chicklit

[Review - Buku] The Architecture of Love by Ika Natassa

1:23 PM

Akhirnya tibalah kita di bulan Desember, dan bahkan ini sudah tanggal 26, dan bahkan post bulan ini tidak ada sama sekali, dan bahkan, setelah dilihat lagi, selama setahun ini, review buku di blog ini cuma ada SATU. Ini menyedihkan!

Kalau merujuk pada keterangan di Goodreads, dari 10 books yang gue set untuk Reading Challenge 2016 gue, sampai saat ini gue baru selesai 60 persennya, which is, yes, 6 buku. Novel yang sudah gue beli dan sekarang sedang proses dibaca, ada 2, yaitu Wonder Fall-nya Elektra Queen dan Finding Ciderella-nya Colleen Hoover. Sementara 2 novel baru beli yang bahkan belum dibuka bungkusannya adalah The Trial nya Franz Kafka dan Secangkir Kopi dan Pencakar Langit-nya Aqessa Aninda. Harusnya, kalau semuanya bisa gue selesaikan dalam sisa 4 hari tahun 2016 ini, harusnya, gue bisa menyelesaikan Reading Challenge gue.
Yang mana, hal itu mustahil terjadi.

Sudahlah, openingnya sudah cukup. Sudah cukup gue mengeluh soal kebiasaan lama gue, yang suka lupa nulis di blog terus komplen di ending-nya. Mari kita langsung saja ke pokok pembicaraan. And here's the review.



New York mungkin berada di urutan teratas daftar kota yang paling banyak dijadikan setting cerita atau film. Di beberapa film Hollywood, mulai dari Nora Ephron's You've Got Mail hingga Martin Scorsese's Taxi Driver, New York bahkan bukan sekadar setting namun tampil sebagai "karakter" yang menghidupkan cerita.
Ke kota itulah Raia, seorang penulis, mengejar inspirasi setelah sekian lama tidak mampu menggoreskan satu kalimat pun.
Raia menjadikan setiap sudut New York "kantor"-nya. Berjalan kaki menyusuri Brooklyn sampai Queens, dia mencari sepenggal cerita di tiap jengkalnya, pada orang-orang yang berpapasan dengannya, dalam percakapan yang dia dengar, dalam tatapan yang sedetik-dua detik bertaut dengan kedua matanya. Namun bahkan setelah melakukan itu setiap hari, ditemani daun-daun menguning berguguran hingga butiran salju yang memutihkan kota ini, layar laptop Raia masih saja kosong tanpa cerita.
Sampai akhirnya dia bertemu seseorang yang mengajarinya melihat kota ini dengan cara berbeda. Orang yang juga menyimpan rahasia yang tak pernah dia duga.


Kalau berdasarkan keterangan di Goodreads, gue beres baca novel ini sekitar Oktober 2016, beresinnya 4 hari, dan, seingat gue pun, gue memang ga lepas sebelum bukunya beneran selesai gue baca. Gak kayak beberapa novel yang lagi di currently-reading shelves gue, yang bisa dibaca gantian, cepet bosen, dan suka ditinggal begitu saja. Yep, Ika Natassa still have that magic in this book.

Novel Ika Natassa yang pertama kali gue baca, adalah Critical Eleven. Pun gue sudah nulis resensinya disini. Dan, as I said, sebelumnya, gue bukan termausk penggemar Kak Ika, not until my former office signed agreement with her to make her book, Twivortiare, into a movie. Speaking of which, gue urusin perintilan itu kontrak dari 2015, sampe ini 2016 sudah mau abis, gue sudah keluar setahun lebih dari itu kantor, dan that movie is still far from the word finish. Gue rasa bahkan mungkin belum cari cast nya. Well, let that MD thing become MD thing, I don't need to spoil it here.

Jadiii, baiklah, review buku. This book, is about Raia Risjad and River Jusuf. Raia, penulis, kabur ke NY untuk melarikan diri dari rutinitas nulis buku - diterbitin - best seller - promo buku seluruh Indonesia - latest thing bahkan promo film seluruh Indonesia - capek. The circle will remain the same, tapi, kali ini, ada alasan lain dia pergi ke NY. Bukan cuma rutinitas yang melelahkan. Tapi, karena dia sudah bercerai dengan suaminya. And we need to talk about it.

Clearly I'm not married yet. I never even have a relationship before, well yeah. So, probably I'm the only one who think this is weird, but Alam's reason to left Raia is quite, idk, confusing? Ya sih, kalau sudah nonton serial banyak-banyak, palagi Grey's Anatomy belasan season itu, well, I get it. Ninggalin orang pas orangnya lagi sayang-sayangnya, dengan alasan absurd, memang acceptable, somehow, di series, dan itu, like, di luar sana, di Amerika. Tapi kalau misal di Indonesia begitu, somehow, gue ngerasa kayak ya aneh saja. Sedikit dipaksakan, probably, tapi acceptable lah.

Alasan Raia kabur karena akan ditanya-tanya keluarga, apalagi scene dia ke nikahan sepupunya, semalas itu ke nikahan sepupunya, karena bakal banyak judgement sana sini, itu bener-bener understandable. Completely got it. Dan langsung dilanjut dengan River yang ada disana, dan kemudian ditutup dengan,

"Kamu mau apa Riv?"
"Aku mau... kamu,"

ITU SUKSES BIKIN GUE GEGULINGAN DI KASUR! Yeah, maafkan jiwa labil gue, but there, right there, gue langsung ngebayangin di kepala gue scene itu, dan, it will beat all those chick-flick romance thing out there, yang kayak ala-ala Hollywood gitu. It sure will beats those romance thing. It will, hear me out.

Okay, 1 scene and I got crazy. Pardon me.

Anyway, jadi, kita sudah tau Raia kenapa. Dia ditinggal suaminya, justru ketika, bisa dibilang, dia sedang di titik bahagia. Bukunya difilm-kan, film nya juga cukup bagus, kehidupan pernikahan mereka baik-baik saja, pokoknya bahagia. Well, kecuali masalah anak. Dan, jujur, ketika akhirnya ditambahkan bahwa anak juga jadi faktor Alam ninggalin Raia - dan bukan cuma perkara Raia membicarakan mengenai hidup mereka di film itu - gue akhirnya bisa menerimanya.

Sekarang River Jusuf. Dia kenapa? Sebelumnya, ya well, namanya sangat menarik ya. Bapak Sungai. Dingin, ga banyak bicara, hobi gambar, and ended up, he's architect. Yeah yeah, emoji mata penuh heart icon sudah bisa dikeluarkan. But then, something happen to him too. He also has a past.

When I read "membunuh istrinya", di kepala gue cuma ada "paling kecelakaan mobil". And, again, I was right about it. Just like, I was right about the ending of CE (read my review, please, link nya di atas), will be, them having a baby. Or babies. Yang, akhirnya sih 1 doang ya, gak 2 anaknya. Not blaming at all, no, soalnya, memang ya, sesulit itu juga sih cari yang lain. Kalo ngebunuh beneran as in ngebunuh, that would be crime story instead of romance. But, I just kinda hate it when it's predictable.

This book will bring you around NY, there's no doubt about it. Gue selalu suka dengan penjabaran yang detail, walaupun kadang ada beberapa yang gue skip, bukan karena alasan apapun, tapi takut makin ingin kesono, padahal ga mampu :(. The way Ika Natassa tells story, itu somehow membuat lo kayak memang lagi jalan-jalan, ngintil di belakang mereka berdua, going here and there, dan kemudian, bisa percaya, kalo bahkan, diem-dieman itu seru. Karena, lo punya kegiatan bersama, and that's enough. Being together is the point, without the need to do exact same thing. Being together is what counts.

As I said on Goodreads too, I love Critical Eleven more, but I still gave 4 for this books. If CE gots 4,5 this will got 4,2. Anya dan penderitaannya soal anak yang tidak sempat dia lihat, cuma bikin gue mengingat ingat karya tersohor Ernest Hemingway, the shortest novel ever, yang "For sale: baby shoes, never worn". And damn! Itu beneran bikin luka makin tersayat-sayat bacanya.

Now that we reach that point - talking bout CE over and over -, let me rant a little bit more. Critical Eleven bakal difilm-kan. Probably around next year bakal keluar. Dan gembar-gembornya luar biasa banget. I will, again, be completely honest here. Waktu diumumin bahwa cast of Ale-Anye is Reza Rahadian, I was, kinda dissapointed. Like, there is no other actor in the entire Indonesia? He's just, too much. Too much movies, that's what. I even tweeted that I will not watch it in cinema cause he's Ale. But now, seeing all those spoilers and pictures and errthing promoting the movie, there might be a chance I watch it on cinema.

Anyway, this, this The Architecture of Love novel is special, because it is also, the very first novel yang awalnya diangkat dari Pollstory nya Twitter. And somehow, masih ada lanjutan-lanjutannya di twitternya Ika Natassa, yang, although cuma 2 part, tapi itu juga sudah bikin kangen ke Bapak Sungai cukup terobati. You can read the post-stories here.

In fact, the reason akhirnya gue nulis blog lagi adalah, sebenernya tadinya mau ikut lomba bikin resensi Critical Eleven, tapi terus sadar sudah pernah nulis review nya. Terus kepoin twitter Ika Natassa, terus baru inget ada lanjutan River-Raia episode 2 tanggal 24 kemaren, terus akhirnya mutusin dan membulatkan tekad menulis resensi di blog.

Sudah ah, kepanjangan. Iya sih, di kantor juga memang segabut ini karena masuk di jadwal cuti bersama. Tapi kan, kita mau lanjutin nulis naskah dan juga review film filipin :))))))





December 26th, 13:21

Cheers !
RAP

A Week To Forevew

[Review - Buku] A Week To Forever by Stephanie Zen

5:56 PM

UDAH LEBIH SETENGAH TAHUN DI 2016 DAN BELUM ADA REVIEW BUKU?!

Ini menyedihkan. Sebagai penulis, yang mana harus rajin membaca untuk bisa menjadi penulis yang baik, fakta ini menyedihkan. Dan bukan cuma review, gue juga emang ga baca novel sama sekali di 2016 ini. Kalau diliat, di bulan Februari, gue rajin review film karna emang lagi rajin nonton. Tapi, novel Me Before You yang nyarinya udah kayak nyari harta karun itu, dan film nya bahkan udah tayang di luar negeri - dan gatau bakal masuk di Indonesia apa enggak - itu, belum juga beres gue baca. Padahal dulu targetnya mesti udah selesai baca sebelum film nya rilis.
Iya, dulu. Saking udah lamanya gue mulai baca itu buku, tapi gak kelar-kelar.

Tapi, kalau dilihat lagi di 2015, gue juga baru bikin review buku 2015 di bulan Oktober. Dan sepanjang 2015, cuma 1 buku doang yang gue review. Lebih menyedihkan :(
Padahal gue lagi menggalakkan rajin membaca di 2016, sampe bikin reading challenge di goodreads kalo harus baca 10 buku di 2016. Dan yang terselesaikan baru 1. SATU. SA-TU.
Sangat menyedihkan.

Ya sudah lah. Tanpa perlu berlama-lama lagi, mari kita tulis review kali ini.




Amaya Jasmine Koesoemo tak pernah menduga, satu minggu bisa mengubah seluruh jalan hidupnya.
Tujuh hari. Seratus lima puluh empat jam. Dan bum! Semua masa depan yang telah Amaya rancang bersama Caleb buyar begitu saja.
Pertemuannya kembali dengan Dirgantara Hidayat setelah enam tahun berselang, ternyata mampu membangkitkan kembali kisah lama di antara mereka, kisah yang dulu diakhiri bahkan sebelum sempat mereka mulai.
Dan kini kisah itu menuntut haknya kembali.
Satu minggu business trip di Singapura. Pertemuan tak sengaja dengan Dirga yang berlanjut dengan pertemuan-pertemuan berikutnya, dan semua kenangan di antara mereka mendesak keluar tanpa ampun.
Beranikah Amaya mempertaruhkan masa depannya demi masa lalu yang belum tuntas? Meninggalkan tunangan yang mencintainya dan rencana pernikahan yang telah disusun begitu rapi hanya demi memberikan kesempatan bagi satu minggu itu untuk menjadi selamanya?


Oke, jadi Amaya Jasmine Koesomo ketemu mantannya di Singapura, waktu dia lagi ada business trip seminggu disana. Well sorry, bukan mantan, karena mereka sebelumnya gak pernah pacaran. Kalau di buku sih, kata yang tepat untuk menggambarkan apa arti Dirgantara Hidayat untuknya, adalah cinta sejati. Yeah right, as cliche as it sounds, they were just friend back then, tapi sama-sama saling suka. Masalahnya? Mereka terpaut usia 5 tahun, dengan Dirga yang lebih muda dari Aya.

Padahal sekarang, Amaya sudah bertunangan dengan seorang pria yang dijodohkan oleh orang tuanya, dan mereka akan menikah dalam waktu dekat. Waktu yang amat sangat dekat. Beberapa bulan lagi saja. Tapi pertemuan seminggu di Singapura itu juga bukan pertemuan singkat yang mudah dilupakan. There's too much there. Too much new thing, too much old memories, too much feelings, just too much.

Seperti halnya review gue di goodreads, gue akan mengatakan bahwa buku ini cukup bagus. Gue gatau kalau yang namanya Christian Romance itu ada dan diterima di Metropop. Dan jujur aja, buku ini bagus kalau menurut gue, karena pengajarannya soal kekristenan gak terkesan menggurui gitu, tapi, esensi kasih dan hidup Kristen itu cukup baik dan tersampaikan. Beberapa scene soal mereka punya semacam jadwal ibadah anak muda rutin diluar ibadah gereja yang seminggu sekali, terus ngomong soal pernikahan, dan bagaimana memegang komitmen dan tidak mau melukai hati Tuhan, semua disampaikan dengan baik, dan gak macam memaksakan harus mengerti Kristen juga. Cukup natural dan general, tapi yah, esensinya dapet.

The only problem from this book is, yeah right, the ending. YES! SPOILER ALERT! Pada akhirnya, pernikahan Amaya dan Caleb itu akhirnya tidak jadi, karena Caleb, ternyata menghamili salah satu rekannya di kantor, yang, well yeah, kebetulan banget, waktunya bersamaan dengan waktu Amaya had business trip itu ke Singapura. Kalau gue gak salah inget sih. Atau justru pas Amaya ke Singapura, disitu rekan Caleb bilang kalau dia hamil, anak Caleb. Yah, pokoknya semacam itu. Dan kemudian Caleb merasa berdosa, dan tidak jadi menikah, karena, ketika di depan Altar, di hadapan Amaya, disaksikan puluhan mata, setelah ditanya lagi oleh Pastor, dia tidak sanggup mengucapkan janji setianya.

Yeah, the main character do nothing wrong. Saved by the bastard over there.

No, I'm not complaining. Finding a good ending is not easy. And else, every possibilities seems used by other people already. And of course, people want a happy ending. And yes, as a writer, you will love your character that much.
I understand.

Out of 5 stars, I will give this book 3,7. As I said, this is good. Gue gak langsung tamat beres baca dalam a day or two sih, soalnya bacanya juga sepanjang perjalanan pulang dari kantor, di bus transjakarta, itu pun kalo lagi kebagian duduk, atau berdiri tapi bisa senderan.
But I have to admit also, ada scene-scene atau halaman-halaman yang, ketika gue membaca itu, bisa bikin gue senyum-senyum sendiri ngebayangin adegannya di kepala gue.
So yeah, it's good.

Gue cuma berharap gue bisa lebih rajin baca, dan lebih rajin tulis juga, dan accomplish my target for book challenge 2016 di goodreaads, di tahun ini.


PS: this post is actually being written around last week, sekitar tanggal 5an pas libur lebaran, tapi sebelum gue selesai nulisnya, laptop sudah mati di starbucks, dan gue ga beres nge review.

July 14th, 2016, 17:57

Cheers !
RAP

Christina Juswar

[Review - Buku] Let Me Kiss You by Christina Juzwar

12:12 AM

Udah lama ya gak nulis review buku?

Dari kemaren kan gue pengen nulis blog, tapi gatau mau nulis apaan. Trus liat bulan oktober udah mau abis, tapi postingan di blog cuma 1, rasanya sayang banget. Jahat aja gitu postingan gue jomblo sendirian. Cukup gue aja yang menderita, postingan gue jangan. Walaupun gue gatau mesti nulis apa, karena sesungguhnya gue belum nonton film Eropa buat bikin review, sementara buat buku, gue belakangan lebih sering review di goodreads
PS: Ini gak harus sih, tapi kalo lo mau add gue jadi friend di goodreads, boleh klik link di sebelah kiri, yang tulisannya goodreads, nanti langsung ke profil gue :p

Anyway, kembali ke jomblonya postingan gue yang kasian banget cuma sendiri, akhirnya gue pikir, yaudah lah gapapa gue bikin review buku. Udah lama banget gak review di blog. Lagian gue belum bisa tidur. Lagian review di goodreads ga terlalu seru karna kalo kebanyakan takut jadi spoiler, dan kedikitan malah greget karna gue gabisa nulis gak kemana-mana bahasannya.
So yeah, selain review buku ini, gue juga kayaknya bakal langsung bikin borongan nih review post gue. Biar ga bedua doang nanti post an bulan Oktober gue, soalnya kalo bedua doang, orang ketiganya setan. Gue bakal review 3 sampe 4 buku sekaligus, biar langsung rame, dan postingan gue ga jomblo sendirian lagi.
Author dan pemilik blog yang baik ya gue :"

Anyway, let's start!

Judul: Let Me Kiss You
Penerbit: Gagas Media
Cetakan Pertama, 2014
Sebuah percintaan yang rumit.
Sebuah ciuman yang tak akan terlupa. 
Secercah harapan yang tak kunjung nyata.
Seorang perempuan yang datang dengan hati luka, tetapi tak mau melepaskannya.
Seorang lelaki yang kembali dengan rasa yang sama, tetapi terlalu angkuh untuk mengakuinya.
Rahasia yang penuh intrik.
Kebohongan yang tak akan ragu mengusik.
Cinta masa lalu.
Penyembuh lukamu.
Mungkinkah?


Let Me Kiss You, sebuah kisah cinta urban tentang lelaki penuh pesona yang mampu meluluhkan hatimu, tetapi kau tahu jatuh ke dalam pelukannya adalah sebuah kesalahan. Namun, ia adalah candu yang membuatmu tak mampu berpaling. Ada banyak alasan untuk menolaknya, tetapi tak mampu kau ungkapkan satu pun.

Baca kisahnya dan temukan lelaki itu. Sebelum menutup halaman terakhir, carikan satu alasan logis untuk perempuan yang datang dengan hati luka itu, agar ia berpikir kembali apakah yang harus ia pilih; melangkah ataukah tinggal dengan segala harapan yang tak akan pernah nyata

Gue baru beres sih baca novelnya. Sebenernya, pertama kali gue baca tulisan Mbak Tina itu dari buku kumpulan cerpen gitu kayak Omnibook Gramedia yang ada Ilana Tan dan AliaZalea, dan disitu gue cuka ceritanya Mbak Tina. Jadi, gue beli novelnya, yang pertama Three Days To Remember, trus yang ini. Tapi, sayangnya, dua duanya menurut gue masih kurang, ga sebagus di buku Omnibook itu.
At least that''s what I think.

Okay, kita bahas ceritanya dulu. Jadi Adrina udah punya pacar, 3 tahun, super ganteng, tapi belakangan ketauan kalo udah punya bini. Sementara Daniel, bos barunya di kantor, ternyata dulu adalah mantan tunangannya, yang kabur ke luar negeri, karena harus ngurusin perusahaan keluarga, dan akhirnya kembali. Office Romance gitu deh, sekantor, Danielnya udah dingin, dan dia berusaha profesional dengan gak ikut campur soal hidup Drina. Tapi ya gitu deh, ga bisa juga lama-lama, apalagi pas tau Drina disakitin sama si James, laki berbini itu.
Buat nambahin bumbu, adalah namanya Renata, cewek yang deketin Daniel, artis yang mau dipake kantor mereka buat jadi pengisi acara dan ambassador buat brand parfum baru gitu deh.
Daniel sendiri jadi kaku karna dulu dia udah pernah nikah, tapi istrinya meninggal, dan keluarganya juga bisa dibilang nyalahin dia, makanya dia balik lagi ke Indo, kerja di kantor orang juga dan akhirnya ketemu Drina. Yaaah, romance gimana sih? Tebak sendiri aja ya :)

Anyway, seperti yang gue bilang, ga sesuai ekspektasi gue. Dari cover, yang langsung ngingetin sama novel novel Christian Simamora dengan adegan yummy lol, disini gak ada-ada banget. Trus mengingat ini gagas media, yang yah walaupun gue sering kecewa juga sih, ekspektasi gue terpaksa tidak terpenuhi dengan konsep gagas yang ada di kepala gue. Chic lit yang modern, liberal, kinda bitchy life, typical novel Bang Ino gitu deh hehehe :p
Trus, seperti halnya Three Days To Remember yang menurut gue 'drama ftv banget', disini juga ada beberapa scene yang kayak sinetron gitu, kayak berantem di mall sampe adegan nampar James, trus adegan 'lepasin tangan gue Daniel' yang kayak adedgan anak SMA gitu deh.

Jujur gue awalnya biasa aja sama novel ini, trus tengah-tengah mulai suka. Tapi ada yang bikin kesel sih, di bagian endingnya. Jadi kalo lo baca novelnya, ntar bakal ada hubungan sama post it gitu. Nah dan pas di ending nya, yastaga nagaaa, rencana gue ngasi 3,5an stars, langsung merosot jatuh ke 2,5. Masa konsepnya mirip banget sama  My Amnesia Girl doooong :( langsung kesel gue, serius. Gue sih akhirnya ngasi rate nya di goodreads itu 3 stars. tapi kalo bisa pake koma koma sih, kayaknya gue cuma bakal kasi 2,7 sih, mau 2,3 gitu, tapi Daniel yang agak romantis cukup ngebantu.

-xox
@ribkadel

AliaZalea

[Review - Buku] Celebrity Wedding by AliaZalea

11:55 PM

Well well well, AliaZalea udah nerbitin 5 buku dan ini adalah buku terakhir yang belum gue baca. Ini udah beres gue baca dari 2 atau 3 harian yang lalu, cuma chrome gue dari kemaren eror, dan gue telat pinternya, baru sadar kalo gue punya Flock. So here I am, writing the review baru sekarang.

Judul: Celebrity Wedding
 Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
327 halaman, Cetakan Kelima, Februari 2013

Seperti yang udah gue bilang, gue udah baca lengkap, dan udah nulis 3 review sebelum ini, yaitu Miss Pesimis, The Devil In Black Jeans sama Blind Date. Tinggal Crush Into You sih yang belum direview, padahal gue paling suka itu. AAAA KAFKAAAA.
Anyway, let's back to the business.

Semua bermula dari Inara bosan dengan perlakuan keluarganya yang terlalu protektif, selalu mengatur kehidupannya, sehingga dia ingin menunjukkan pada keluarganya bahwa dia bisa mengambil keputusan sebagai wanita dewasa.

Kemudian ada Revel yang betul-betul terdesak mendapatkan istri untuk menyelamatkan karier musik dan image-nya di mata masyarakat. Bukan dia yang menghamili Luna, kekasihnya, dan tak mau bertanggung jawab. Dia harus menikah dan pilihannya jatuh pada Inara, akuntan publik yang bekerja padanya.

Pernikahan ini akan jadi pernikahan di atas kertas yang menguntungkan mereka berdua. Awalnya semua lancar, sampai Inara dan Revel mendapati bahwa pernikahan ini mulai terasa lebih nyata daripada yang mereka bayangkan. Mampukah keduanya menepati janji masing-masing untuk mengakhiri sandiwara ini ketika kontrak berakhir?
Well, kayak yang gue bilang di Goodreads, awalnya gue males buat beli buku ini. Agak skeptik duluan sih, karna ceritanya soal kawin kontrak gitu. Mungkin karna gue udah keburu beli dan baca Marriageable nya Riri Sardjono. Tapi kemudian, pas gue ada duit dan kebetulan gue juga udah ga ada kerjaan, gue beli dan gue baca deh bukunya. Walaupun, gue baru baca sekitar 3 mingguan abis beli bukunya.
Dan gue tetep nangis sodara-sodara -_________-"

Anyway, ceritanya soal Revel, penyanyi dan anak band super tajir, dengan Inara yang kerja jadi akuntan buat Revel, dan label musik miliknya. Nyokapnya Revel ga suka sama pacarnya, Luna, yang artis gitu. Typical sih, baik di media, cakep, kayak down to earth banget, but in fact bitchy abis in real world. Dan kemudian, si Luna nya hamil, dan yah gitu , bikin kontroversi segala macem. Dan itu ngancem album Revel, dan segala macem urusan promosi dan keartisan.
Dan nyokapnya Revel punya ide bagus. Yeah right, kawin kontrak. Sama Inara. And yes, udah bisa ditebak kemana ceritanya. Mereka nikah, dengan well, beberapa konflik, awalnya saling jaga jarak, bukan tipe masing-masing, but well, you bet, at the end, they become a real couple.
Cliche, damn right. Yaelah, namanya juga romance bray. Kalo in the end ga bareng, ya susah juga, ga happy ending dongse? Ya bukan maksud gue mesti happy ending sih, tapi ya gitu deh. Tapi pokoknya, walaupun ceritanya emang bukan baru gitu, dan temanya juga udah cukup banyak, well, gue sakses sih teteup nangis bombay pas baca bagian-bagian terakhirnya.
OH BLESS MY EMOTIONAL SOUL!

Tapi ya kayak gue bilang, dari 5 novel AliaZalea, gue tetep paling cinta mati sama Crush Into You. I dont know, maybe thats because it was the first book from her that I read. Or maybe simply because the story such good enough. Tapi gue liat di goodreads juga pada banyakan cinta mati sama Kafka sih. Dan juara duanya ya jelas lah ya, Jo sama Dara di The Devil in Black Jeans. Well, lets say naro 'Justin Bieber' disitu bisa jadi penambah daya saing lol.
I'll give 4 out of 5 stars for this book :)


-xo
@ribkadel





AliaZalea

[Review - Buku] Miss Pesimis by AliaZalea

7:46 AM

Mumpung gue masih inget, walau gue udah baca dari Mei apa Juni kemaren. Dan mumpung gue belum tidur juga, padahal ini udah mau jam 8 pagi. Dan mumpung inspirasi buat ngelajutin naskah belum dateng-dateng juga. Jadi ada baiknya gue ngisi-ngisi blog dan nambahin postingan.

Here we go!

Miss Pesimis

Judul: Miss Pesimis
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Jujur aja gue ga beli buku ini, tapi download, dan bacanya ya dari laptop. Tapi tetep aja senewen ngeliat Didi sama Ervin. Atau mungkin malah lebih senewen karna bacanya di laptop gitu ya? Bisa jadi sih.


Bertahun-tahun Adriana Amandira memendam cinta pada Baron tanpa berani memperlihatkannya, karena mengira dia bukan tipe wanita yang disukai lelaki itu. Sepuluh tahun kemudian, ketika sudah sama-sama dewasa dan sukses, kenyataan berkata lain dan kesempatan terbuka untuknya untuk memiliki kebersamaan mereka.

Namun ketika Baron melamarnya, Adriana bimbang. Jika ia menerima pinangan lelaki itu, berarti dia akan melukai hati Oli, tunangan Baron yang juga teman mereka.

Adriana merasa frustrasi, patah hati. Untuk melupakan Baron, dia lalu memutuskan untuk melakukan perbuatan gila-gilaan yang belum pernah dilakukannya selama hidup, dan bukan khas dirinya. Salah satunya, dia ingin sekali berkencan dengan seseorang, sembarang lelaki, siapa pun dia. Dan Adriana tak mengira, bahwa yang datang menyambut tawarannya adalah sahabatnya sendiri


Jadi ceritanya soal Adriana alias Didi, yang udah di usianya kepala 3, tapi belum juga punya pacar. Well, as writtern di atas, Didi itu suka sama Baron, tapi ya gitu, dia selalu ngerasa ga cocok deh. Di umurnya yang 30 itu, dia bahkan udah dapet gelar doktor, padahal omaigutnes, mukanya aja masih kayak anak sekolahan. She's just too clever lah mungkin ya.

Dan akhirnya dia balik ke Indonesia, dan dapet kerjaan. Lupa kerja dimana sih, tapi pokoknya disana dia ketemu Ervin, well yeah, udah bisa ditebak, cakep, kece, aduh ga paham deh. Yummy! lol. They start knowing each other trus kemudian jadi temen gitu. Awalnya sih Didi pikir itu karena mereka di luar negeri aja, tapi sampai balik ke Indo, they still, yaaah, temenan.

Sampai akhirnya Baron balik lagi ke kehidupan Didi. Dan dia mau nikah, sama Oli. Tapi ya gitu, dia lagi confused, dan mungkin ga sempet pegangan. When apparently, Baron tau kalau Didi suka sama dia juga dulu, dia bahkan mau nikah sama Didi, dan ninggalin Oli, tunangan Baron sekarang.
Oh yeah, in case I didn't told you, Baron itu temen baiknya Ervin, dan mereka bahkan ketemu di sebuah acara musik gitu.Yeah yeah, besarkan apinya.

Anyway, akhirnya Didi menolak Baron, karna dia juga ga mungkin sejahat itu sama Oli. But still, dia brokenheart. Sampe akhirnya dia ngajakin Ervin ke Lembang, kabur karn Didi udah kayak mayat setengah zombie. Dan disana, Didi bertekad dia mau jadi 'gila'. Selama ini dirinya udah terlalu 'ngikut' sama semua yang ada. Di sekolah iya, belajar terus, dan segala macemnya.

Dan, Didi berencana untuk get laid, sama strangers yang dia temui disana. Dan Ervin jelas ga tinggal diam. Dia ngalangin dengan berbagai cara, sampe akhirnya, dia bilang, Didi harus play safe, and they did it.

As a woman, wajar Didi bingung mesti gimana bersikap setelah dari Lembang, ditambah Ervin mesti ke luar negri. And.... jeng jeng, Didi hamil --" She's like, almost crazy tapi dia ga mau gugurin kandungannya, tapi dia ga mau bilang ke Ervin. Sampe akhirnya, pas dia nemenin Mbak Tatiana ke dokter kandungan - well, dia sendiri diperiksa - dia ga sengaja ketemu kakak Ervin, dan semuanya kebongkar.

Gak terlalu berat sih, walau gak simple juga. Cukup suka sama jalan ceritanya, tapi kalo mesti dibandingkan sama novel AliaZalea yang dibawah, yang baru gue review, masih bagusan The Devil In Black Jeans kemana-mana. I'll give 3,5 for this one tho.


-xo
@ribkadel



AliaZalea

[Review - Buku] The Devil In Black Jeans by AliaZalea

7:15 AM

Well, selamat pagi dunia. Sekarang jam 7 pagi, dan gue ga tidur sepanjang malem karena Jo seorang. Well, bareng sama Dara sih ya, yang berhasil bikin gue naik darah, ngos-ngosan, dan teriakan ga jelas ala anak ABG liat Justin Bieber. Oke fine, gue udah ga ABG dan masih teriakan liat dia.Oke fine, bisa kita skip bagian ini?

Anyway, mumpung ini masih fresh from the oven banget sih, jadi gue memilih untuk menulis review nya langsung, sekalian gue nyari kerjaan biar ga ngantuk, karna ada event nanti jam 1 an tapi mesti udah berangkat dari kosan jam setengah 11, jadi ga akan sempat tidur lagi. So yeah, here's the review.

The Devil in Black Jeans

Judul: The Devil In Black Jeans
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
345 halaman, cetakan kedua, Februari 2013

Another AliaZalea books. Sebenernya sebelum ini udah baca Crash Into You, Miss Pesimis sama Blind Date, tapi yang baru direview ya Blind Date sampe sekarang. Mungkin abis ini dilanjut yang lain.


Dara betul-betul mencintai pekerjaannya sebagai personal assistant para artis, sampai dia bekerja untuk Blu, penyanyi opera Indonesia berumur lima belas tahun. Masalahnya bukan pada Blu, tapi kakaknya, yaitu Johan Brawijaya, drummer paling ganteng se-Indonesia yang superprotektif kepada adiknya dan membuat Dara ingin mencekiknya setiap kali bertemu.




Sebagai drummer kawakan Indonesia dengan wajah di atas rata-rata dan masih single, Jo mencintai kebebasannya untuk melakukan apa saja yang dia mau. Kebebasan ini punah dengan kedatangan adiknya di rumahnya. Seakan itu belum cukup parah, kini seorang PA artis yang sok tahu, super menyebalkan, berbentuk Dara, muncul dan mulai mengatur kehidupannya.

Satu-satunya hal yang membuat mereka berdua bisa saling bertoleransi adalah karena Blu. Atau itulah yang mereka pikir hingga ciuman itu terjadi. Satu ciuman yang membuat keduanya berpikir dua kali tentang perasaan mereka terhadap satu sama lain.


Jadi gini, ceritanya soal Dara yang akhirnya diterima sebagai PA alias Personal Asistan Blu, penyanyi terkenal gitu. Blu nya sih ga bikin masalah, well kadang sih, since she's 15 gitu kan ya. Yang bikin masalah justru Mas ya, si Jo drummer terkenal yang badannya sih kalo digambarkan, yummy banget. Oke salah fokus, kita kembali ke cerita.

Jadi, Jo itu super overprotektif sekali sama Blu, adek tirinya, yang bahkan sebelum ini ga pernah dikenalnya. Kalau ga karna papanya meninggal karna kecelakaan, dia juga ga bakal pulang. Mending dia di Jerman deh. Dan nyampe sini, apa warisan papa buat dia? NGASUH BLU! Can you like, repeat, with slower and little more soft tone?
Yeah well, ga sepenuhnya ngasuh yang ngasuh gitu sih, tapi kayak ya bertanggung jawab. Toh mamanya Blu, istri ketiga papanya - which, still can make his life miserable even he's already in hell - masih hidup, dan bisa mengasuh Blu. Walaupun kemudian mamanya ke Prancis buat kursus masak gitu, dan ninggalin Blu di rumah Jo selama 8 bulan.

Yeah well, Dara udah punya tunangan, namanya Panji. Which, at first, tampaknya ya gitu, mencintai bebasnya Dara, dan segala hal dari dirinya. But, since they're getting married, ya gitu, biasa ya egonya lelaki *tsaah kayak ngarti aja gua*, he start... apa ya namanya? membuat? Membentuk? Well, pokoknya Dara itu harus kayak yang dia mau gitu deh. Mulai ngatur-ngatur dan segala macemnya.

Which, di pihak lain, dengan hal-hal kecil yang terjadi antara Jo dan Dara, he start to feel... apa ya? Nyaman? Diperhatikan? Simply, he got something that, like he never feel before. Karna dia ngerasa dulu papanya ga peduliin dia, mamanya meninggal di umur 10 tahun, and he completely alone. Nobody cares, that's life. Sampai perhatian kecil dara dan Blu di rumah, mulai membuka matanya.

Well, they get along, sometimes, walau lebih banyak berantemnya. Dara akhirnya nolak Jo karna ya itu, dia udah punya tunangan segala macem. Jo sakit hati, ga pernah seumur-umur dia ditolak cewek, padahal Jo menyatakan perasaan, udah kayak ngeliat komet yang jatuhnya tiap 74 tahun sekali. AND DARA REJECTED HIM.

Well yeah, ada saatnya Dara juga bingung, and she came to her closest friend. Be honest aja sih, konsep AliaZalea dengan novel soal the geng - Jana, Dara, Andri, Nadia - ini sebenernya nginspirasi bikin antalogi cerpen gue. But that's later lah, balik ke sini.

Since I told gue gabisa tidur sejak buka halaman pertama di sekitar jam 1 pagi tadi, sampe beres di jam 5an, I can say I enjoy this book. Ya, dari 4 novel Mbak Alia *shadaaap, sok kenal gue* yang udah gue baca, dan yah well, kebetulan bahkan beberapa novel dewasa yang gue beli belakangan, cowoknya selalu digambarkan dengan, ya gitu deh. Ganteng, cakep, tinggi, seksi, berotot, let's make it simple in 1 word. Yummy! lol, ignore me being stupid.
"Saya perlu kamu mengerti bahwa saya mencintai segala sesuatunya tentang kamu. Nggak ada satu hal pun dari diri kamu yang mau saya ubah. Kamu membuat saya merasa diperhatikan dan dipedulikan. Selama ini saya bahkan ga pernah tahu bahwa dua hal itu penting dalam hidup saya. Kamu sudah membuat hidup saya berantakan, dan mungkin saya harusnya marah pada amu, tapi yang ada di pikiran saya adalah saya gak peduli kalau hidup saya jungkir balik selama ada kamu di dalamnya" - Jo
Dan bodohnya pemirsa, GUE NANGIS pas baca bagian itu. Iya, jangankan lo, gue sendiri pun menyerngitkan kening membaca ini, apalagi tadi pas gue nangis. Like, even cewe super sensitif aja ga bakal segini-gininya banget gitu kan.

Yah well, salahkan tab yag ke shuffle, dan salahkan Mas Ne-Yo yang nyany Never Knew I Needed dengan sepenuh hati. Dan salahkan juga gue yang sempet-sempetnya menghayati lagu, trus ngebaca ulang halaman 294, trus nangis. Bego, asli bego!

Nih, biar lo semua bisa ikutan mewek, atau paling gak ya bisa menyerap mungkin


Anyway, gue jadi semangat mau ngelanjut nulis novel. Tadi sih pas abis baca novel itu, gue jadi semangat pengen nulis lagi. Tapi yah, paling hasrat nulisnya tahan bentar doang --'

Have a nice day and great weekend you there fellas

-xo
@ribkadel

Christian Simamora

[Review - Buku] All You Can Eat by Christian Simamora

11:01 PM

Yeaaayyy, akhirnya nulis lagi :)
Udah lama sebenernya pengen nulis review lagi, cuma masalahnya, belum beli novel lagi hehehe. Dan kalo mau nulis review movie juga, kok kesannya ga ada yang deserved to be reviewed gitu ya di blog #halah. But well, tadinya gue mau review buku yang judulnya Jakarta Prancis Via French Kiss but I didn't finish it yet, so yeah. Gatau kenapa, padahal udah beli lama, mendadak bosan. Mungkin ketebelan?
But no, ga juga. Buktinya, gue baru kemaren beli bukunya Christian Simamora yang All You Can Eat - karna penasaran aja sama judulnya, dan udah pernah baca 10 halaman pertama Good Fight, which I find interesting - dan well, tebel banget juga, dan selesai dalam waktu, well, sehari. Gak full baca terus soalnya. Kalau cuma totalin bener-bener baca sih, maybe around 4 hours. Lama ga tuh?


description
Judul: All You Can Eat
Penerbit: Gagas Media
457 halaman, cetakan kedua, 2013

Okay, kayak yang udah gue bilang, gue baca ini karna udah baca 10 halaman Good Fight di toko buku, tapi kemaren dulu ga beli karna kemahalan - which I regret now, karna pas kemaren mau dibeli, bukunya ga ada, and all title from him, actually - GAH! Anyway, gue baca Good Fight and enjoy how cablak and gamblang dia nulis. And since ini emang novel for adult sih ya. Gue emang lagi nyari model novel kayak gitu, dimulai dari Alia Zalea kemaren maren itu. For my books, actually.
Anyway, just like how he described at back cover of his book, the story is damn cliche.


‘CINTA KOK BIKIN SEDIH?’


Dear pembaca,

Berbeda dengan penulis lain di luar sana, aku akan berterus terang mengenai akhir novel ini: bahagia. Tapi, kumohon, jangan desak aku untuk menceritakan awal ceritanya. Juga tentang siapa Sarah, siapa Jandro, dan apa yang menghubungkan mereka berdua.
Aku juga tak akan melebih-lebihkan penjelasanku mengenai novel kesepuluhku ini. ‘All You Can Eat’ memang bukan cerita yang orisinal. Jadi, jangan terkejut saat mendapati ceritanya mengingatkanmu pada curhatan seorang teman atau malah pengalaman hidupmu sendiri. Ini tentang seseorang yang istimewa di hati. Yang tak bisa kamu lupakan, juga tak bisa kamu miliki.
Jadi, apa keputusanmu?
Kalau setelah penjelasan tadi kamu masih ingin membaca novel ini, tak ada yang lagi bisa aku katakan kecuali: selamat menikmati.

Dan selamat jatuh cinta.

Jadi gini, ceritanya soal Sarah, cewek yang well, 30 something - you find the thing already? - yang udah punya kehidupan enak sama pacarnya, until one day, doi ngaku kalo dia selingkuh. Pffttt! And yeah, finally Sarah sadar, how naive she was the entire time. 2 tahun baby, 2 tahun dibutakan cinta.
Well, Sarah itu seorang script writer gitu deh, and she's in the middle of a project, we can say that. Temen baiknya, Anye, nganjurin supaya dia ke Bali dan make villa disana buat tempat pelarian, sekalian ngeberesin script nya.
And here the story goes.
Ternyata tanpa Sarah tau, di villa itu, ada Jandro alias Alejandro Putra, adenya Anye, yg juga sedang liburan kesana. Escape lebih tepatnya, karna Jandro juga sedang patah hati. Well, two broken heart and couple of beer and alcohol and Jack Daniel's surely has something to do with the craziness later. Ditambah ternyata Sarah itu cinta pertamanya Jandro jaman SMP dulu. And, tho it happened for like, God know when, udh lama, ya namanya juga perasaan ya.
Permasalahannya, age. Mereka beda umur yang cukup jauh, 7 years, degan Sarah lebih tua. So yeah, conflict there.

Seriously, over all, seru banget. Gue sih sebenernya dulu pengen beli Pillow Talk, karna kayaknya seru, tapi pas gue ke toko buku, Pillow Talk ga ada, dan kebetulan yang ini baru keluar, jadi gue beli aja. Masih Christian Simamora ini. And yeah, gue pernah ketemu sama dia dan juga Mbak Regita, pas gue dulu di-interview buat jadi editor di Gagas. Yeah right, gue pernah daftar jadi editor di Gagas Media, dan lolos dari edisi interview mereka, sampe akhirnya ketemu sama Mbak Windy, and then done lol. Gak masuk maksudnya.

But that's another story. Overal I'll give 4,5 stars from 5 cause seriously i just cant put the book down :)


-xo
@ribkadel


Novel Indonesia

[Review - Buku] Marriageable by Riri Sardjono

6:47 AM

Udah lama gue ga nulis review. Dan itu menyadarkan kalo gue juga emang udah lama ga beli novel. Mungkin karna gue terlalu lama sibuk sama novel sendiri, yang beberapa ga kelar-kelar, beberapa ga dikirim-kirim ke penerbit, beberapa ga dilanjut-lanjut, beberap sudah terbengkalai. Oke lah, lupakan.

Anyway, gue akhirnya kemaren beli beberapa novel, dan kepikiran buat nulis review. Lucunya, entah kebetulan atau enggak, yang jelas gue emang ga sengaja, novel-novel yang gue beli ternyata udah terbit dari kapan tau, dan ini cetakan kesekian. Entah mungkin pas dulu terbit gue belum cukup umur untuk bacanya? Ga juga sih lol.

Kali ini, gue mau review novel Riri Sardjono yang judulnya Marriageable. Dan seperti yang gue bilang, ini udah terbit dari lama. Cetakan pertamanya keluar tahun 2006, dan yang gue beli adalah cetakan ketujuh, di tahun 2013 ini.


Judul: Marriageable
Penerbit: Gagas Media
365 halaman, cetakan ke-7, 2013

Jujur aja, gue beli ini awalnya karna resensi yang ada di bagian belakang.

Namaku Flory. Usia mendekati tiga puluh dua. Status? Tentu saja single! Karena itu Mamz memutuskan mencarikan Datuk Maringgi abad modern untukku. 

“Kenapa, sih, gue jadi nggak normal cuma gara-gara gue belom kawin?!” 
“Karena elo punya kantong rahim, Darling,” jawab Dina kalem. “Kantong rahim sama kayak susu Ultra. Mereka punya expired date.”
“Yeah,” sahutku sinis. “Sementara sperma kayak wine. Masih berlaku untuk jangka waktu yang lama.”

Menarik. Dan emang ga mengecewakan sih ini bukunya. Comedy Romantic yang beneran lucu dalam versi yang berbeda. Gatau ya, gue lagi doyan yang sarkastik pedes pedes yummy gimana gitu ~

Anyway, ceritanya soal Flory, 30 tahun, yang dijodohin sama nyokapnya. Klise, iya emang. Tapi kalo udah dibaca, ga gitu-gitu banget sih. Pembawaannya cukup seru, alurnya juga enak, dan ya itu tadi, joke joke ala Flory dan temen-temennya itu beneran bisa bikin ngakak tengah malam buta baca ini. Contohnya Dina sama Flory

“Kenapa sih elo bisa kawin sama laki?!” 

Dina tergelak mendengarnya. “Hormon, Darling! Kadang-kadang kerja hormon kayak telegram. Salah ketik waktu ngirim sinyal ke otak. Mestinya horny, dia ngetik cinta!”


Jadi, Flory ini dijodohin sama nyokapnya, ke seorang cowok bernama Vadin. He's apparently a lawyer *whoopsie* yang, ya gitu, pembawaannya tenang, diem aja, tertutup, tapiii... apa yaaaa? Well, let's say gue ga akan pernah bisa nyangka ada lawyer kayak gini. Oh iya sih, it's a fiction work apparently, lol.

Anyway, Flory akhirnya, setelah beberapa kali nolak dan segala macemnya, setuju nikah sama Vadin, with one specific order: NO SEX. Ya kan gila kan ya? But Vadin agreed, dan akhirnya mereka menikah. Nope, ga ada "and live happily ever after" disini. Yet.

Jadi mereka menjalankan kehidupan, sampai akhirnya ya itu. Cemburu menguras energi dan kantong. Vadin cemburu sama temen kantor Flo yang baru, dan Flo cemburu sama client Vadin yang cantik dan super sexy, and apparently, was his girlfriend. Ex girlfriend.

Yeah well, conflict and stuff. Seru sih bacanya, termasuk buku yang gitu gue pegang, gabisa gue lepasin sampe gue kelar bacanya. And I did, sampe subuh masih megang bukunya, sampe bener-bener beres di halaman terakhir :)


Jadi ga sabar pengen nulis lagi ~




-xo
@ribkadel

AliaZalea

[Review] Alia Zalea - Blind Date

5:36 AM

Well this blog been talk bout movie too much, dan gue bahkan sedikit lupa bahwa gue penulis, hobinya membaca, dan itu lebih besar daripada nonton film. And well, karna belakangan gue doyan banget nonton film Prancis karna lagi belajar otodidak, dan kalaupun baca cuma e-book English yg banyak dan bisa didownload gratis, gue mulai lupa baca novel-novel ala Indonesia.

Oke, openingnya udah cukup panjang dan gak penting banget, jadi let's get to business. Kali ini, karna gue baru banget beres bacanya - which apparently took like about 2 hours or so, yang gue lakukan dari jam 3 sampai jam setengah 5 subuh sampe gue ga tidur di Kamis pagi ini - dan ceritanya masih segar di kepala gue, so let's write a review.

Kali ini gue bakal review bukunya Alia Zalea yang judulnya Blind Date. Yeah, yeah I know, ini bukunya udah terbit dari tahun kapan, dan sejujurnya buku Alia Zalea yang pertama kali gue baca adalah Crush Into You. Kedua adalah kumpulan cerpen penulis metropop dan sekarang ini. Well, emang baru 3 sih, but I can say kalau dia nulis kisah yang kinda sweet. I don't know things like that will still happen when you already 27 or so, simply because I'm 22 still mungkin sih, but yeah. Well this might be wrong, tapi ceritanya Alia Zalea, dari 3 buku yang gue baca, kinda as sweet as fanfiction story gitu, with the guy all the girls will be screaming and get crazy over him, sementara ceweknya biasanya yah well, biasa-biasa aja or kadang sedikit diatas biasa but still not really gimana banget.

Anyway, buat novel Blind Date, here's the details.



Jadi ceritanya soal Titania, cewek yang tinggal di Amerika, Carolina lebih tepatnya, dan dia baru putus dari pacaranya yang udah pacaran selama 3 tahun, after she caught him making love with his assistant. Yeah, kinda shit happen sih ya lol. Ya pokoknya gitu, dia akhirnya memutuskan untuk mengikuti jasa blind date karna adiknya maksa dia ikutan abis nonton acara Oprah.

Well, no. She didn't meet the guy dari jasa itu. Well yeah apparently later she is. Maksudnya ya pertama dia make jasa itu tuh dia emang ketemu sama beberapa pria, tapi di luar itu, dia sebenernya ketemu cowok ganteng bermata biru banget dan cakep, dengan setelan oke banget secara sweaternya Armani, and so on and so on. Yeah, perfect guy.

Trus ya gitu, then she met him again, gak terduga, beberapa kali, until she start... apa ya? Kinda obsessed with him sih kayaknya. Dia mulai ngebandingin semua date nya dengan Reilley, si cowok ganteng bermata biru itu.

There's couple of conflict there sih, kayak mantannya bernama Brandon yang masih suka stalking her life atau bahkan, agak ke akhir, when she kinda feel settled with Reilley, si Brandon bilang lagi kalo Rilley ngelamar dia cuma karna he just want to have sex and explore her, that's it. Well, call me 'sok rasional' or maybe because I was not in that position at the moment, tapi gue ngerasa, kalimat kayak gitu diucapin sama mantan lo yang super bejat, pas liat lo udah bahagia and almost getting married, and then you start feeling insecure and even worst, bilang lo gabisa nikah sama the man of the year - like the whole years in your life? I don't know man, tapi agak kayak nonsense sih menurut gue.

Anyway, that was my opinion ya. Actually, bisa dibilang itu kayak kinda antiklimaks sih buat gue. And then yeah, that guy gajadi naik pesawat dan memilih untuk nunggu di bandara and apparently ceweknya dateng, also kinda cliche. But overall, bagus banget sih. As I said, gue baru baca 3 karyanya Alia Zalea and I don't know, it's tipically her style maybe? Gue udah baca bagian belakang buku Celebrity Wedding sama The Devil In Black Jeans dan gatau kenapa, gue nangkepnya ga jauh beda dari Blind Date sama Crush Into You.

Well, I will dig another book of her sih malem pagi ini, Miss Pesimis. We'll see how it's going later :)



-xo
@ribkadel

Search This Blog

Total Pageviews