dst dsb. Ditonton saja dulu film nya, karna beda banget sama Yna dan Angelo di Pangako Sa'yo.



December 26th, 14:11

Cheers !
RAP

Coco Martin

[Review-Film] You're My Boss (2015)

4:48 PM

Sengaja nge-post ini dikasi space 1 hari, Sengaja nunggu biar harinya udah berganti. Sengaja gak langsung post juga padahal udah beres nonton film nya dari jam 10an kemaren malem, dan kalau mau langsung review juga sebenernya sempet.
Sengaja biar gak keliatan banget penganggurannya lol.

Anyway, gue (kayaknya) bakal post 2 review kali ini (semoga gak keburu males atau ngantuk). Sebenernya tadinya emang udah pengen nulis review Crazy Beautiful You (will be posted above), cuma pulang dari nongkrong (sok) tajir seharian tadi di jam 7an, mendadak ngantuk, jadi mesti diasup film dulu. Dan well oh well sih, beneran jadi terang benderang langsung mata.
Thanks to kang mas Coco Martin.
Nikahi aku, Maaas, aku relaaaaaaa *insert adegan nangis terisa-isak ala sinetron 90an here*

Anyway, shall we start?

--




Title: You're My Boss
Country/Language: Philippine/ Tagalog
Genre: Drama, Romance, Comedy
IMDb rating 6,7

Ceritanya tentang Pong (Coco Martin), asisten executive di sebuah perusahaan airline, dan Georgina (Toni Gonzaga), asisten Vice President of Marketing division di perusahaan airline tersebut. Georgina itu tipikal cewek yang pekerja keras dan juga cukup songong, yeah well, tipikal bos-bos lah. Sementara Pong adalah pemuda polos yang suka sama pekerjaannya dan selalu berusaha untuk jujur, tapi juga agak jahil.
Ceritanya dimulai dengan Georgina yang masih belum bisa move on dari mantannya, yang kini sudah punya pacar baru. Dia sampe kantor dan masuk lift, sementara Pong dengan banyak banget barang, ikutan masuk, tapi Georgina ga mau nekan tombol lift, padahal Pong nya juga ribet.

Jadi, bos Georgina mau pergi selama 2 bulan, dan selama itu juga, Georgina bakal jadi pengganti buat ngurusin semuanya, termasuk project yang baru mau mereka eksekusi, yaitu deal dengan perusahaan penerbangan Jepang. Selama pergi, bos nya mau Georgina bisa bekerja dengan Pong, karena Pong udah lama ikut dia, dan ngerti semua jadwal dan prosedur.
Harusnya sih gampang, tapi masalahnya, waktu Georgina ketemu sama direktur perusahaan Jepang itu, dia ga mau ngomong sama asistan. Dan Pong masuk ke ruangan, dan well, Georgina bilang kalau Pong adalah bos nya, cuma biar deal nya gak dilepas gitu aja.

Trus kebohongan mereka pun dimulai. Pong yang sempet kesel karena Georgina bilang dia bodoh, dan sempat ga mau melanjutkan kebohongan mereka, akhirnya setuju buat ngelaksanain itu, dengan syarat, Georgina yang sekarang jadi asistennya. Bagian sini banyak lucunya, soalnya ya gitu, Pong nya emang jahil. Dia bahkan sampe bawa Georgina ke pasar, dan maksa Georgina pake baju-baju pasar, padahal biasanya dia belanja di toko bermerk.
Belum lagi pas mereka diajak main golf sama direktur Jepang itu, sementara Pong gabisa main golf sama sekali. Pas mereka ke lapangan golf dan ujan, Pong ngajakin main basket, dan lo bayangin aja direktur minum air dari plastik bening, dan itu 1 plastik buat 3 orang. ewh!


Pas mau beres, direktur Jepang minta satu hal lagi. Menurutnya, menjual destinasi wisata yang emang udah terkenal di Filipina, jelas gampang dan ga ada tantangannya, jadi dia ga setuju sama list yang diajukan Georgina. Pong kemudian mengajukan Batanes, termasuk kampung halamannya sendiri, Sabtang, yang masih bagian dari Batanes. And here was the magic stayed.

Di Batanes dan Sabtang, ada 1 cofee shop yang pake sistem honesty, yaitu semua dengan sistem kejujuran lo aja. Selalu kebuka, semuanya ada di dalam, dan lo juga melakukan pembayaran sendiri, dengan kesadaran sendiri. Belum lagi cerita Pong dan Georgina soal masa lalu dan hidup mereka, yang bikin jadi agak termehek-mehek tapi juga belingsatan karena banyak edisi romantisnya.
Oh iya, ROMANTIS. Sumpah, mungkin karena gue nontonnya malem-malem sih, tapi karena genre nya komedi, banyak hal lucu yang kalo gue inget sekarang, agak najis juga reaksi gue kemaren lol. Selain itu, banyak kayak quote quote yang bisa banget dikutip, yang mereka ucapin atau ketik pas lagi sms-an gitu.

Still get Batanes hangover. Enjoy!




Anyway, in the end, mantan yang susah dilupakan itu tiba-tiba dateng lagi gitu deh, akhirnya membalas pesan pesan Georgina yang selama ini cuma sampe 'seen' doang, dan well, little drama happen. Tapi ya everyone loves happy ending, right?
And here's the trailer:



Dah ah, mau galauin deq juz10 dulu nih sambil fokus ngurus event. Kalau mau download, cus langsung klik disini. Oh iya, kalau download film dari link yg gue kasi, klik bagian download, dan kalo popped up link, close aja. Klik lagi bagian download pokoknya sampe ke download, pop up tab nya close aja langsung. Biasanya 2 atau 3 kali klik download baru ke-download.
Happy watching!

February 9th, 16:46

Cheers !
RAP

free download

[Review-Film] The Breakup Playlist (2015)

5:06 PM

Ciyeeeeh rajiiiin. Baru kemarin nulis post di blog trus sekarang nulis lagi ciyeeeeh. Pengangguran much, eh?

Gue sudah menerima kok kalau gue pengangguran. Dan gue juga udah punya plan kayak pengen seharian ngelakuin hal yang cuma bisa dilakukan sama pengangguran. No, bukan bangun siang. Itu udah gue nikmatin selama seminggu kemaren. Kali ini, gue bakal jalan-jalan random sendirian ke tempat-tempat yang selama ini belum pernah gue kunjungin walaupun gue udah 4 tahun di Jakarta. Dan, itu nanti mungkin bakal gue tuangkan dalam blog. Next on the list gue, adalah mungkin olahraga rutin. But, that will be super hard to do, so yeah, no rush for that lol,

Anyway, mari kita langsung ke poin utama kenapa kita nulis. Yeah right, review film. And yeah right, masih film Filipina.

--


Title: The Breakup Playlist
Country/Language: Philippine/ Tagalog
Genre: Drama, Romance, Comedy
IMDb rating 7,5

It's finally have a good rating, yeaaaaayyy!

Ceritanya tentang kisah cinta antara Trixie David (Sarah Geronimo) dan Gino Avila (Piolo Pascual) yang cukup drama. Jadi Gino ini adalah vokalis sebuah band yang awalnya juga band kecil, tapi kemudian dia pengen bikin band sendiri. Pas dia jadi juri ajang pencarian bakat kecil-kecilan, dia ketemu Trixie dan suka sama suara Trixie, trus ngajak Trixie join band nya.
Di sisi lain, Trixie adalah mahasiswi fakultas hukum yang masuk ke fakultas itu karena keinginan orang tuanya. Dia sebenernya emang suka nyanyi, tapi keluarganya ga suka, dan nyokapnya udah punya rencana soal dia bakal jadi jaksa trus dia bisa bakal bawa nama keluarga and so on and so on. Turns out dulu nyokapnya gabisa kuliah, dan fakultas hukum sebenernya adalah passion nyokapnya yang akhirnya dia jalani.



Akhirnya mereka putus, karena beberapa hal. Termasuk Gino yang mulai merasa tersaingi sama Trixie, padahal menurut Gino, he's the one who brought her to this kind of world. Padahal Trixie udah kabur dari rumah karena pengen fokus di nyanyi dan berantem sama orang tuanya. Karena putus, Trixie balik ke rumahnya dan kayak nyesel gitu, apalagi ketika kemudian ayahnya meninggal dan dia dan ibunya harus numpang gitu di rumah keluarganya. Dan dia kerja juga cuma untuk mencukupi keluarganya, khususnya nyokapnya.

Mereka akhirnya ketemu lagi karena ada konser pasangan ter-oke masa kini gitu, yang mana this teenagers love their song very much, they want Trixie and Gino to mentor them and be there on the concert. Ya gitu deh, ketemu lagi trus ada drama. Trixie yang benci banget sama Gino, dan Gino yang jelas-jelas nyesel banget dulu nyia-nyiain hubungannya dengan Trixie.

Yang gue suka dari film ini adalah ceritanya yang lumayan unik karena dibikin dengan plot maju mundur. Dan yang bikin lebih lucu adalah, tiap potongan itu diawali dengan nomor dan judul track, yang bakal sesuai dengan bagian itu, kayak pertama tentang gimana ketemu, trus pertengkaran, trus masalah, gitu-gitu deh.
Selain itu, disni romantisnya juga dapet, dan mereka cute banget. Kayak small gesture means alot tuh ada banyak di film ini. Ditambah, ya Tuhan Yesus yang baik, Piolo Pascual maaaaaaaaaaak, bikin khilaf. Gue dengan ini menyatakan, cinta gue ke Coco Martin kini tlah terbagi dua dengan Piolo Pascual. Maafkan aku Mas Coco.


Dan kalau lo mau download, tenang aja, udah ada subtitle English nya kok. Go dan klik disini dan lo bisa langsung nunggu supaya ke download. Jangan nonton kalo lagi kangen mantan atau misalnya cuaca ujan or mendung dan gampang bikin baper. Yaaah kecuali lo mau gelinjang gajelas mulai pengen sender senderan padahal ga punya pacar lol.


February 7th, 17:07
Cheers !

RAP

free download

[Review-Film] Etiquette For Mistresses (2015)

12:53 AM

I def gonna write a lot of Pinoy movie review, I mean like A LOT. That's, of course, if I don't get interrupted by, i don't know, my high level of procrastinator soul; or me forgot the story cause I watched way too long ago; or I suddenly don't think it's worth a review; or I got asleep; or the stupid wifi connection gets into my nerve.
But we'll see.

This is the first review because I watched it recently, super recently, which is, yesterday. And don't worry, the review will be in Bahasa. I'm just trying to look uber cool here lol.

--


Title: Etiquette for Mistresses
Country/Language: Philippine/ Tagalog
Genre: Drama, Romance
IMDb rating 5,7

Seperti yang udah pernah kita bahas, untuk film Phillipine, rating gak bakal tinggi-tinggi banget di IMDb, karena yeah well, Asia. Udah pernah dijelasin di post sebelum ini kalo gak salah, so, don't bother.

Anyway, seperti judulnya, ceritanya adalah tentang Mistresses atau mungkin dalam bahasa Indonesia, 'simpanan'. And yes, it seriously about it. Dan, namanya simpanan, ya jelas yang punya juga tipe-tipe yang bisa dan yang mampu biayain, so yeah, bakalan banyak bling and jewelry and branded stuff, and all those thing you can only dream of having it.

Ada 4 orang awalnya. Chloe, kerja di bidang media semacam agensi,  simpenan politisi bernama Gabriel, yang sudah punya istri dan anak, dan akhirnya punya simpenan baru yang lebih muda; Georgia, chef ternama dengan restoran yang menjual makanan Filipin edisi fancy, simpenan yang paling ngerti tempat dan statusnya, dan super old fashion; Stella, lawyer handal tapi sebenernya simpenan TV Personality terkenal, yang akhirnya memang lebih memilih Stella daripada keluarganya; dan Charley, yang paling super tajir dari yang lainnya, dengan anak-anak di luar negeri, dan tiap belanja bawa pembantu segambreng buat bawain belanjannya, tapi juga paling royal sama semua pembantunya.
Selanjutnya, muncul satu orang lagi, yang awalnya diminta Rob, partner-nya Georgia, supaya bisa diurus olehnya. Kalau kata Stella sih "diajar jadi mistress yang baik".
Yeah right, what the hell.



Anak baru ini namanya Ina, dia adalah simpanan dari Frank Ayson, suami dari politisi wanita ternama, yang sebenarnya merasa kalau dia hanya bayangan, dan semua orang rooting for his wife. Dia hanya pemandu sorak yang berstatus suami. Kasihan sih emang.

Ina, as the youngest dan juga aling baru, bener-bener belajar gimana mesti jadi simpanan yang baik. Ada banyak rule dan juga pelajaran yang harus Ina pahami, and as impossible as it sounds, banyak pengajaran yang dikasi dari film ini sih.

Ini gue kutip dari lama wikipedia soal masing-masing karakter:

  • Kris Aquino as Georgia Torres-The oldest among the mistresses, A chef and successful owner of a high class restaurant. She is the most proper and well mannered among the group who teaches them with the rules she kept.[9]
  • Kim Chiu as Ina Del Prado-a Cebuana lounge singer who fell in love with the rich politician Frank Ayson. She left her life at Cebu in exchange of living together with Frank but ended up stuck in the condo unit bought for her by Frank. She is the youngest among the mistresses.[10]
  • Claudine Barretto as Chloe Zamora-The most fearless and reckless mistress. Chloe is taking risk to meet her lover even the wife is the same place. She is the rule breaker among the group.[11]
  • Iza Calzado as Stella Garcia-A strong lawyer and mistress of the broadcaster Ambet Villoria. She believes in true love and happy ending on mistresses.
  • Cheena Crab as Charley Mariquit-The richest mistress among the group who treats her friends with leisures. She is cheerful and generous and mother of two kids.

Yang gue suka dari film ini, adalah pas bagian Rule nya, dibikin lucu gitu untuk editannya. Trus, karena mereka juga belanjanya gila-gilaan, jadi bisa liat insight the life of rich bitjes out there lol. Selain itu, ya kayak gue bilang, tetap ada pembelajarannya sih.

Almost forgot to put the trailer!


Gue nonton ini subuh-subuh sih, selesainya sekitar jam setengah 5 pagi kalo gak salah. Dan yes, tenang aja, lo bakal dapet link download nya kok. Langsung aja klik disini, and yes, udah termasuk subtitle bahasa Inggris :)


February 6th, 00:50
Cheers !

RAP

couple

New Year, Old Habit [+ Movie(s) Review]

9:27 PM

[Post ini udah gue ketik dari tanggal 3 Januari subuh, gak lama setelah post di bawah. Kita lihat tanggal berapa gue akan mem-post ini nanti, untuk membuktikan separah apa jiwa procrastinator gue]


I hesitate to post it at first, for real.

Tadinya gue pikir, mending gue nge-post review film aja, karena kemaren gue marathon 2 film Filipin. Tapi trus gue pikir gue bakal bikin 2 review aja dalam 1 post, karena kayaknya gue juga ga bakal bisa review banyak, soalnya yaaah, gitu deh. Tapi trus gue pikir lagi, sekalian aja gue kaitkan dengan segala kebiasaan lama gue, mengingat juga, gue kalo nge post emang suka lari-lari kan pembicaraannya?
Jadi yes, gue bakal tetep post soal review film. Yes, gue juga bakal tetep kali link nya biar lo bisa download. No, ini gak bakal full review movie post, tapi mungkin banyakan gue curhat.

But, why don't we start with the movie review first? Ini review film Filipina, keduanya masih film bergenre teen fiction yang ada romance-romance nya gitu, an keduanya dimainkan oleh pasangan muda Filipina terfamous kedua setelah KathNiel (Katherine dan Daniel Padilla) yaitu James Reid dan Nadine Lustre, dengan nama couple JaDine. Boy oh boy, this has something to do with this post, you will understand later, kok.

Anyway, udah lumayan lama ya ga nulis review dan nonton Pinoy movie :( Last time itu nonton Tadhana dan itu udah Mei tahun kemaren, astagaaaaa

--


Title: Para Sa Hopeless Romantic
Country/Language: Philippine/ Tagalog
Genre: Drama, Romance, Comedy
IMDb rating 6,4

Sebelum kita komentarin rating yang kecil, let me tell you something. Untuk film-film Asia macam Filipina atau Thailand, biasanya di IMDb sih emang kecil-kecil, walaupun sebenernya bagus. Mungkin ini efek Asia nya sih, jadi yang nonton pun ga banyak yang punya IMDb. Padahal kalau kalian googling, film Filipina itu di negaranya kayak super laku, kadang box office nasional gitu, penjualan film nya di minggu pertama atau kedua langsung pecah, dll.

Anyway, let's talk about the movie. Jadi film ini bercerita tentang seorang cewek bernama Rebecca yang putus sama pacarnya waktu SMA, Nikko, tapi sampe kuliah kayak susah move on. Rebecca nulis novel yang masih gantung, dan bingung mau lanjutin ceritanya. Dia selalu bikin ending sedih, kayak cowoknya mati lah, cowoknya ketabrak mobil lah, kisah cinta mereka gak bisa bersatu lah, pokoknya gitu. Temennya selalu komplen, redaksi kampus tempat dia nganter naskah juga ga terima, soalnya ya itu, every people like happy ending. Sedangkan Maria dan Ryan, tokoh yang ada di cerita Rebecca, terus-terusan ga pernah bahagia.

Waktu kuliah, Rebecca yang masih susah move on, tiba-tiba ga sengaja terlibat balas-balasan pesan di meja kampus sama cowok, yang, yah well, as cliche as it sounds, ya si Nikko. Rebecca gatau kalau Nikko masuk di kampus yang sama dengan dia, dan dulu alasan Nikko putus sama Rebecca adalah karena dia suka cewek lain, dan udah gak cinta Rebecca lagi. Padahal, Nikko sebenarnya harus ke Kanada karena nyokapnya minta dia pindah dan gausah tinggal di Filipina lagi.

True, this is a super simple story. True, this is definitely a teenlit kind of story. True, this is not usually thing that I will watch. But we will get to that soon, hun, very soon.

Anyway, here's the trailer


--




Title: Talk Back And You're Dead
Country/Language: Philippine/ Tagalog
Genre: Drama, Romance, Comedy, Teenager
IMDb rating 6,1

Kalau menurut lo cerita yang di atas lebih mirip FTV, you should check this first. Ini beneran macam sinetron-sinetron remaja Indonesia yang menang di geng-geng, cowok bandel tapi tajir dan pemilik sekolah sejenisnya, yang suka sama cewek cantik baik-baik kind of shit. Yeah yeah, kenapa juga gue bisa nonton film ini, sih?

Jadi ceritanya dimulai dengan Samantha di toko buku yang ngeliat temen-temennya di depan toko, yang satu marah-marah ke seorang cowok, dan bilang kalau cowok itu udaah mutusin dia dll. Samantha marah karna temennya diperlakukan kayak gitu, dan bahkan nampar cowok itu. Yang ternyata temen-temennya sebenernya lagi mau ngerjain cewek yang jalan sama cowok itu, TOP, yang anak pemilik yayasan Pendleton, sekolah khusus cowok ter gawl masa kini. TOP ini pemimpin geng yang disebut Lucky13, berandalan, dan segala macamnya. Tapi trus TOP nyari Samantha karena video dia ditampar cewek menyebar, dan yaudah, tiba-tia TOP deketin Samantha gitu gitu.

Tapi nanti mereka gabisa bersama. Udah pake kabur ke beach house segala, lari dari rumah segala, dan segala macem segala-segala lainnya yang gue tau, cuma bisa dipikirin sama remaja, ditambah di akhir ceritanya si Samantha udah dijodohin sama cowok lain, yang adalah teman terdekat TOP, trus ternyata dulu TOP sama Samantha udah kenal dari kecil, dan ya gitu-gitu deh.
Ya know, teenager thing.

Awalnya, pas gue baca sinopsis ceritanya, gue pikir film ini macam-macam Three Meters Above Heaven karna semacam mirip cerita Yang Mulia Hache aka H. Tapi pas akhirnya gue tonton, my oh my, ini beneran teenlit semacam labil-labil gajelas gitu lol. Makanya gue gabungin review di post ini, karena gue memang ga yakin bakal bikin review beneran. This is more like ranting lol.

Oh iya, tho I never read that super famous wattpad stories titled Danger, gue cuma baca 2 part, dan entah kenapa, gue ngerasa cerita ini mirip banget gitu. Mungkin ini perpaduan Danger sama 3MSC, tapi karena versi bocah, semacam geli aja jatuhnya.

Still shall put the trailer I guess, so here you go:

--

Okay, back to the deal.

Kesamaan kedua film ini adalah, believe it or not, keduanya diangkat dari cerita atau buku atau novel atau apapun lah lo menyebutnya, yang, well, wait for it, awalnya berasal dari WATTPAD!

Buat lo yang gatau, wattpad itu adalah sebuah platform tempat penulis bisa nge post cerita atau karyanya, yang bisa dibaca semua orang secara gratis. Dan penulis cerita dari kedua film di atas, emang masih remaja gitu. Quite funny is, kedua cerita itu awalnya adalah fanfiction untuk pasangan remaja paling dicintai di seluruh Filipina, yang adalah Katherine dan Daniel Padilla, tapi akhirnya pas dijadiin film, malah diperankan sama pasangan yang baru diajukan jadi pasangan remaja masa kini buat menyaingi KathNiel, yaitu JaDine.
Gila, gue ngerti banget yang begini begini ya? Gue gatau harus bangga atau sedih, karena lumayan juga pergaulan dan pengetahuan gue seluas itu, tapi ya sedih aja karna jiwa gue masih selabil itu.

Sebenernya, gue tau beginian pas riset buat naskah gue sih, dan gue sempat cukup dalam terjerumus dalam hal ini, sampe dulu sempat suka liatin Daniel Padilla, padahal doi masih bocah, dan dulu sempat jadi Justin Bieber nya Filipine gitu deh (huwek!)

Oh yeah, oh yeah, here's how the book looks like.

That's for Para Sa Hopeless Romantic, yang dibikin lebih ke Novel


 

Jadi, hubungannya dengan New Year Old Habit?

Dengan ini saya mengumumkan, saya akan kembali menulis dengan aktif, termasuk menulis fanfiction.
HOOORAAAAAAAYYYYY!!!!

Kalau kalian jeli, di sebelah kiri udah ada widget wattpad gue, yang gue sudah sematkan sejak tahun baru, ya karena abis nonton 2 film ini. Kalau lo semacam malas nyari widget nya, lo bisa langsung klik disini untuk langsung ke profile wattpad gue. 
Gue kembali rajin nyari film Filipina, yang kayaknya juga termasuk Old Habit gue yang sudah gue tinggalkan lama. Dan semoga, rajin nulis blog juga bisa jadi Old Habit yang kembali gue giatkan di tahun ini ya.

Oh iya, link nonton dan download gratis. Gue kebetulan download ini dari Torrent, which is untuk download Torrent, lo harus punya aplikasi khususnya. Tapi, kalo lo mau download, dan ini juga udah ada subtitle english nya langsung, lo bisa buka web ini.

Dah ah, gue mau lanjut nulis lagi.


January 10th, 2k16
Cheers !

RAP

Asia

[Review-Film] The Teacher's Diary

6:07 PM

PERDANA NULIS FILM THAI!

Well, sebelumnya gue rajin nulis film Filipin, atau paling 1 film Mandarin yang One Night Surprise untuk film Asia. I don't know, I just don't really have the... apa ya? Emang ga terlalu doyan film Asia sih. But well, khusus buat ini, kita kasi pengecualian deh. Sebenernya dulu pertama liat film ini di path temen, yang pengajar muda gitu, dan katanya film nya soal guru di daerah terpencil gitu deh. Trus pas di kantor bingung mau download apaan lagi gitu, daripada garing atau film random ga jelas, yaudah i download aja yang ini :p


Title: The Teacher's Diary
Country/Language: Thailand / Thai
Genre: Drama, Romance, Comedy
IMDb rating 8

Seperti yang udah gue bilang, ceritanya soal 2 guru yang kemudian ditugaskan di atas boat school atau sekolah di atas kapal gitu, di tengah danau apa laut malah mungkin. Yang cewek namanya Ann, yang cowok namanya Song. Ann ngajar disitu lebih dulu, dan pulang ke kota cuma tiap weekend, itupun kadang-kadang. Murid-muridnya cuma ada 5, dan semuanya beda kelas atau tingkatan. But she still excited for what will come. Sampe kemudian dia mengundurkan diri karena mau menikah sama pacarnya, yang adalah wakil kepala sekolah di sebuah sekolah swasta yang besar dan bagus di kota.

Menggantikan Ann, datanglah Song, yang beneran polos, dan kadang agak bego juga lol. Dia nemuin diary Ann yang ditulisin selama Ann jadi guru disitu, dan somehow, he start to fall in love with the girl who write the journal. Dia mulai nyari tau soal Ann dari murid-muridnya, trus dari kepala sekolah, yang kemudian bilang kalau dia berhenti karena dia mau nikah.
Dan Song patah hati.


Song akhirnya nyari Ann, dengan modal petunjuk kalo Ann punya tato bintang di deket tangannya. Dia ke sekolah, tapi sayangnya Ann itu udah ngapus tatonya, karna permintaan si pacarnya itu. Song makin sedih, tapi dia masih ngajarin anak-anak muridnya, sampe akhirnya, mereka harus ikut ujian akhir di kota. Akhirnya karna dirasa gak membawa perubahan, kepala sekolah ga ngelanjutin kontrak Song, dan dia berhenti. Ann, yang punya masalah di sekolah kota, dan sama pacarnya, milih buat balik lagi ke boat school, tapi Song nya udah ga ada. Dia nemuin diary nya yang lama, dan ngeliat udah ada beberapa tulisan yang ga dia kenal disana.




Ceritanya seru, dan lumayan lucu juga. Anak-anak nya juga bikin ngakak, karena polos-polos banget. Ceritanya juga ngajarin kalo masih banyak banget sekolah di daerah yang jauh banget perbedaannya dengan sekolah-sekolah di kota. Gak cuma di Thailand sih, gue yakin di Indonesia juga banyak.
Fave things from the movie, first, pastinya ya sekolah di atas laut gitu, beneran bikin envy a little. Ada ayunan di atas kapal, tiap hari bisa ngeliat matahari terbenam gitu sambil baca buku cari inspirasi, GOSH! HOW AWE THAT WOULD BE?!
Tapi selain itu, suka banget juga sama style yang jadi Ann disini. Bajunya lucu-lucu banget, udah gitu gayanya juga enak banget, super santai gitu deh pokoknya :)



Oh, and don't worry, I will give you link to download The Teacher's Diary. Kalau mau download, silahkan klik disini atau disini. Dan selamat menonton :)




A bientot!

movies-MOVE IS

[Review-Film] Headhunters

1:02 AM

You are such procrastinator! *self slap*

Tadinya gue berjanji akan nyetak kaos malam ini. Janji itu dibuat jam 9 malam, setelah selesai makan malam. The plan is was nyetak kaos, sambil ngelanjutin ngetik tesis, sambil mungkin bisa lanjutin naskah - or start a new one cause hell yeah already way too stuck with these - dan jam 1 udah bisa tidur. But well, here I am, setengah 1 pagi, dan belum ada satupun dari semua hal diatas, yang gue lakukan. Dan bahkan malah skimming nonton film cuma biar abis atau udah ngerti isinya.
Have a shame, a lil, can you bik? *self talk*

But well, why bother to regret anything? Dua film yang gue skimming nonton, Salvo, sebuah film Spanyol soal mafioso gitu deh, dan Or, film Israel dengan bahasa Prancis campur-campur gitu, rasanya ga pantas dan layak aja buat masuk blog. Both have quite good rating lho di IMDb, diatas 7 dua duanya. Well yeah, sekitar tujuh komaan sih, but I mean, at least not bad kan?

Tapi karna gue terlanjur ga ngantuk dan udah niat nyetak kaos, jadi gue pikir, mending gue nulis blog dulu. Dan kebetulan ada 1 film yang udah gue tonton dari April kemaren, sekitar akhir April sih, yang jelas sebelum Tandhana, tapi belum gue post. So yeah, why not?



Title: Headhunters
Country/Language: Norway / Norwegian
Genre: Drama, Crime, Thriller 
Length: 100 minutes
IMDb rating 7,6

I am kinda into Crime and Thriller, we can tell. Dari series yang gue ikutin, CSI all type and title, Criminal Minds and things similar, dan Pretty Little Liars to add for the mystery, yeah well, gue semangat buat download film ini. Walaupun pas nonton pertama, gue ga semangat karna, pertama, cowoknya ga ganteng, dan kedua, yang gue download itu udah dubbing in English.
Ga suka aja karna bibir sama ngomongnya ga singkron, dan gue kan download film dengan bahasa aneh juga maksudnya mau belajar. But well, setelah langsung matiin di kali pertama nonton, akhirnya kemaren itu, gue tonton sampe abis, dan ternyata KEWL!


Jadi ceritanya tentang Roger Brown (Aksel Hennie) yang kerja sebagai headhunter atau orang yang nyariin karyawan untuk perusahaan yang nge hire dia. Ibaratnya kayak perusahaan sendiri tapi cuma ngurusin bagian HRD gitu, nyari karyaway, interview kandidat terbaik, yaaah gitu gitu deh. Dia udah nikah sama Diana Brown (Synnøve Macody Lund) dan rumah mereka super gede gitu deh. Yang Diana ga tau, selain jadi headhunters, Roger juga kerja sebagai pencuri kelas atas.

Yang dicuri sama dia tuh kayak lukisan-lukisan berkelas, dan Diana kebetulan juga kerja jadi artist dengan galeri penuh lukisan gitu. So Roger got himself some help, without the person knowing sih. Dia punya temen buat ngelaksanain aksi pencuriannya. Dan dia super slick cause semua art yang dicuri sama dia diganti sama palsu yang mirip banget.

Until one day, muncul lah teman Diana yang bikin Roger cemburu, dan juga bikin Roger curiga. Temen Diana ini katanya punya lukisan dari jaman Nazi yang disimpan di rumahnya, milik neneknya dulunya. Dan Roger langsung punya insting. Tapi sayangnya, temennya bahkan hampir mati waktu mau ngejual lukisan itu. Well, in the end, temannya beneran mati sih.


Akan ada adegan kejar-kejaran, tembak-tembakan juga, dan  beberapa scene yang pintar di film ini. Pintar dalam artian emang harus mikir gitu, well, akhirnya sih baru sadar kayak kenapa dia ngelakuin semua yang dia lakuin. Dan emang gak sia-sia si Roger nya ini jadi maling dengan pemikiran matang. Gak ngebosenin film nya, dan wajar banget dapet rating quite good.

I downloaded it waaaaay too long deh kayaknya, lupa dari mana, dan bahkan lupa kapan. Film nya sendiri sih keluaran 2011, dan gue udah download ini dari taun lalu. Link nya juga udah expired or dead link sih kayaknya kalaupun gue kasi. So yeah well, I will not give link for free download for now.



A bientot!

free download

[Review-Film] That Thing Called Tadhana

1:25 AM

THE FIRST MOVIE REVIEW IN 2K15.
YEEAAAAYYY!!

And it's May already.
Ini bahkan udah tanggal 2 Mei. Yes, selamat hari Pendidikan Nasional. Dan gue menulis ini di jam 1 dini hari, setelah 2 jam nonton film nya. Dan abis ini gue bakal review another movie juga. Yes, exactly, such a productive night.


Title: That Thing Called Tadhana
Country/Language: Philippines / Tagalog Filipino
Genre: Drama, Romance, Comedy
Length: 110 minutes
IMDb rating 7,9

Rating good, keluar juga masih baru, around February slash March 2015, orang-orang yang lumayan punya nama as the actor, dan karna gue juga udah lama banget ga nonton film Filipino. So yeah, I enjoy it really.

Jadi ceritanya tentang Mace (Angelica Panganiban) yang udah pacaran 8 tahun sama cowoknya, tapi akhirnya putus, dan gabisa move on. Cerita dibuka dengan scene Mace ada di bandara dan kerepotan ngurusin kopernya yang overweight sampe ga dibolehin check-in di bandara. Dia ngumpat-ngumpat kesel pake bahasa Tagalog, dan kemudian seorang cowok dateng, dan nawarin extra bagage nya yang ga kepake, buat Mace. Cowok ini, Anthony (JM De Guzman) ada di Rome untuk liburan, dan cuma bawa 1 koper. Dia bahkan sampe nyebutin alamatnya di Filipina dan ngomong pake bahasa Tagalog, buat yakinin kalo he's not a pervert, lol.
Akhirnya Mace setuju dan pulanglah mereka ke Filipina. Nyampe bandara, Mace ga mau pulang, dan justru ngajak Anthony makan, trus malah pergi ke Baguio (?) kayak mungkin sub urban nya gitu deh, daerah pegungungan, disini puncak kali ya lol.
Ya pokoknya mereka kayak saling mengenal satu sama lain gitu.



Si Anthony nya ngikut aja gitu lah ya kan. Dan si Mace nya segitu gabisanya move on lah ya kan, sampe every little things remind her of her ex, yang udah pacaran 8 tahun, tapi dikirim ke Roma gitu buat training disana. Abis itu, her ex get extended gitu, dan mereka LDR. Trus pas Mace mau kasi surprise ke cowoknya, as cliche as it gets, cowoknya udah punya pacar lagi. So she got back to Philippine with broken heart itu, dan ngajak Anthony untuk gak pulang-pulang. Buat bantuin dia move on, dia janji ke Anthony, kalo dia nyebut apapun soal mantannya, she'll give him 100 peso filipina, yang nanti mungkin disumbangin kayak temennya.

Yeah well, again, as cliche as it gets, ya mereka deket. Tapi in the end, mantan si Mace ternyata ada di depan rumah Mace pas mereka akhirnya pulang, dan Anthony nganterin Mace ke rumahnya. Tragic? End? Go watch lol. Download first deh disini. Gue juga baru download banget sih sehari sebelumnya di kantor lol.

Seru sih film nya, ada scene scene romantis yang konyol gitu lol. Dan abis gue stalking para pemainnya - well, ya know, kinda my habit sih tiap abis nonton langsung kepoin yang main - katanya si Angelica baru-baru ini menang penghargaan apa gitu di Filipina karna film ini, as Best Actress. See? Not bad.

Ada beberapa quote yang seru sih dari film nya, well, quote Fitzgerald itu paling ngena sih heheh. Tapi, yang lucu juga soalnya mereka pake kayak short story about The Arrow With A Heart Pierced Through It


Afterall, buat yang lagi susah move in, ini film nya bagus sih, mungkin bisa belajar move on. Atau belajar ngarep ada cowok kayak Anthony yang dateng pas lo lagi proses move on lol. And somehow, entah gue doang sih kayaknya, tapi pemain Filipino ini mirip sama artis Indonesia somehow, walaupun sampai sekarang gue gatau sihapa heheh :p

Well then, that's my review for this. Gotta write another post, still movie review, and still not continue my thesis yet.





A bientot!

Europe

Europe On Screen

7:19 PM

EOS IS BACK!


Gue baru sekali pernah nonton Europe On Screen, jujur aja. Beberapa kali pengen nonton Festival Film Prancis, yang berakhir dengan batal dan lagi-lagi cuma download film nya doang, atau rencana join EOS, bahkan mau join jadi volunteer, tapi akhirnya gajadi lagi, gajadi lagi --"

Anyway, yang mau gue bahas disini adalah list film nya EOS. Gue udah tau dari bulan Maret sih soal Europe On Screen, tapi trus lupa aja, gak update. Dan tadi pas liat twitter dan IFI nge-update soal ini, gue langsung heboh sendiri, dan langsung nyariin daftar film nya.
Lumayan banyak. Ada 18 pages lho buat liat list film nya! Kayaknya around 250 movies ada disana, dari berbagai negara Eropa yang super kewl, dengan berjenis-jenis genre dan bahkan juga range penontonnya. AWE! Tapi jangan sampe ketipu di awal kayak gue eheheh :p awalnya gue kita itu semua film yang bakal tayang, ternyata itu adalah semua film yang ada di Europe On Screen so far. Kalau mau liat jadwal yang tahun 2015, make sure lo bikin list nya "filter by screening year" dan pilih tahun 2015

Dan dari segitu banyak film dan judul, ada beberapa yang udah gue download, atau gue tonton, atau bahkan udah berulang-ulang gue download, dan juga udah gue taro review nya disini. Here's couple of titles that I wrote a review about:
a. Tres Metros Sobre El Cielo and resensi on EOS web
b. Tengo Ganas De Ti and resensi on EOS web
c. La Cage Doree and resensi on EOS web
d. Love dot Net and resensi on EOS web

And couple of movies I've watched but not review on blog kayak Kyss Mig, or download but not watched yet, kayak Le Passe, Bella Martha, Grace Of Monaco, Headhunters, Delicacy, sama Amour.
Lumayan banyak ya :"
Tapiiii, meski demikian, masih ada beberapa sih yang mau gue tonton, yang kayak kayaknya, kalau dari resensi mereka, lumayan bagus. Walaupun gue ga yakin bisa nonton karna lagi-lagi kebentrok jadwal kerja sama kuliah, tapi kayaknya Daglicht, Malavita, sama Broken Circle Breakdown kayaknya menarik :)

Anyway, Europe On Screen banyak tuh kotanya, gak di Jakarta doang. Go stalk em on website or twitter gih :)


A bientot!

Europe

[Review-Film] Three-60

2:35 AM

Selamat hari Kamis.

Seperti biasa, gue adalah seorang procrastinator sejati. Kali ini, harusnya gue ngerjain UAS Transaksi Berjamin gue yang kemaren udah dibahas bareng 6 orang anak sekelas, dan tinggal ditulis dari jam 10 malam kemaren, dan sekarang udah jam 2, dan gue bahkan belum mulai nulis. Apa yang gue kerjain selama itu? Main, ngalor ngidul golek-golekan di atas kasur, mikir gimana mau mulainya, nyiapin posisi paling pewe, tab keburu mati, nge-charge tab, baru inget ada beberapa jawaban yang ada di grup di line, dan akhirnya memilih nonton film.
Dan sekarang, pas gue lagi nulis review ini, gue baru sadar kalo gue punya line di laptop, which is harusnya gue ga perlu nunggu tab nyala buat buka grup line.
Tapi yaaaah, namanya juga procrastinator sejati. Dan lagi, kalo tadi gue langsung inget gue punya line di laptop, dan ngerjain tugas bukannya nonton film, maka gue ga akan nulis blog sekarang.
See? Action - Reaction, people. Mungkin blog gue segitu kangennya sama gue.

ANYWAAAAAAY, sekarang marilah kita mengheningkan cipta sejenak, minum air mineral, gerakin badan ke kanan dan ke kiri, memetik buku jari (sampe sekarang gue ga ngerti kenapa dibilang memetik buku jari, padahal bunyinya tak tuk), tarik napas, dan mulai nulis review :)



Title: Three-60
Country/Language: Spain/ Spanish
Genre: Drama, Mystery, Thriller
Length: 98 minutes
IMDb rating 4,5

We just ignore the IMDb rating for now. Will talk bout it later in the end ya.

Jadi ceritanya soal cowok namanya Guilliermo (?) panggilannya Guilli, yang adalah seorang surfer yang juga model pakaian surfing gitu. Film nya dibuka sama scene mereka lagi di laut gtu nungguin ombak mau surfing. Nah trus ternyata lanjutannya udah kayak gede gtu, dan si Guilli itu lagi di kampus. Jadi, salah satu temennya, namanya Ivan, hilang 10 tahun yang lalu, dan akhirnya dinyatain diculik dan meninggal, walaupun kayak jenazahnya ga pernah ditemuin. Tapi orang tuanya akhirnya pasrah dan udah bikin funeral juga.
Nah, one day waktu si Guilli pulang ke rumahnya (dia ceritanya nge kos btw), dia nemu film gitu pas bokapnya lagi mau renovasi rumah. Dia sepik sepik sama cewek yang dia suka kalo dia belajar motret. Ceweknya fotografer sama seniman gtu deh yang bikin acara pameran. Akhirnya mereka nyuci foto trus ketauan itu foto lama, trus dia bilang dia mau deket aja sama ceweknya.
Hashtag eeaa hastag ciyeh.



Okay, pokoknya intinya di film yg mereka cuci itu ternyata foto foto lama rumahnya, dan salah satu foto, ada kayak organ gtu, atas nama inisial temennya yang ilang, si Ivan itu. Yaudah deh, mereka mulai penyelidikan. Ternyata mereka tau akhirnya kalo ada penjualan organ di kota mereka, yang sialnya, ada orang polisi di kawanan itu. Termasuk juga dokter senior di rumah sakit, pendeta, dan ya si Jean Christophe, kayak kepala geng nya dan udah tua banget.

Jujur gue lumayan suka film nya, dan greget sendiri. Apalagi pas gue googling, setelah film nya kelar (kebiasaan nih, abis nonton film nya, baru dikepoin yang bener-bener. Mayan bisa mention si artinya, yg biasanya followers nya lebih dikit dari celeb tweet), ternyata yang jadi Jean Christophe adalah cewek, dan doi itu cucunya Charlie Chaplin. What a wow!
Tapi sayangnya itu gak didukung sama film nya. Jujur, gue nonton film ini sampe abis karna nungguin kayak plot twist, kayak maybe Daniela, si cewek yang disukai Guillie, atau temennya itu, masuk di kawanan juga. Atau ya apa gitu kan. Tapi no, cukup ketebak ceritanya.
Kalo lo masih mau download sih, bisa klik disini :)

Iya sih, gue pernah bilang di askfm gue kalo gue, bisa dibilang gak pernah download film yang ratingnya dibawah 5,5, bahkan biasanya dibawah 6 gak gue download. DAN INI CUMA 4,5?! Biar gue membela diri dulu ya.
Pertama, gue gak liat imdb pas download ini, sama sekali. Gue download nya dari ganool pula kan, kecil pula. Kedua, ini mystery and thriller; ketiga, ini spanish. Yang kalo digabung, ya gue cukup percaya dengan 2 kategori terakhir. Dari semua film Eropa, yang Jerman, Prancis, Belanda, Sweden and all those Scandinavian, Spanyol itu udah yang paling paling. Gambar paling bagus, jalan cerita ya paling mendingan, dan ya muka juga sih. Masih ingat pastinya pada abang Mario Casas di 3MSC, Tengo Ganas de Ti sama Ismael yekan?
Tapi ternyata yang ini mengecewakan :(

Yaudah lah, paling gak gue tonton sampe abis, dan gue bahkan tulis review nya. Gue juga lumayan deg deg an yang pas dia masuk ke rumah orang, dan mau ngambil si anak yg diculik itu. Tapi emang sih, besok besok mending nungguin film Bang Mario Casas aja. Ada siiiih, film dia yang baru, tapi gajelas banget. Udah gitu, disitu dia rambutnya super aneh, dan walaupun tetep ganteng, tapi jadi gasuka --" Yaudah lah, sudah waktunya gue menulis lagi.
Atau mungkin tidur karna nanti jam 10 ada kuliah lagi.

Ah, alasan kamu, Ribka!


-xox
@ribkadel

Search This Blog

Total Pageviews