couple

[Review-Film] Barcelona: A Love Untold (2016)

2:12 PM

Ciyeeee, rajin menulis! Segabut itu ternyata masuk di hari cuti bersama :)))

Ada banyak film Filipin yang gue tonton sih sebenernya di beberapa bulan terakhir. Setelah sebelumnya sempat vakum dengan dunia per-Tagalog-an karena lagi serius banget balik ke Duolingo untuk mempelajari bahasa Perancis, akhirnya gue balik lagi nonton film Filipin sekitar 3 bulan yang lalu kayaknya, itu pun karna butuh film ringan yang lucu dan romantis, tapi gak alay. Dan, pilihannya jelas Filipin.

Mungkin, juga karena ada 2 serial Filipina yang lagi diputer di salah satu TV Swasta sih. Yang satu Pangako Sayo, dengan teen couple nya Kathryn Bernardo dan Daniel Padilla; dan On The Wings of Love dengan James Reid dan Nadine Lustre. Sebelum nonton itu, gue lagi rajin banget dengerin James Reid di Spotify. Dan kemudian, puncaknya, bahkan belajar Tagalog di memrise, the app to learn language.

Yep, segitu obsesinya :p Tapi, belakangan sudah biasa saja. Memrise juga belajar Tagalognya dikit banget. Dan abis beres 1 course yang Basic Tagalog, gue malah sudah males. Serialnya juga sudah gak rajin ikutin lagi tiap malem. Soalnya, kalo di dubbing ke bahasa Indonesia, somehow gue ngerasa aneh saja gitu. Kalo nonton yang cheesy pakai bahasa Tagalog, terus di subtitle english, gue masih suka, bahkan kadang klepek-klepek. Tapi giliran di-dubbing bahasa Indonesia, kenapa jadi kayak alay ya?

Biarlah. Biarlah serial dubbing-an dan nadanya yang suka ganggu itu. Mari kita kembali ke topik pembahasan. Review film.



Title: Barcelona, A Love Untold
Country/Language: Philippine/ Tagalog
Genre: Drama, Romance
IMDb rating 6,3


Sebelum gue beneran nge-review, ijinkan gue membuka tulisan ini dengan GUE SUNGGUH IRI MEREKA KE BARCELONA! Jadi, kan sebenernya tulisan gue kapan dulu yang soal beliebers, itu karena gue mau ikut lomba nonton Purpose World Tour kan, dan salah satunya, ada Barcelona. Pas film ini keluar, itu itu gue sudah kebayang Barcelona bla bla bla. Dan terus gue gak menang kan. Dan terus gue nonton film ini beberapa bulan kemudian, ngeliatin Barcelona dan isi-isinya, dan gue BAPER BANGET ANJER. Baper kepikiran harusnya gue bisa liat itu beneran, dengan mata kepala gue sendiri.
Tapi yaudah lah. Belum rejeki juga.

Anyway, jadi, ceritanya itu soal Ely (Daniel Padilla) yang ada di Barcelona untuk kuliah. Doi kuliah Arsitektur, S2, dan sambil kerja juga di Barcelona, karena yah, dia disana juga dibiayain sama orang tua mendiang pacarnya, yang sudah meninggal, tapi memang sebaik itu sama keluarga Ely. Suatu hari, dia ketemu Mia (Kathryn Bernardo) di dalam kereta. Mia adalah seorang anak yang ke Barcelona karena dia mau mulai a fresh start. Dia beberapa kali punya masalah di hidupnya di Filipin, dan kemudian memutuskan untuk ke Barcelona, ngaku ke orang tua nya kalau dia mau lanjutin sekolah di Barcelona, kehidupannya baik-baik saja, dan segala macemnya. Simply, mau nunjukin ke orang tuanya, khususnya bokapnya, bahwa, dia sebenernya sudah hidup lebih baik, matang, dan settle di negara orang. Which, actually, it's all fake.

Masalahnya adalah, Mia looks exactly like Ely's late girlfriend. Bener-bener mirip, kecuali di tahi lalat Celine, pacar Ely yang sudah meninggal itu. Mia juga bener-bener messed up karena dia diusir dari penginapannya, karena orang Filipin tempat dia biasa bareng, takut kena deportasi. Sebenernya di kereta, Ely ngejar-ngejar Mia, dan bahkan mereka sempat ketemu lagi di La Sagrada Familia. Tapi terus Mia kabur, karena Ely kayak weirdo gitu. Pas kemudian Mia sudah ga punya tumpangan, dia nelpon seseorang yang disarankan temannya itu, dan mereka ketemu di restoran tempat Ely kerja. Which turns out, yang ditelpon Mia itu punya pacar, dan cuma mau nidurin Mia doang, dan akhirnya digagalkan sama Ely.

Dan kemudian Mia numpang di tempat Ely. Dan kemudian Ely bantuin Mia cari kerja. Dan kemudian mereka makin deket. Dan kemudian mereka jadi tau rahasia dan cerita masing-masing. Dan kemudian mereka sampai di ambang masalah, dengan orang tua Celine yang sakit hati dan marah karena Ely "selingkuh" dengan cewek lain yang mirip Celine, dan orang tua Mia yang minta dia pulang saja, dan tau dia "nowhere near 'completely fine" di Barcelona.

Now that Mia go back to Manila, bagaimana dia bakal bisa ketemu Ely? Iya, iya, dia pasti sama Ely endingnya hehehe. Kan, namanya juga happy ending romance, no?

Untuk yang ini, gatau kenapa, kemaren gue gabisa download. Mungkin karna openload gue sudah di block di kantor, karna gue kebanyakan download :p Tapi, kalo masih mau coba download, bisa klik disini, atau nonton streaming saja dengan klik disini.

Of course, of course, gue ga akan lupa naro trailer nya, untuk kalian bisa menilai dulu film nya bagaimana.




Sudah, segitu saja ya. Ngeliat trailernya, bikin inget lagi sama things about teen couple in Filipin, bikin inget lagi sama research awal tahun soal itu, dan wattpad, dan naskah yang belum beres-beres, dll dst dsb. Ditonton saja dulu film nya, karna beda banget sama Yna dan Angelo di Pangako Sa'yo.



December 26th, 14:11

Cheers !
RAP

free download

[Review-Film] The Breakup Playlist (2015)

5:06 PM

Ciyeeeeh rajiiiin. Baru kemarin nulis post di blog trus sekarang nulis lagi ciyeeeeh. Pengangguran much, eh?

Gue sudah menerima kok kalau gue pengangguran. Dan gue juga udah punya plan kayak pengen seharian ngelakuin hal yang cuma bisa dilakukan sama pengangguran. No, bukan bangun siang. Itu udah gue nikmatin selama seminggu kemaren. Kali ini, gue bakal jalan-jalan random sendirian ke tempat-tempat yang selama ini belum pernah gue kunjungin walaupun gue udah 4 tahun di Jakarta. Dan, itu nanti mungkin bakal gue tuangkan dalam blog. Next on the list gue, adalah mungkin olahraga rutin. But, that will be super hard to do, so yeah, no rush for that lol,

Anyway, mari kita langsung ke poin utama kenapa kita nulis. Yeah right, review film. And yeah right, masih film Filipina.

--


Title: The Breakup Playlist
Country/Language: Philippine/ Tagalog
Genre: Drama, Romance, Comedy
IMDb rating 7,5

It's finally have a good rating, yeaaaaayyy!

Ceritanya tentang kisah cinta antara Trixie David (Sarah Geronimo) dan Gino Avila (Piolo Pascual) yang cukup drama. Jadi Gino ini adalah vokalis sebuah band yang awalnya juga band kecil, tapi kemudian dia pengen bikin band sendiri. Pas dia jadi juri ajang pencarian bakat kecil-kecilan, dia ketemu Trixie dan suka sama suara Trixie, trus ngajak Trixie join band nya.
Di sisi lain, Trixie adalah mahasiswi fakultas hukum yang masuk ke fakultas itu karena keinginan orang tuanya. Dia sebenernya emang suka nyanyi, tapi keluarganya ga suka, dan nyokapnya udah punya rencana soal dia bakal jadi jaksa trus dia bisa bakal bawa nama keluarga and so on and so on. Turns out dulu nyokapnya gabisa kuliah, dan fakultas hukum sebenernya adalah passion nyokapnya yang akhirnya dia jalani.



Akhirnya mereka putus, karena beberapa hal. Termasuk Gino yang mulai merasa tersaingi sama Trixie, padahal menurut Gino, he's the one who brought her to this kind of world. Padahal Trixie udah kabur dari rumah karena pengen fokus di nyanyi dan berantem sama orang tuanya. Karena putus, Trixie balik ke rumahnya dan kayak nyesel gitu, apalagi ketika kemudian ayahnya meninggal dan dia dan ibunya harus numpang gitu di rumah keluarganya. Dan dia kerja juga cuma untuk mencukupi keluarganya, khususnya nyokapnya.

Mereka akhirnya ketemu lagi karena ada konser pasangan ter-oke masa kini gitu, yang mana this teenagers love their song very much, they want Trixie and Gino to mentor them and be there on the concert. Ya gitu deh, ketemu lagi trus ada drama. Trixie yang benci banget sama Gino, dan Gino yang jelas-jelas nyesel banget dulu nyia-nyiain hubungannya dengan Trixie.

Yang gue suka dari film ini adalah ceritanya yang lumayan unik karena dibikin dengan plot maju mundur. Dan yang bikin lebih lucu adalah, tiap potongan itu diawali dengan nomor dan judul track, yang bakal sesuai dengan bagian itu, kayak pertama tentang gimana ketemu, trus pertengkaran, trus masalah, gitu-gitu deh.
Selain itu, disni romantisnya juga dapet, dan mereka cute banget. Kayak small gesture means alot tuh ada banyak di film ini. Ditambah, ya Tuhan Yesus yang baik, Piolo Pascual maaaaaaaaaaak, bikin khilaf. Gue dengan ini menyatakan, cinta gue ke Coco Martin kini tlah terbagi dua dengan Piolo Pascual. Maafkan aku Mas Coco.


Dan kalau lo mau download, tenang aja, udah ada subtitle English nya kok. Go dan klik disini dan lo bisa langsung nunggu supaya ke download. Jangan nonton kalo lagi kangen mantan atau misalnya cuaca ujan or mendung dan gampang bikin baper. Yaaah kecuali lo mau gelinjang gajelas mulai pengen sender senderan padahal ga punya pacar lol.


February 7th, 17:07
Cheers !

RAP

free download

[Review-Film] Etiquette For Mistresses (2015)

12:53 AM

I def gonna write a lot of Pinoy movie review, I mean like A LOT. That's, of course, if I don't get interrupted by, i don't know, my high level of procrastinator soul; or me forgot the story cause I watched way too long ago; or I suddenly don't think it's worth a review; or I got asleep; or the stupid wifi connection gets into my nerve.
But we'll see.

This is the first review because I watched it recently, super recently, which is, yesterday. And don't worry, the review will be in Bahasa. I'm just trying to look uber cool here lol.

--


Title: Etiquette for Mistresses
Country/Language: Philippine/ Tagalog
Genre: Drama, Romance
IMDb rating 5,7

Seperti yang udah pernah kita bahas, untuk film Phillipine, rating gak bakal tinggi-tinggi banget di IMDb, karena yeah well, Asia. Udah pernah dijelasin di post sebelum ini kalo gak salah, so, don't bother.

Anyway, seperti judulnya, ceritanya adalah tentang Mistresses atau mungkin dalam bahasa Indonesia, 'simpanan'. And yes, it seriously about it. Dan, namanya simpanan, ya jelas yang punya juga tipe-tipe yang bisa dan yang mampu biayain, so yeah, bakalan banyak bling and jewelry and branded stuff, and all those thing you can only dream of having it.

Ada 4 orang awalnya. Chloe, kerja di bidang media semacam agensi,  simpenan politisi bernama Gabriel, yang sudah punya istri dan anak, dan akhirnya punya simpenan baru yang lebih muda; Georgia, chef ternama dengan restoran yang menjual makanan Filipin edisi fancy, simpenan yang paling ngerti tempat dan statusnya, dan super old fashion; Stella, lawyer handal tapi sebenernya simpenan TV Personality terkenal, yang akhirnya memang lebih memilih Stella daripada keluarganya; dan Charley, yang paling super tajir dari yang lainnya, dengan anak-anak di luar negeri, dan tiap belanja bawa pembantu segambreng buat bawain belanjannya, tapi juga paling royal sama semua pembantunya.
Selanjutnya, muncul satu orang lagi, yang awalnya diminta Rob, partner-nya Georgia, supaya bisa diurus olehnya. Kalau kata Stella sih "diajar jadi mistress yang baik".
Yeah right, what the hell.



Anak baru ini namanya Ina, dia adalah simpanan dari Frank Ayson, suami dari politisi wanita ternama, yang sebenarnya merasa kalau dia hanya bayangan, dan semua orang rooting for his wife. Dia hanya pemandu sorak yang berstatus suami. Kasihan sih emang.

Ina, as the youngest dan juga aling baru, bener-bener belajar gimana mesti jadi simpanan yang baik. Ada banyak rule dan juga pelajaran yang harus Ina pahami, and as impossible as it sounds, banyak pengajaran yang dikasi dari film ini sih.

Ini gue kutip dari lama wikipedia soal masing-masing karakter:

  • Kris Aquino as Georgia Torres-The oldest among the mistresses, A chef and successful owner of a high class restaurant. She is the most proper and well mannered among the group who teaches them with the rules she kept.[9]
  • Kim Chiu as Ina Del Prado-a Cebuana lounge singer who fell in love with the rich politician Frank Ayson. She left her life at Cebu in exchange of living together with Frank but ended up stuck in the condo unit bought for her by Frank. She is the youngest among the mistresses.[10]
  • Claudine Barretto as Chloe Zamora-The most fearless and reckless mistress. Chloe is taking risk to meet her lover even the wife is the same place. She is the rule breaker among the group.[11]
  • Iza Calzado as Stella Garcia-A strong lawyer and mistress of the broadcaster Ambet Villoria. She believes in true love and happy ending on mistresses.
  • Cheena Crab as Charley Mariquit-The richest mistress among the group who treats her friends with leisures. She is cheerful and generous and mother of two kids.

Yang gue suka dari film ini, adalah pas bagian Rule nya, dibikin lucu gitu untuk editannya. Trus, karena mereka juga belanjanya gila-gilaan, jadi bisa liat insight the life of rich bitjes out there lol. Selain itu, ya kayak gue bilang, tetap ada pembelajarannya sih.

Almost forgot to put the trailer!


Gue nonton ini subuh-subuh sih, selesainya sekitar jam setengah 5 pagi kalo gak salah. Dan yes, tenang aja, lo bakal dapet link download nya kok. Langsung aja klik disini, and yes, udah termasuk subtitle bahasa Inggris :)


February 6th, 00:50
Cheers !

RAP

couple

New Year, Old Habit [+ Movie(s) Review]

9:27 PM

[Post ini udah gue ketik dari tanggal 3 Januari subuh, gak lama setelah post di bawah. Kita lihat tanggal berapa gue akan mem-post ini nanti, untuk membuktikan separah apa jiwa procrastinator gue]


I hesitate to post it at first, for real.

Tadinya gue pikir, mending gue nge-post review film aja, karena kemaren gue marathon 2 film Filipin. Tapi trus gue pikir gue bakal bikin 2 review aja dalam 1 post, karena kayaknya gue juga ga bakal bisa review banyak, soalnya yaaah, gitu deh. Tapi trus gue pikir lagi, sekalian aja gue kaitkan dengan segala kebiasaan lama gue, mengingat juga, gue kalo nge post emang suka lari-lari kan pembicaraannya?
Jadi yes, gue bakal tetep post soal review film. Yes, gue juga bakal tetep kali link nya biar lo bisa download. No, ini gak bakal full review movie post, tapi mungkin banyakan gue curhat.

But, why don't we start with the movie review first? Ini review film Filipina, keduanya masih film bergenre teen fiction yang ada romance-romance nya gitu, an keduanya dimainkan oleh pasangan muda Filipina terfamous kedua setelah KathNiel (Katherine dan Daniel Padilla) yaitu James Reid dan Nadine Lustre, dengan nama couple JaDine. Boy oh boy, this has something to do with this post, you will understand later, kok.

Anyway, udah lumayan lama ya ga nulis review dan nonton Pinoy movie :( Last time itu nonton Tadhana dan itu udah Mei tahun kemaren, astagaaaaa

--


Title: Para Sa Hopeless Romantic
Country/Language: Philippine/ Tagalog
Genre: Drama, Romance, Comedy
IMDb rating 6,4

Sebelum kita komentarin rating yang kecil, let me tell you something. Untuk film-film Asia macam Filipina atau Thailand, biasanya di IMDb sih emang kecil-kecil, walaupun sebenernya bagus. Mungkin ini efek Asia nya sih, jadi yang nonton pun ga banyak yang punya IMDb. Padahal kalau kalian googling, film Filipina itu di negaranya kayak super laku, kadang box office nasional gitu, penjualan film nya di minggu pertama atau kedua langsung pecah, dll.

Anyway, let's talk about the movie. Jadi film ini bercerita tentang seorang cewek bernama Rebecca yang putus sama pacarnya waktu SMA, Nikko, tapi sampe kuliah kayak susah move on. Rebecca nulis novel yang masih gantung, dan bingung mau lanjutin ceritanya. Dia selalu bikin ending sedih, kayak cowoknya mati lah, cowoknya ketabrak mobil lah, kisah cinta mereka gak bisa bersatu lah, pokoknya gitu. Temennya selalu komplen, redaksi kampus tempat dia nganter naskah juga ga terima, soalnya ya itu, every people like happy ending. Sedangkan Maria dan Ryan, tokoh yang ada di cerita Rebecca, terus-terusan ga pernah bahagia.

Waktu kuliah, Rebecca yang masih susah move on, tiba-tiba ga sengaja terlibat balas-balasan pesan di meja kampus sama cowok, yang, yah well, as cliche as it sounds, ya si Nikko. Rebecca gatau kalau Nikko masuk di kampus yang sama dengan dia, dan dulu alasan Nikko putus sama Rebecca adalah karena dia suka cewek lain, dan udah gak cinta Rebecca lagi. Padahal, Nikko sebenarnya harus ke Kanada karena nyokapnya minta dia pindah dan gausah tinggal di Filipina lagi.

True, this is a super simple story. True, this is definitely a teenlit kind of story. True, this is not usually thing that I will watch. But we will get to that soon, hun, very soon.

Anyway, here's the trailer


--




Title: Talk Back And You're Dead
Country/Language: Philippine/ Tagalog
Genre: Drama, Romance, Comedy, Teenager
IMDb rating 6,1

Kalau menurut lo cerita yang di atas lebih mirip FTV, you should check this first. Ini beneran macam sinetron-sinetron remaja Indonesia yang menang di geng-geng, cowok bandel tapi tajir dan pemilik sekolah sejenisnya, yang suka sama cewek cantik baik-baik kind of shit. Yeah yeah, kenapa juga gue bisa nonton film ini, sih?

Jadi ceritanya dimulai dengan Samantha di toko buku yang ngeliat temen-temennya di depan toko, yang satu marah-marah ke seorang cowok, dan bilang kalau cowok itu udaah mutusin dia dll. Samantha marah karna temennya diperlakukan kayak gitu, dan bahkan nampar cowok itu. Yang ternyata temen-temennya sebenernya lagi mau ngerjain cewek yang jalan sama cowok itu, TOP, yang anak pemilik yayasan Pendleton, sekolah khusus cowok ter gawl masa kini. TOP ini pemimpin geng yang disebut Lucky13, berandalan, dan segala macamnya. Tapi trus TOP nyari Samantha karena video dia ditampar cewek menyebar, dan yaudah, tiba-tia TOP deketin Samantha gitu gitu.

Tapi nanti mereka gabisa bersama. Udah pake kabur ke beach house segala, lari dari rumah segala, dan segala macem segala-segala lainnya yang gue tau, cuma bisa dipikirin sama remaja, ditambah di akhir ceritanya si Samantha udah dijodohin sama cowok lain, yang adalah teman terdekat TOP, trus ternyata dulu TOP sama Samantha udah kenal dari kecil, dan ya gitu-gitu deh.
Ya know, teenager thing.

Awalnya, pas gue baca sinopsis ceritanya, gue pikir film ini macam-macam Three Meters Above Heaven karna semacam mirip cerita Yang Mulia Hache aka H. Tapi pas akhirnya gue tonton, my oh my, ini beneran teenlit semacam labil-labil gajelas gitu lol. Makanya gue gabungin review di post ini, karena gue memang ga yakin bakal bikin review beneran. This is more like ranting lol.

Oh iya, tho I never read that super famous wattpad stories titled Danger, gue cuma baca 2 part, dan entah kenapa, gue ngerasa cerita ini mirip banget gitu. Mungkin ini perpaduan Danger sama 3MSC, tapi karena versi bocah, semacam geli aja jatuhnya.

Still shall put the trailer I guess, so here you go:

--

Okay, back to the deal.

Kesamaan kedua film ini adalah, believe it or not, keduanya diangkat dari cerita atau buku atau novel atau apapun lah lo menyebutnya, yang, well, wait for it, awalnya berasal dari WATTPAD!

Buat lo yang gatau, wattpad itu adalah sebuah platform tempat penulis bisa nge post cerita atau karyanya, yang bisa dibaca semua orang secara gratis. Dan penulis cerita dari kedua film di atas, emang masih remaja gitu. Quite funny is, kedua cerita itu awalnya adalah fanfiction untuk pasangan remaja paling dicintai di seluruh Filipina, yang adalah Katherine dan Daniel Padilla, tapi akhirnya pas dijadiin film, malah diperankan sama pasangan yang baru diajukan jadi pasangan remaja masa kini buat menyaingi KathNiel, yaitu JaDine.
Gila, gue ngerti banget yang begini begini ya? Gue gatau harus bangga atau sedih, karena lumayan juga pergaulan dan pengetahuan gue seluas itu, tapi ya sedih aja karna jiwa gue masih selabil itu.

Sebenernya, gue tau beginian pas riset buat naskah gue sih, dan gue sempat cukup dalam terjerumus dalam hal ini, sampe dulu sempat suka liatin Daniel Padilla, padahal doi masih bocah, dan dulu sempat jadi Justin Bieber nya Filipine gitu deh (huwek!)

Oh yeah, oh yeah, here's how the book looks like.

That's for Para Sa Hopeless Romantic, yang dibikin lebih ke Novel


 

Jadi, hubungannya dengan New Year Old Habit?

Dengan ini saya mengumumkan, saya akan kembali menulis dengan aktif, termasuk menulis fanfiction.
HOOORAAAAAAAYYYYY!!!!

Kalau kalian jeli, di sebelah kiri udah ada widget wattpad gue, yang gue sudah sematkan sejak tahun baru, ya karena abis nonton 2 film ini. Kalau lo semacam malas nyari widget nya, lo bisa langsung klik disini untuk langsung ke profile wattpad gue. 
Gue kembali rajin nyari film Filipina, yang kayaknya juga termasuk Old Habit gue yang sudah gue tinggalkan lama. Dan semoga, rajin nulis blog juga bisa jadi Old Habit yang kembali gue giatkan di tahun ini ya.

Oh iya, link nonton dan download gratis. Gue kebetulan download ini dari Torrent, which is untuk download Torrent, lo harus punya aplikasi khususnya. Tapi, kalo lo mau download, dan ini juga udah ada subtitle english nya langsung, lo bisa buka web ini.

Dah ah, gue mau lanjut nulis lagi.


January 10th, 2k16
Cheers !

RAP

Asia

[Review-Film] The Teacher's Diary

6:07 PM

PERDANA NULIS FILM THAI!

Well, sebelumnya gue rajin nulis film Filipin, atau paling 1 film Mandarin yang One Night Surprise untuk film Asia. I don't know, I just don't really have the... apa ya? Emang ga terlalu doyan film Asia sih. But well, khusus buat ini, kita kasi pengecualian deh. Sebenernya dulu pertama liat film ini di path temen, yang pengajar muda gitu, dan katanya film nya soal guru di daerah terpencil gitu deh. Trus pas di kantor bingung mau download apaan lagi gitu, daripada garing atau film random ga jelas, yaudah i download aja yang ini :p


Title: The Teacher's Diary
Country/Language: Thailand / Thai
Genre: Drama, Romance, Comedy
IMDb rating 8

Seperti yang udah gue bilang, ceritanya soal 2 guru yang kemudian ditugaskan di atas boat school atau sekolah di atas kapal gitu, di tengah danau apa laut malah mungkin. Yang cewek namanya Ann, yang cowok namanya Song. Ann ngajar disitu lebih dulu, dan pulang ke kota cuma tiap weekend, itupun kadang-kadang. Murid-muridnya cuma ada 5, dan semuanya beda kelas atau tingkatan. But she still excited for what will come. Sampe kemudian dia mengundurkan diri karena mau menikah sama pacarnya, yang adalah wakil kepala sekolah di sebuah sekolah swasta yang besar dan bagus di kota.

Menggantikan Ann, datanglah Song, yang beneran polos, dan kadang agak bego juga lol. Dia nemuin diary Ann yang ditulisin selama Ann jadi guru disitu, dan somehow, he start to fall in love with the girl who write the journal. Dia mulai nyari tau soal Ann dari murid-muridnya, trus dari kepala sekolah, yang kemudian bilang kalau dia berhenti karena dia mau nikah.
Dan Song patah hati.


Song akhirnya nyari Ann, dengan modal petunjuk kalo Ann punya tato bintang di deket tangannya. Dia ke sekolah, tapi sayangnya Ann itu udah ngapus tatonya, karna permintaan si pacarnya itu. Song makin sedih, tapi dia masih ngajarin anak-anak muridnya, sampe akhirnya, mereka harus ikut ujian akhir di kota. Akhirnya karna dirasa gak membawa perubahan, kepala sekolah ga ngelanjutin kontrak Song, dan dia berhenti. Ann, yang punya masalah di sekolah kota, dan sama pacarnya, milih buat balik lagi ke boat school, tapi Song nya udah ga ada. Dia nemuin diary nya yang lama, dan ngeliat udah ada beberapa tulisan yang ga dia kenal disana.




Ceritanya seru, dan lumayan lucu juga. Anak-anak nya juga bikin ngakak, karena polos-polos banget. Ceritanya juga ngajarin kalo masih banyak banget sekolah di daerah yang jauh banget perbedaannya dengan sekolah-sekolah di kota. Gak cuma di Thailand sih, gue yakin di Indonesia juga banyak.
Fave things from the movie, first, pastinya ya sekolah di atas laut gitu, beneran bikin envy a little. Ada ayunan di atas kapal, tiap hari bisa ngeliat matahari terbenam gitu sambil baca buku cari inspirasi, GOSH! HOW AWE THAT WOULD BE?!
Tapi selain itu, suka banget juga sama style yang jadi Ann disini. Bajunya lucu-lucu banget, udah gitu gayanya juga enak banget, super santai gitu deh pokoknya :)



Oh, and don't worry, I will give you link to download The Teacher's Diary. Kalau mau download, silahkan klik disini atau disini. Dan selamat menonton :)




A bientot!

free download

[Review-Film] That Thing Called Tadhana

1:25 AM

THE FIRST MOVIE REVIEW IN 2K15.
YEEAAAAYYY!!

And it's May already.
Ini bahkan udah tanggal 2 Mei. Yes, selamat hari Pendidikan Nasional. Dan gue menulis ini di jam 1 dini hari, setelah 2 jam nonton film nya. Dan abis ini gue bakal review another movie juga. Yes, exactly, such a productive night.


Title: That Thing Called Tadhana
Country/Language: Philippines / Tagalog Filipino
Genre: Drama, Romance, Comedy
Length: 110 minutes
IMDb rating 7,9

Rating good, keluar juga masih baru, around February slash March 2015, orang-orang yang lumayan punya nama as the actor, dan karna gue juga udah lama banget ga nonton film Filipino. So yeah, I enjoy it really.

Jadi ceritanya tentang Mace (Angelica Panganiban) yang udah pacaran 8 tahun sama cowoknya, tapi akhirnya putus, dan gabisa move on. Cerita dibuka dengan scene Mace ada di bandara dan kerepotan ngurusin kopernya yang overweight sampe ga dibolehin check-in di bandara. Dia ngumpat-ngumpat kesel pake bahasa Tagalog, dan kemudian seorang cowok dateng, dan nawarin extra bagage nya yang ga kepake, buat Mace. Cowok ini, Anthony (JM De Guzman) ada di Rome untuk liburan, dan cuma bawa 1 koper. Dia bahkan sampe nyebutin alamatnya di Filipina dan ngomong pake bahasa Tagalog, buat yakinin kalo he's not a pervert, lol.
Akhirnya Mace setuju dan pulanglah mereka ke Filipina. Nyampe bandara, Mace ga mau pulang, dan justru ngajak Anthony makan, trus malah pergi ke Baguio (?) kayak mungkin sub urban nya gitu deh, daerah pegungungan, disini puncak kali ya lol.
Ya pokoknya mereka kayak saling mengenal satu sama lain gitu.



Si Anthony nya ngikut aja gitu lah ya kan. Dan si Mace nya segitu gabisanya move on lah ya kan, sampe every little things remind her of her ex, yang udah pacaran 8 tahun, tapi dikirim ke Roma gitu buat training disana. Abis itu, her ex get extended gitu, dan mereka LDR. Trus pas Mace mau kasi surprise ke cowoknya, as cliche as it gets, cowoknya udah punya pacar lagi. So she got back to Philippine with broken heart itu, dan ngajak Anthony untuk gak pulang-pulang. Buat bantuin dia move on, dia janji ke Anthony, kalo dia nyebut apapun soal mantannya, she'll give him 100 peso filipina, yang nanti mungkin disumbangin kayak temennya.

Yeah well, again, as cliche as it gets, ya mereka deket. Tapi in the end, mantan si Mace ternyata ada di depan rumah Mace pas mereka akhirnya pulang, dan Anthony nganterin Mace ke rumahnya. Tragic? End? Go watch lol. Download first deh disini. Gue juga baru download banget sih sehari sebelumnya di kantor lol.

Seru sih film nya, ada scene scene romantis yang konyol gitu lol. Dan abis gue stalking para pemainnya - well, ya know, kinda my habit sih tiap abis nonton langsung kepoin yang main - katanya si Angelica baru-baru ini menang penghargaan apa gitu di Filipina karna film ini, as Best Actress. See? Not bad.

Ada beberapa quote yang seru sih dari film nya, well, quote Fitzgerald itu paling ngena sih heheh. Tapi, yang lucu juga soalnya mereka pake kayak short story about The Arrow With A Heart Pierced Through It


Afterall, buat yang lagi susah move in, ini film nya bagus sih, mungkin bisa belajar move on. Atau belajar ngarep ada cowok kayak Anthony yang dateng pas lo lagi proses move on lol. And somehow, entah gue doang sih kayaknya, tapi pemain Filipino ini mirip sama artis Indonesia somehow, walaupun sampai sekarang gue gatau sihapa heheh :p

Well then, that's my review for this. Gotta write another post, still movie review, and still not continue my thesis yet.





A bientot!

Europe

[Review-Film] Three-60

2:35 AM

Selamat hari Kamis.

Seperti biasa, gue adalah seorang procrastinator sejati. Kali ini, harusnya gue ngerjain UAS Transaksi Berjamin gue yang kemaren udah dibahas bareng 6 orang anak sekelas, dan tinggal ditulis dari jam 10 malam kemaren, dan sekarang udah jam 2, dan gue bahkan belum mulai nulis. Apa yang gue kerjain selama itu? Main, ngalor ngidul golek-golekan di atas kasur, mikir gimana mau mulainya, nyiapin posisi paling pewe, tab keburu mati, nge-charge tab, baru inget ada beberapa jawaban yang ada di grup di line, dan akhirnya memilih nonton film.
Dan sekarang, pas gue lagi nulis review ini, gue baru sadar kalo gue punya line di laptop, which is harusnya gue ga perlu nunggu tab nyala buat buka grup line.
Tapi yaaaah, namanya juga procrastinator sejati. Dan lagi, kalo tadi gue langsung inget gue punya line di laptop, dan ngerjain tugas bukannya nonton film, maka gue ga akan nulis blog sekarang.
See? Action - Reaction, people. Mungkin blog gue segitu kangennya sama gue.

ANYWAAAAAAY, sekarang marilah kita mengheningkan cipta sejenak, minum air mineral, gerakin badan ke kanan dan ke kiri, memetik buku jari (sampe sekarang gue ga ngerti kenapa dibilang memetik buku jari, padahal bunyinya tak tuk), tarik napas, dan mulai nulis review :)



Title: Three-60
Country/Language: Spain/ Spanish
Genre: Drama, Mystery, Thriller
Length: 98 minutes
IMDb rating 4,5

We just ignore the IMDb rating for now. Will talk bout it later in the end ya.

Jadi ceritanya soal cowok namanya Guilliermo (?) panggilannya Guilli, yang adalah seorang surfer yang juga model pakaian surfing gitu. Film nya dibuka sama scene mereka lagi di laut gtu nungguin ombak mau surfing. Nah trus ternyata lanjutannya udah kayak gede gtu, dan si Guilli itu lagi di kampus. Jadi, salah satu temennya, namanya Ivan, hilang 10 tahun yang lalu, dan akhirnya dinyatain diculik dan meninggal, walaupun kayak jenazahnya ga pernah ditemuin. Tapi orang tuanya akhirnya pasrah dan udah bikin funeral juga.
Nah, one day waktu si Guilli pulang ke rumahnya (dia ceritanya nge kos btw), dia nemu film gitu pas bokapnya lagi mau renovasi rumah. Dia sepik sepik sama cewek yang dia suka kalo dia belajar motret. Ceweknya fotografer sama seniman gtu deh yang bikin acara pameran. Akhirnya mereka nyuci foto trus ketauan itu foto lama, trus dia bilang dia mau deket aja sama ceweknya.
Hashtag eeaa hastag ciyeh.



Okay, pokoknya intinya di film yg mereka cuci itu ternyata foto foto lama rumahnya, dan salah satu foto, ada kayak organ gtu, atas nama inisial temennya yang ilang, si Ivan itu. Yaudah deh, mereka mulai penyelidikan. Ternyata mereka tau akhirnya kalo ada penjualan organ di kota mereka, yang sialnya, ada orang polisi di kawanan itu. Termasuk juga dokter senior di rumah sakit, pendeta, dan ya si Jean Christophe, kayak kepala geng nya dan udah tua banget.

Jujur gue lumayan suka film nya, dan greget sendiri. Apalagi pas gue googling, setelah film nya kelar (kebiasaan nih, abis nonton film nya, baru dikepoin yang bener-bener. Mayan bisa mention si artinya, yg biasanya followers nya lebih dikit dari celeb tweet), ternyata yang jadi Jean Christophe adalah cewek, dan doi itu cucunya Charlie Chaplin. What a wow!
Tapi sayangnya itu gak didukung sama film nya. Jujur, gue nonton film ini sampe abis karna nungguin kayak plot twist, kayak maybe Daniela, si cewek yang disukai Guillie, atau temennya itu, masuk di kawanan juga. Atau ya apa gitu kan. Tapi no, cukup ketebak ceritanya.
Kalo lo masih mau download sih, bisa klik disini :)

Iya sih, gue pernah bilang di askfm gue kalo gue, bisa dibilang gak pernah download film yang ratingnya dibawah 5,5, bahkan biasanya dibawah 6 gak gue download. DAN INI CUMA 4,5?! Biar gue membela diri dulu ya.
Pertama, gue gak liat imdb pas download ini, sama sekali. Gue download nya dari ganool pula kan, kecil pula. Kedua, ini mystery and thriller; ketiga, ini spanish. Yang kalo digabung, ya gue cukup percaya dengan 2 kategori terakhir. Dari semua film Eropa, yang Jerman, Prancis, Belanda, Sweden and all those Scandinavian, Spanyol itu udah yang paling paling. Gambar paling bagus, jalan cerita ya paling mendingan, dan ya muka juga sih. Masih ingat pastinya pada abang Mario Casas di 3MSC, Tengo Ganas de Ti sama Ismael yekan?
Tapi ternyata yang ini mengecewakan :(

Yaudah lah, paling gak gue tonton sampe abis, dan gue bahkan tulis review nya. Gue juga lumayan deg deg an yang pas dia masuk ke rumah orang, dan mau ngambil si anak yg diculik itu. Tapi emang sih, besok besok mending nungguin film Bang Mario Casas aja. Ada siiiih, film dia yang baru, tapi gajelas banget. Udah gitu, disitu dia rambutnya super aneh, dan walaupun tetep ganteng, tapi jadi gasuka --" Yaudah lah, sudah waktunya gue menulis lagi.
Atau mungkin tidur karna nanti jam 10 ada kuliah lagi.

Ah, alasan kamu, Ribka!


-xox
@ribkadel

Europe

[Review-Film] À Perdre La Raison

12:12 AM

Udah nonton film nya dari 2 hari yang lalu, tapi ga sempet sempet posting karna sorenya kuliah mulu, sementara siangnya bobo mulu. Paginya? Ya baru bobo. Malemnya? Ya ngalong kayak biasa. Kenapa ga nulis pas malem? Soalnya pas ngalong biasanya gak selalu mood nulis. Abis nonton kadang random liat-liatin website yang jualan dress, atau kemaren mendadak rajin bukain soal hukum-hukum dan segala macemnya.
Well, gausah curhat!

Anyway, yang mau gue bahas kali ini adalah sebuah film Perancis. Seneng banget sih akhirnya nemu film Prancis lagi, udah lama banget soalnya :( udah gitu, film Perancisnya juga menang Cannes pula kan! Kurang excited apa coba?


Title: Our Children / A Perdre La Raison
Country/Language: Belgium / French
Genre: Drama 
Length: 114 minutes
IMDb rating 6,7

Well, liat kan sampe ada tulisan 'For your consideration" di poster atas? Jujur, gue download juga karna itu sik, padahal gue lagi nyari yang Romance belakangan ini, tapi emang lagi jarang banget :( Tapi, gue download juga karna resensinya sik. Cukup menggelitik, walaupun yaaah, seperti film Eropa pada umumnya, endingnya gantung gitu dan ga nyelesein masalah.
Semacam digantung gebetan tanpa ada status yang jelas. Hashtag huft

Anyway, ceritanya sendiri soal Mounir sama Murielle, pasangan yang akhirnya menikah gitu. Openingnya sih agak ganggu sebenernya, karna langsung ngomongin soal Murielle yang di rumah sakit, dan keempat anaknya mati. There, I told you already. Walaupun ya walaupun nih, gue pecinta serial crime mistery kayak CSI Criminal Mind dan teman-temannya, dan otak penulis gue bikin bikin skenario asal gitu biar mengantisipasi semua kejutan yang mungkin ada, kayak mungkin bukan Murielle yang bunuh, atau ada yang jahat, atau gimana lah gitu.
Tapi emang ga ada kejutan sih --"

Anyway, balik lagi. Jadi Mounir ini kan kayak dari Nigeria gitu, nah trus dia di Belgia sama Dr Andre, suami kakaknya, dan bawa dia ke Belgia dan bertindak jadi adoptive father gitu. Andre itu dokter emang, dan akhirnya pas Mounir bilang dia sama Murielle mau nikah, mereka akhirnya hidup di rumah Andre.
Well, pernikahan ga gampang. Murielle itu ngajar kan, jadi guru, sementara Mounir nya kerja bantu bantu praktek Andre gitu.Nah trus Murielle hamil anak pertama, trus kedua, trus ketiga, semuanya cewek. Sampe yang akhirnya keempat, itu cowok. Well, agak mirip sama turunan gue sih, gue anak pertama, sampe anak ketiga cewek, trus anak keempat cowok.
Oke, curhat lagi --"
Nah, trus si Murielle nih agak tertekan gitu, karena apa ya, ya namanya tinggal di rumah orang dan numpang gitu kan? Udah gitu dia inget pas abis dia nikah, adeknya Mounir tuh kayak mojokin gitu, bilang Mounir enak, dibawa ke Belgia, udah nikah, udah dapet ijin gitu. Karena ternyata mereka juga kayak ilegal gitu kan, kakaknya Mounir aja nikah sama Andre biar dapet ijin kayak permit living gitu.

Selain itu, Murielle juga tertekan karena ya itu, Mounir nya juga emosi mulu padahal anaknya cuma mau main sama dia, trus Murielle tuh kayak capek sendirian, kerja sendirian ngurusin rumah segala macem, belum lagi Andre nya itu kayak mojokin dia terus kalo dia sama suaminya berantem, gitu gitu deh.




Jujur, gue nonton film ini, beneran kayak ngeliat mini movie bout my family, mungkin. Pas Murielle mau pergi kerja, anaknya baru 2 tuh yg cewek, trus dia pergi, dan Mounir jagain anaknya yang bayi, sedang anak pertamanya main mobil-mobilan gitu, gak terlalu diperhatiin. Eh, gak lama, ada bunyi kayak jatuh gitu, dan anaknya udah nangis, di tangga jatuh gitu dooooong!
Gue aja langsung shock sih disitu, bayangin anak kecil jatuh di tangga, nangisnya kenceng banget. Si Murielle juga langsung lari balik lagi, trus mereka ke mobil buat ke dokter, dan di mobil Mounir nya kayak emosi banget maki-maki si Murielle, sementara Murielle tuh cuma bisa nangis sambil minta maaf terus terusan, sambil melukin anaknya yang nangis. Trus anaknya nanya "Mommy, Papa," gitu, trus Murielle cuma bilang "Papa is driving and making sure everything okay,"
Trus gue kayak ZEG! Sebegitunya sih kasih sayang orang tua. Gue jadi inget jaman nyokap gue dulu punya 3 anak cewek, gue sama adek gue bedanya cuma setahun di bawah gue, trus yang satu lagi beda 4 tahun. Jadi pas gue TK, emak gue masih sibuk ngurus anak bayi lagi. Jujur, gue dulu pas TK belajar nulis sama nenek Karo gue, sampe SD juga bukan sama emak gue. Bukannya gue ngeluh atau apa sih, justru gue agak berkaca aja. Kalo disini, anak-anak Murielle itu sama Andre mulu, karena kedua orang tuanya terlalu sibuk kebanyakan punya anak, dan jaraknya juga gak diatur dulu gitu.
Makin curhat --"

Anyway, in the end, ceritanya Murielle manggil anaknya satu-satu, trus abis itu hening, trus si Murielle teriak, udah gitu dia nelpon 911, bilang kalo dia ngebunuh keempat anaknya. Dia kayak tertekan banget gitu kan, mungkin udah ga sanggup lagi gitu. Dan dia bilang di telpon, tadinya dia mau bunuh dirinya sendiri juga, tapi dia gak sanggup.
Sekali lagi gue inget nyokap gue. Scene anaknya jatoh, gue juga pernah. Jatuh karna kesalahan gue sendiri, main lompat tali pake anduk, dan akhirnya jatuh sementara dulu rumah lagi dibenerin jadi lantai banyak yang runcing gtu karna masih semen mau diganti keramik. Sampe sekarang masih ada bekasnya di dagu. Belum pas adek gue dulu juga jatuh sampe dahinya ada robeknya. Dan gue inget bokap gue tipikal yang bakal marah banget kalo anaknya kenapa-napa, dan marahnya ke nyokap. Karena itu dulu dia gak bolehin nyokap kerja, dan disuruh ngurus anak aja - walaupun sekarang nyokap gue guru SMP.

Banyakan curhat nih gue jadinya hahahah. Tapi emang pas ini film dari pertengahan gitu, gue malah terus terusan berkaca gitu, mikirn gimana ya emak gue selama ini? Gimana ya beban batinnya? Capek-capeknya ngurusin anaknya, yang sampe sekarang begini-begini aja. Tekanannya dulu pas nenek kakek gue masih idup, belum kalo dia diomelin bokap gue, ish gila lah. Gue kayaknya sih ngerti kalo dulu nyokap gue ngebuang gue kemana gitu kan, kalo liat film ini. Apalagi mungkin kalo dia liat gue sekarang yang gini gini aja dan gak bisa dibanggain hahhaha. Gue jadi mikir aja sik kayak beban jadi ibu itu seberat itu coy. Gue, jujur aja, kemaren sampe berdoa khusus gitu buat nyokap sama bokap gue abis nonton film ini, dan kayak berterima kasih aja Tuhan udah baik banget sampe orang tua gue masih sanggup aja ngebesarin anak yang begini lol.
Semoga nyokap bokap gue gak nyesel dulu gak ngebuang gue hahahha.

Anyway, buaut film nya sendiri, kalo menurut gue pribadi sih, lebih ke film psikologi ya kayaknya. Agak berat, bukan dalam artian lo mesti mikir model Inception, tapi bukan film ringan juga. Menghibur sih, dan bikin gue sadar juga. Itu gokil lho kalo buat gue, bisa tobat karna nonton film lol.

And that, makes me add another thing on my list. Both my 'resolusi 2014' and also 'before 25' lists. Gue mau lebih peduli sama kedua orang tua gue. Semua orang tau gue manusia paling cuek, dan bisa aja semingguan gak telponan atau sms an sama bokap atau nyokap kalo belum dihubungi duluan. Tapi, sejak nonton film ini dan well, dikasi liat gimana beban jadi orang tua, dan mengingat we are getting older but our parents also, gue pikir gue juga gak boleh seegois slash secuek itu,
Well, resolusinya sih gak terlalu baik berjalan di 2 hari ini, karena kemaren gue masih belum ngubungin bokap nyokap sama sekali, and today, tadi juga yang nelpon duluan bapak sama mamak, bukan eyke.
Well, kita bisa coba lagi besok hehehhe

Oh and anyway, for me, personally, this movie deserved being on Cannes dan bahkan pemeran Murielle nya won best actress. She just delivered the character way too god, I myself believe she might got mental disorder after that. And I will give 8 for the rating.

Oh iya, kalo mau download, bisa langsung klik disini, trus ntar to the file, nanti klik download yang di bagian bawah kiri :)


-xox
@ribkadel

Europe

[Review-Film] La Cage Doree

4:46 AM

Jam setengah 5 pagi.
Kenapa sih gue tuh doyannya nonton film malah jam jam orang harusnya tidur. Dimana-mana sih, orang kalau ngantuk itu tidur ya, bukannya malah nonton film trus ga jadi jadi tidur. Hasilnya abis nulis review, tidur seharian sampe sore. Baru tidur di jam orang-orang udah bangun dan siap-siap mau berangkat kerja atau beraktifitas lainnya.
The perks of being pengangguran.
Well anyway, kali ini gue baru beres nonton film Perancis, yang ada taste of Portugal-nya gitu deh. You'll see later. And yes, I'll give the link to download.


Title: La Cage Doree / The Gilded Cage / Portugal mon Amour
Country/Language: France / French, Portuguese, English
Genre: Drama, Comedy
Length: 90 minutes
IMDb rating 7,4

Well, sebenarnya gue ga terlalu suka sih kalau cuma Comedy doang, dan gue juga gatau kenapa gue download film ini, selain ratingnya yang lumayan, dan well, masuk di jajaran folder Perancis di website langganan. Dan baru didownload kemaren banget, dan gak lama dianggurinnya. Well, walaupun kemudian ada 2 cowok super cakep di dalemnya, yang bikin gue betah nonton lol.
Anyway, back to the topic. Review. And here it is.
Ceritanya soal Maria dan Jose, pasangan suami istri yang aslinya berasal dari Portugal, tapi udah 30 tahun tinggal di Perancis dan menetap disana. Mereka cuma warga biasa, Maria kerja sebagai penjaga rumah orang kaya gitu, doorman istilahnya, di wilayah kecil tempat 3 keluarga tajir yang biasa dilayani dia, merangkap pembantu, sementara Jose kerja sebagai tukang bagunan, dikenal sebagai tukang batu, karna dia spesialisasinya sama bata gitu. Mereka punya 2 anak, Paula dan Pedro.
Suatu hari, mereka dapat surat yang ngabarin kalau saudara Jose satu-satunya, meninggal dunia. Dan Jose dapat warisan seluruh harta kekayaannya, which is banyak, mulai dari berhektar-hektar vineyard, rumah, usaha, dll. Tapi, semuanya ada di Portugal. Dan Jose mesti balik ke Portugal, atau semua harta itu akan dilelang dan disumbangkan untuk negara.
Dan disitulah masalahnya. They're struggling upon the fact that they have family already here in France. Kedua anak mereka nyuruh mereka buat ke Portugal, dan nikmatin hidup, tapi mereka udah terbiasa menjadi orang yang melayani orang lain, dan gabisa banget bilang enggak kalau misal ada yang minta bantuan. Tapi masalahnya, mereka ga tau kalau ternyata 1 kota kecil tempat mereka tinggal, udah tau kalau mereka ngewarisin banyak harta gitu - karena tetangga sekaligus udah dianggap saudara sama Maria, ngebaca surat tersebut dan ngegosip ke 1 orang, yang kemudian menyebar. Dan semuanya sepakat pengen pasangan suami istri itu tinggal. Banyak cara dilakukan, mulai dari bos Jose naikin gaji dia di kantor, ngasi pakaian mewah, Maria juga dikasi syal bagus, bahkan sampe tetangganya itu pura-pura bilang kalau suaminya masuk rumah sakit dan dia butuh Maria banget karena sedih berkepanjangan.
Sampai akhirnya, Maria dan Jose tau kalau ada beberapa yang bahkan berbohong, dan bahwa seluruh kota udah tau mereka mau pindah ke Portugal. And they snapped instantly. Kayak, mereka akhirnya sadar kalau mereka terlalu baik sampe akhirnya dibodohin orang, jadi badut yang disuruh-suruh mulu, dan well, mereka mulai gak mau bantuin orang yang minta bantuan, sampe bahkan ngerusak tanaman bunga salah satu bos Maria.
Di bagian sini sih gue jadi inget tweet nya Caitlin yang gue retweet juga beberapa hari yang lalu.
That's the problem with putting other first; you've taught them you come second
Quite interesting, but sad at the same time. Well, balik lagi ke film-nya, yang menurut gue ga ada komedi-komedinya malah, akhirnya mereka emang ke Portugal sih, dan Paula, anak mereka yang besar, akhirnya nikah sama anak bosnya Jose, yaitu Charles aka Lannic Gautry yang memerankannya. And deym, he's smoking hot lol.
Anyway, menurut gue film nya bagus sih. Wajar IMDb ngasi rating sampe 7, tapi gue bakal kasi 7,9. Selain ada 2 cowok ganteng buat nyegerin mata, film nya juga ngajarin sesuatu dan ada poin plus nya. Kalau lo kadang harus fight for yourself. Dan well, kalau menurut gue sih, not every people as good as they seem, so beside your own family, no one worth enough kayaknya. Unless your significant other sih kayaknya, like Charles and Paula.
Jadi sirik sama mereka berdua, heheh. Well, kalau lo mau tau se sweet apa si Charles itu dan well, mungkin bisa ikutan merenung karna film ini, lo bisa download disini, atau disini. Semoga ada manfaatnya :)

-xox
@ribkadel

Search This Blog

Total Pageviews