couple

New Year, Old Habit [+ Movie(s) Review]

9:27 PM

[Post ini udah gue ketik dari tanggal 3 Januari subuh, gak lama setelah post di bawah. Kita lihat tanggal berapa gue akan mem-post ini nanti, untuk membuktikan separah apa jiwa procrastinator gue]


I hesitate to post it at first, for real.

Tadinya gue pikir, mending gue nge-post review film aja, karena kemaren gue marathon 2 film Filipin. Tapi trus gue pikir gue bakal bikin 2 review aja dalam 1 post, karena kayaknya gue juga ga bakal bisa review banyak, soalnya yaaah, gitu deh. Tapi trus gue pikir lagi, sekalian aja gue kaitkan dengan segala kebiasaan lama gue, mengingat juga, gue kalo nge post emang suka lari-lari kan pembicaraannya?
Jadi yes, gue bakal tetep post soal review film. Yes, gue juga bakal tetep kali link nya biar lo bisa download. No, ini gak bakal full review movie post, tapi mungkin banyakan gue curhat.

But, why don't we start with the movie review first? Ini review film Filipina, keduanya masih film bergenre teen fiction yang ada romance-romance nya gitu, an keduanya dimainkan oleh pasangan muda Filipina terfamous kedua setelah KathNiel (Katherine dan Daniel Padilla) yaitu James Reid dan Nadine Lustre, dengan nama couple JaDine. Boy oh boy, this has something to do with this post, you will understand later, kok.

Anyway, udah lumayan lama ya ga nulis review dan nonton Pinoy movie :( Last time itu nonton Tadhana dan itu udah Mei tahun kemaren, astagaaaaa

--


Title: Para Sa Hopeless Romantic
Country/Language: Philippine/ Tagalog
Genre: Drama, Romance, Comedy
IMDb rating 6,4

Sebelum kita komentarin rating yang kecil, let me tell you something. Untuk film-film Asia macam Filipina atau Thailand, biasanya di IMDb sih emang kecil-kecil, walaupun sebenernya bagus. Mungkin ini efek Asia nya sih, jadi yang nonton pun ga banyak yang punya IMDb. Padahal kalau kalian googling, film Filipina itu di negaranya kayak super laku, kadang box office nasional gitu, penjualan film nya di minggu pertama atau kedua langsung pecah, dll.

Anyway, let's talk about the movie. Jadi film ini bercerita tentang seorang cewek bernama Rebecca yang putus sama pacarnya waktu SMA, Nikko, tapi sampe kuliah kayak susah move on. Rebecca nulis novel yang masih gantung, dan bingung mau lanjutin ceritanya. Dia selalu bikin ending sedih, kayak cowoknya mati lah, cowoknya ketabrak mobil lah, kisah cinta mereka gak bisa bersatu lah, pokoknya gitu. Temennya selalu komplen, redaksi kampus tempat dia nganter naskah juga ga terima, soalnya ya itu, every people like happy ending. Sedangkan Maria dan Ryan, tokoh yang ada di cerita Rebecca, terus-terusan ga pernah bahagia.

Waktu kuliah, Rebecca yang masih susah move on, tiba-tiba ga sengaja terlibat balas-balasan pesan di meja kampus sama cowok, yang, yah well, as cliche as it sounds, ya si Nikko. Rebecca gatau kalau Nikko masuk di kampus yang sama dengan dia, dan dulu alasan Nikko putus sama Rebecca adalah karena dia suka cewek lain, dan udah gak cinta Rebecca lagi. Padahal, Nikko sebenarnya harus ke Kanada karena nyokapnya minta dia pindah dan gausah tinggal di Filipina lagi.

True, this is a super simple story. True, this is definitely a teenlit kind of story. True, this is not usually thing that I will watch. But we will get to that soon, hun, very soon.

Anyway, here's the trailer


--




Title: Talk Back And You're Dead
Country/Language: Philippine/ Tagalog
Genre: Drama, Romance, Comedy, Teenager
IMDb rating 6,1

Kalau menurut lo cerita yang di atas lebih mirip FTV, you should check this first. Ini beneran macam sinetron-sinetron remaja Indonesia yang menang di geng-geng, cowok bandel tapi tajir dan pemilik sekolah sejenisnya, yang suka sama cewek cantik baik-baik kind of shit. Yeah yeah, kenapa juga gue bisa nonton film ini, sih?

Jadi ceritanya dimulai dengan Samantha di toko buku yang ngeliat temen-temennya di depan toko, yang satu marah-marah ke seorang cowok, dan bilang kalau cowok itu udaah mutusin dia dll. Samantha marah karna temennya diperlakukan kayak gitu, dan bahkan nampar cowok itu. Yang ternyata temen-temennya sebenernya lagi mau ngerjain cewek yang jalan sama cowok itu, TOP, yang anak pemilik yayasan Pendleton, sekolah khusus cowok ter gawl masa kini. TOP ini pemimpin geng yang disebut Lucky13, berandalan, dan segala macamnya. Tapi trus TOP nyari Samantha karena video dia ditampar cewek menyebar, dan yaudah, tiba-tia TOP deketin Samantha gitu gitu.

Tapi nanti mereka gabisa bersama. Udah pake kabur ke beach house segala, lari dari rumah segala, dan segala macem segala-segala lainnya yang gue tau, cuma bisa dipikirin sama remaja, ditambah di akhir ceritanya si Samantha udah dijodohin sama cowok lain, yang adalah teman terdekat TOP, trus ternyata dulu TOP sama Samantha udah kenal dari kecil, dan ya gitu-gitu deh.
Ya know, teenager thing.

Awalnya, pas gue baca sinopsis ceritanya, gue pikir film ini macam-macam Three Meters Above Heaven karna semacam mirip cerita Yang Mulia Hache aka H. Tapi pas akhirnya gue tonton, my oh my, ini beneran teenlit semacam labil-labil gajelas gitu lol. Makanya gue gabungin review di post ini, karena gue memang ga yakin bakal bikin review beneran. This is more like ranting lol.

Oh iya, tho I never read that super famous wattpad stories titled Danger, gue cuma baca 2 part, dan entah kenapa, gue ngerasa cerita ini mirip banget gitu. Mungkin ini perpaduan Danger sama 3MSC, tapi karena versi bocah, semacam geli aja jatuhnya.

Still shall put the trailer I guess, so here you go:

--

Okay, back to the deal.

Kesamaan kedua film ini adalah, believe it or not, keduanya diangkat dari cerita atau buku atau novel atau apapun lah lo menyebutnya, yang, well, wait for it, awalnya berasal dari WATTPAD!

Buat lo yang gatau, wattpad itu adalah sebuah platform tempat penulis bisa nge post cerita atau karyanya, yang bisa dibaca semua orang secara gratis. Dan penulis cerita dari kedua film di atas, emang masih remaja gitu. Quite funny is, kedua cerita itu awalnya adalah fanfiction untuk pasangan remaja paling dicintai di seluruh Filipina, yang adalah Katherine dan Daniel Padilla, tapi akhirnya pas dijadiin film, malah diperankan sama pasangan yang baru diajukan jadi pasangan remaja masa kini buat menyaingi KathNiel, yaitu JaDine.
Gila, gue ngerti banget yang begini begini ya? Gue gatau harus bangga atau sedih, karena lumayan juga pergaulan dan pengetahuan gue seluas itu, tapi ya sedih aja karna jiwa gue masih selabil itu.

Sebenernya, gue tau beginian pas riset buat naskah gue sih, dan gue sempat cukup dalam terjerumus dalam hal ini, sampe dulu sempat suka liatin Daniel Padilla, padahal doi masih bocah, dan dulu sempat jadi Justin Bieber nya Filipine gitu deh (huwek!)

Oh yeah, oh yeah, here's how the book looks like.

That's for Para Sa Hopeless Romantic, yang dibikin lebih ke Novel


 

Jadi, hubungannya dengan New Year Old Habit?

Dengan ini saya mengumumkan, saya akan kembali menulis dengan aktif, termasuk menulis fanfiction.
HOOORAAAAAAAYYYYY!!!!

Kalau kalian jeli, di sebelah kiri udah ada widget wattpad gue, yang gue sudah sematkan sejak tahun baru, ya karena abis nonton 2 film ini. Kalau lo semacam malas nyari widget nya, lo bisa langsung klik disini untuk langsung ke profile wattpad gue. 
Gue kembali rajin nyari film Filipina, yang kayaknya juga termasuk Old Habit gue yang sudah gue tinggalkan lama. Dan semoga, rajin nulis blog juga bisa jadi Old Habit yang kembali gue giatkan di tahun ini ya.

Oh iya, link nonton dan download gratis. Gue kebetulan download ini dari Torrent, which is untuk download Torrent, lo harus punya aplikasi khususnya. Tapi, kalo lo mau download, dan ini juga udah ada subtitle english nya langsung, lo bisa buka web ini.

Dah ah, gue mau lanjut nulis lagi.


January 10th, 2k16
Cheers !

RAP

free download

[Review-Film] That Thing Called Tadhana

1:25 AM

THE FIRST MOVIE REVIEW IN 2K15.
YEEAAAAYYY!!

And it's May already.
Ini bahkan udah tanggal 2 Mei. Yes, selamat hari Pendidikan Nasional. Dan gue menulis ini di jam 1 dini hari, setelah 2 jam nonton film nya. Dan abis ini gue bakal review another movie juga. Yes, exactly, such a productive night.


Title: That Thing Called Tadhana
Country/Language: Philippines / Tagalog Filipino
Genre: Drama, Romance, Comedy
Length: 110 minutes
IMDb rating 7,9

Rating good, keluar juga masih baru, around February slash March 2015, orang-orang yang lumayan punya nama as the actor, dan karna gue juga udah lama banget ga nonton film Filipino. So yeah, I enjoy it really.

Jadi ceritanya tentang Mace (Angelica Panganiban) yang udah pacaran 8 tahun sama cowoknya, tapi akhirnya putus, dan gabisa move on. Cerita dibuka dengan scene Mace ada di bandara dan kerepotan ngurusin kopernya yang overweight sampe ga dibolehin check-in di bandara. Dia ngumpat-ngumpat kesel pake bahasa Tagalog, dan kemudian seorang cowok dateng, dan nawarin extra bagage nya yang ga kepake, buat Mace. Cowok ini, Anthony (JM De Guzman) ada di Rome untuk liburan, dan cuma bawa 1 koper. Dia bahkan sampe nyebutin alamatnya di Filipina dan ngomong pake bahasa Tagalog, buat yakinin kalo he's not a pervert, lol.
Akhirnya Mace setuju dan pulanglah mereka ke Filipina. Nyampe bandara, Mace ga mau pulang, dan justru ngajak Anthony makan, trus malah pergi ke Baguio (?) kayak mungkin sub urban nya gitu deh, daerah pegungungan, disini puncak kali ya lol.
Ya pokoknya mereka kayak saling mengenal satu sama lain gitu.



Si Anthony nya ngikut aja gitu lah ya kan. Dan si Mace nya segitu gabisanya move on lah ya kan, sampe every little things remind her of her ex, yang udah pacaran 8 tahun, tapi dikirim ke Roma gitu buat training disana. Abis itu, her ex get extended gitu, dan mereka LDR. Trus pas Mace mau kasi surprise ke cowoknya, as cliche as it gets, cowoknya udah punya pacar lagi. So she got back to Philippine with broken heart itu, dan ngajak Anthony untuk gak pulang-pulang. Buat bantuin dia move on, dia janji ke Anthony, kalo dia nyebut apapun soal mantannya, she'll give him 100 peso filipina, yang nanti mungkin disumbangin kayak temennya.

Yeah well, again, as cliche as it gets, ya mereka deket. Tapi in the end, mantan si Mace ternyata ada di depan rumah Mace pas mereka akhirnya pulang, dan Anthony nganterin Mace ke rumahnya. Tragic? End? Go watch lol. Download first deh disini. Gue juga baru download banget sih sehari sebelumnya di kantor lol.

Seru sih film nya, ada scene scene romantis yang konyol gitu lol. Dan abis gue stalking para pemainnya - well, ya know, kinda my habit sih tiap abis nonton langsung kepoin yang main - katanya si Angelica baru-baru ini menang penghargaan apa gitu di Filipina karna film ini, as Best Actress. See? Not bad.

Ada beberapa quote yang seru sih dari film nya, well, quote Fitzgerald itu paling ngena sih heheh. Tapi, yang lucu juga soalnya mereka pake kayak short story about The Arrow With A Heart Pierced Through It


Afterall, buat yang lagi susah move in, ini film nya bagus sih, mungkin bisa belajar move on. Atau belajar ngarep ada cowok kayak Anthony yang dateng pas lo lagi proses move on lol. And somehow, entah gue doang sih kayaknya, tapi pemain Filipino ini mirip sama artis Indonesia somehow, walaupun sampai sekarang gue gatau sihapa heheh :p

Well then, that's my review for this. Gotta write another post, still movie review, and still not continue my thesis yet.





A bientot!

Europe

[Review-Film] Three-60

2:35 AM

Selamat hari Kamis.

Seperti biasa, gue adalah seorang procrastinator sejati. Kali ini, harusnya gue ngerjain UAS Transaksi Berjamin gue yang kemaren udah dibahas bareng 6 orang anak sekelas, dan tinggal ditulis dari jam 10 malam kemaren, dan sekarang udah jam 2, dan gue bahkan belum mulai nulis. Apa yang gue kerjain selama itu? Main, ngalor ngidul golek-golekan di atas kasur, mikir gimana mau mulainya, nyiapin posisi paling pewe, tab keburu mati, nge-charge tab, baru inget ada beberapa jawaban yang ada di grup di line, dan akhirnya memilih nonton film.
Dan sekarang, pas gue lagi nulis review ini, gue baru sadar kalo gue punya line di laptop, which is harusnya gue ga perlu nunggu tab nyala buat buka grup line.
Tapi yaaaah, namanya juga procrastinator sejati. Dan lagi, kalo tadi gue langsung inget gue punya line di laptop, dan ngerjain tugas bukannya nonton film, maka gue ga akan nulis blog sekarang.
See? Action - Reaction, people. Mungkin blog gue segitu kangennya sama gue.

ANYWAAAAAAY, sekarang marilah kita mengheningkan cipta sejenak, minum air mineral, gerakin badan ke kanan dan ke kiri, memetik buku jari (sampe sekarang gue ga ngerti kenapa dibilang memetik buku jari, padahal bunyinya tak tuk), tarik napas, dan mulai nulis review :)



Title: Three-60
Country/Language: Spain/ Spanish
Genre: Drama, Mystery, Thriller
Length: 98 minutes
IMDb rating 4,5

We just ignore the IMDb rating for now. Will talk bout it later in the end ya.

Jadi ceritanya soal cowok namanya Guilliermo (?) panggilannya Guilli, yang adalah seorang surfer yang juga model pakaian surfing gitu. Film nya dibuka sama scene mereka lagi di laut gtu nungguin ombak mau surfing. Nah trus ternyata lanjutannya udah kayak gede gtu, dan si Guilli itu lagi di kampus. Jadi, salah satu temennya, namanya Ivan, hilang 10 tahun yang lalu, dan akhirnya dinyatain diculik dan meninggal, walaupun kayak jenazahnya ga pernah ditemuin. Tapi orang tuanya akhirnya pasrah dan udah bikin funeral juga.
Nah, one day waktu si Guilli pulang ke rumahnya (dia ceritanya nge kos btw), dia nemu film gitu pas bokapnya lagi mau renovasi rumah. Dia sepik sepik sama cewek yang dia suka kalo dia belajar motret. Ceweknya fotografer sama seniman gtu deh yang bikin acara pameran. Akhirnya mereka nyuci foto trus ketauan itu foto lama, trus dia bilang dia mau deket aja sama ceweknya.
Hashtag eeaa hastag ciyeh.



Okay, pokoknya intinya di film yg mereka cuci itu ternyata foto foto lama rumahnya, dan salah satu foto, ada kayak organ gtu, atas nama inisial temennya yang ilang, si Ivan itu. Yaudah deh, mereka mulai penyelidikan. Ternyata mereka tau akhirnya kalo ada penjualan organ di kota mereka, yang sialnya, ada orang polisi di kawanan itu. Termasuk juga dokter senior di rumah sakit, pendeta, dan ya si Jean Christophe, kayak kepala geng nya dan udah tua banget.

Jujur gue lumayan suka film nya, dan greget sendiri. Apalagi pas gue googling, setelah film nya kelar (kebiasaan nih, abis nonton film nya, baru dikepoin yang bener-bener. Mayan bisa mention si artinya, yg biasanya followers nya lebih dikit dari celeb tweet), ternyata yang jadi Jean Christophe adalah cewek, dan doi itu cucunya Charlie Chaplin. What a wow!
Tapi sayangnya itu gak didukung sama film nya. Jujur, gue nonton film ini sampe abis karna nungguin kayak plot twist, kayak maybe Daniela, si cewek yang disukai Guillie, atau temennya itu, masuk di kawanan juga. Atau ya apa gitu kan. Tapi no, cukup ketebak ceritanya.
Kalo lo masih mau download sih, bisa klik disini :)

Iya sih, gue pernah bilang di askfm gue kalo gue, bisa dibilang gak pernah download film yang ratingnya dibawah 5,5, bahkan biasanya dibawah 6 gak gue download. DAN INI CUMA 4,5?! Biar gue membela diri dulu ya.
Pertama, gue gak liat imdb pas download ini, sama sekali. Gue download nya dari ganool pula kan, kecil pula. Kedua, ini mystery and thriller; ketiga, ini spanish. Yang kalo digabung, ya gue cukup percaya dengan 2 kategori terakhir. Dari semua film Eropa, yang Jerman, Prancis, Belanda, Sweden and all those Scandinavian, Spanyol itu udah yang paling paling. Gambar paling bagus, jalan cerita ya paling mendingan, dan ya muka juga sih. Masih ingat pastinya pada abang Mario Casas di 3MSC, Tengo Ganas de Ti sama Ismael yekan?
Tapi ternyata yang ini mengecewakan :(

Yaudah lah, paling gak gue tonton sampe abis, dan gue bahkan tulis review nya. Gue juga lumayan deg deg an yang pas dia masuk ke rumah orang, dan mau ngambil si anak yg diculik itu. Tapi emang sih, besok besok mending nungguin film Bang Mario Casas aja. Ada siiiih, film dia yang baru, tapi gajelas banget. Udah gitu, disitu dia rambutnya super aneh, dan walaupun tetep ganteng, tapi jadi gasuka --" Yaudah lah, sudah waktunya gue menulis lagi.
Atau mungkin tidur karna nanti jam 10 ada kuliah lagi.

Ah, alasan kamu, Ribka!


-xox
@ribkadel

Europe

[Review-Film] À Perdre La Raison

12:12 AM

Udah nonton film nya dari 2 hari yang lalu, tapi ga sempet sempet posting karna sorenya kuliah mulu, sementara siangnya bobo mulu. Paginya? Ya baru bobo. Malemnya? Ya ngalong kayak biasa. Kenapa ga nulis pas malem? Soalnya pas ngalong biasanya gak selalu mood nulis. Abis nonton kadang random liat-liatin website yang jualan dress, atau kemaren mendadak rajin bukain soal hukum-hukum dan segala macemnya.
Well, gausah curhat!

Anyway, yang mau gue bahas kali ini adalah sebuah film Perancis. Seneng banget sih akhirnya nemu film Prancis lagi, udah lama banget soalnya :( udah gitu, film Perancisnya juga menang Cannes pula kan! Kurang excited apa coba?


Title: Our Children / A Perdre La Raison
Country/Language: Belgium / French
Genre: Drama 
Length: 114 minutes
IMDb rating 6,7

Well, liat kan sampe ada tulisan 'For your consideration" di poster atas? Jujur, gue download juga karna itu sik, padahal gue lagi nyari yang Romance belakangan ini, tapi emang lagi jarang banget :( Tapi, gue download juga karna resensinya sik. Cukup menggelitik, walaupun yaaah, seperti film Eropa pada umumnya, endingnya gantung gitu dan ga nyelesein masalah.
Semacam digantung gebetan tanpa ada status yang jelas. Hashtag huft

Anyway, ceritanya sendiri soal Mounir sama Murielle, pasangan yang akhirnya menikah gitu. Openingnya sih agak ganggu sebenernya, karna langsung ngomongin soal Murielle yang di rumah sakit, dan keempat anaknya mati. There, I told you already. Walaupun ya walaupun nih, gue pecinta serial crime mistery kayak CSI Criminal Mind dan teman-temannya, dan otak penulis gue bikin bikin skenario asal gitu biar mengantisipasi semua kejutan yang mungkin ada, kayak mungkin bukan Murielle yang bunuh, atau ada yang jahat, atau gimana lah gitu.
Tapi emang ga ada kejutan sih --"

Anyway, balik lagi. Jadi Mounir ini kan kayak dari Nigeria gitu, nah trus dia di Belgia sama Dr Andre, suami kakaknya, dan bawa dia ke Belgia dan bertindak jadi adoptive father gitu. Andre itu dokter emang, dan akhirnya pas Mounir bilang dia sama Murielle mau nikah, mereka akhirnya hidup di rumah Andre.
Well, pernikahan ga gampang. Murielle itu ngajar kan, jadi guru, sementara Mounir nya kerja bantu bantu praktek Andre gitu.Nah trus Murielle hamil anak pertama, trus kedua, trus ketiga, semuanya cewek. Sampe yang akhirnya keempat, itu cowok. Well, agak mirip sama turunan gue sih, gue anak pertama, sampe anak ketiga cewek, trus anak keempat cowok.
Oke, curhat lagi --"
Nah, trus si Murielle nih agak tertekan gitu, karena apa ya, ya namanya tinggal di rumah orang dan numpang gitu kan? Udah gitu dia inget pas abis dia nikah, adeknya Mounir tuh kayak mojokin gitu, bilang Mounir enak, dibawa ke Belgia, udah nikah, udah dapet ijin gitu. Karena ternyata mereka juga kayak ilegal gitu kan, kakaknya Mounir aja nikah sama Andre biar dapet ijin kayak permit living gitu.

Selain itu, Murielle juga tertekan karena ya itu, Mounir nya juga emosi mulu padahal anaknya cuma mau main sama dia, trus Murielle tuh kayak capek sendirian, kerja sendirian ngurusin rumah segala macem, belum lagi Andre nya itu kayak mojokin dia terus kalo dia sama suaminya berantem, gitu gitu deh.




Jujur, gue nonton film ini, beneran kayak ngeliat mini movie bout my family, mungkin. Pas Murielle mau pergi kerja, anaknya baru 2 tuh yg cewek, trus dia pergi, dan Mounir jagain anaknya yang bayi, sedang anak pertamanya main mobil-mobilan gitu, gak terlalu diperhatiin. Eh, gak lama, ada bunyi kayak jatuh gitu, dan anaknya udah nangis, di tangga jatuh gitu dooooong!
Gue aja langsung shock sih disitu, bayangin anak kecil jatuh di tangga, nangisnya kenceng banget. Si Murielle juga langsung lari balik lagi, trus mereka ke mobil buat ke dokter, dan di mobil Mounir nya kayak emosi banget maki-maki si Murielle, sementara Murielle tuh cuma bisa nangis sambil minta maaf terus terusan, sambil melukin anaknya yang nangis. Trus anaknya nanya "Mommy, Papa," gitu, trus Murielle cuma bilang "Papa is driving and making sure everything okay,"
Trus gue kayak ZEG! Sebegitunya sih kasih sayang orang tua. Gue jadi inget jaman nyokap gue dulu punya 3 anak cewek, gue sama adek gue bedanya cuma setahun di bawah gue, trus yang satu lagi beda 4 tahun. Jadi pas gue TK, emak gue masih sibuk ngurus anak bayi lagi. Jujur, gue dulu pas TK belajar nulis sama nenek Karo gue, sampe SD juga bukan sama emak gue. Bukannya gue ngeluh atau apa sih, justru gue agak berkaca aja. Kalo disini, anak-anak Murielle itu sama Andre mulu, karena kedua orang tuanya terlalu sibuk kebanyakan punya anak, dan jaraknya juga gak diatur dulu gitu.
Makin curhat --"

Anyway, in the end, ceritanya Murielle manggil anaknya satu-satu, trus abis itu hening, trus si Murielle teriak, udah gitu dia nelpon 911, bilang kalo dia ngebunuh keempat anaknya. Dia kayak tertekan banget gitu kan, mungkin udah ga sanggup lagi gitu. Dan dia bilang di telpon, tadinya dia mau bunuh dirinya sendiri juga, tapi dia gak sanggup.
Sekali lagi gue inget nyokap gue. Scene anaknya jatoh, gue juga pernah. Jatuh karna kesalahan gue sendiri, main lompat tali pake anduk, dan akhirnya jatuh sementara dulu rumah lagi dibenerin jadi lantai banyak yang runcing gtu karna masih semen mau diganti keramik. Sampe sekarang masih ada bekasnya di dagu. Belum pas adek gue dulu juga jatuh sampe dahinya ada robeknya. Dan gue inget bokap gue tipikal yang bakal marah banget kalo anaknya kenapa-napa, dan marahnya ke nyokap. Karena itu dulu dia gak bolehin nyokap kerja, dan disuruh ngurus anak aja - walaupun sekarang nyokap gue guru SMP.

Banyakan curhat nih gue jadinya hahahah. Tapi emang pas ini film dari pertengahan gitu, gue malah terus terusan berkaca gitu, mikirn gimana ya emak gue selama ini? Gimana ya beban batinnya? Capek-capeknya ngurusin anaknya, yang sampe sekarang begini-begini aja. Tekanannya dulu pas nenek kakek gue masih idup, belum kalo dia diomelin bokap gue, ish gila lah. Gue kayaknya sih ngerti kalo dulu nyokap gue ngebuang gue kemana gitu kan, kalo liat film ini. Apalagi mungkin kalo dia liat gue sekarang yang gini gini aja dan gak bisa dibanggain hahhaha. Gue jadi mikir aja sik kayak beban jadi ibu itu seberat itu coy. Gue, jujur aja, kemaren sampe berdoa khusus gitu buat nyokap sama bokap gue abis nonton film ini, dan kayak berterima kasih aja Tuhan udah baik banget sampe orang tua gue masih sanggup aja ngebesarin anak yang begini lol.
Semoga nyokap bokap gue gak nyesel dulu gak ngebuang gue hahahha.

Anyway, buaut film nya sendiri, kalo menurut gue pribadi sih, lebih ke film psikologi ya kayaknya. Agak berat, bukan dalam artian lo mesti mikir model Inception, tapi bukan film ringan juga. Menghibur sih, dan bikin gue sadar juga. Itu gokil lho kalo buat gue, bisa tobat karna nonton film lol.

And that, makes me add another thing on my list. Both my 'resolusi 2014' and also 'before 25' lists. Gue mau lebih peduli sama kedua orang tua gue. Semua orang tau gue manusia paling cuek, dan bisa aja semingguan gak telponan atau sms an sama bokap atau nyokap kalo belum dihubungi duluan. Tapi, sejak nonton film ini dan well, dikasi liat gimana beban jadi orang tua, dan mengingat we are getting older but our parents also, gue pikir gue juga gak boleh seegois slash secuek itu,
Well, resolusinya sih gak terlalu baik berjalan di 2 hari ini, karena kemaren gue masih belum ngubungin bokap nyokap sama sekali, and today, tadi juga yang nelpon duluan bapak sama mamak, bukan eyke.
Well, kita bisa coba lagi besok hehehhe

Oh and anyway, for me, personally, this movie deserved being on Cannes dan bahkan pemeran Murielle nya won best actress. She just delivered the character way too god, I myself believe she might got mental disorder after that. And I will give 8 for the rating.

Oh iya, kalo mau download, bisa langsung klik disini, trus ntar to the file, nanti klik download yang di bagian bawah kiri :)


-xox
@ribkadel

Mario Casas

[Review-Film] Ismael

5:36 AM

Jam 5 pagi.
Been long time not writing here. Long story short, laptop sebulan mati total karna hard disc nya rusak, so yeah. Sembuhnya udah seminggu sih sebenernya, tapi baru niat nge blog lagi kemaren, but have no idea what to write, so I just ended up doing things.
Tapi, pas buka blog, ada beberapa new comment yang masuk, ke post soal Tengo Ganas De Ti, bisa baca disini, yang well, bikin gue jadi kangen sama Mas Mario Casas, dan akhirnya nyari film barunya doi, kali kali ada.
DAN ADA!
Akhirnya download, nonton - walaupun suka di pause karna jadi bikin kangen sama 3MSC dan Tengo Ganas De Ti, dan memutuskan download lagi - dan akhirnya selesai di jam 5 pagi. Film nya sih 1 jam 40an menit, tapi kayaknya gue nontonnya ada kali dua setengah jam --" Well anyway, here's the review :)


Title: Ismael
Country/Language: Spain / Spanish
Genre: Drama, 
Length: 106 minutes
IMDb rating 6,2

Gue tadinya sih gak setuju ini dikasi nilai segitu, jahat banget soalnya. MARIO CASAS! Ya gak terima lah gue. Yah, kalo gue sih mau kasih nilai 8 gitu, apa jeleknya 7,8 lah. Tapi pas ending, merosot deh jadi 7,2. I'll tell you why, later. Sekarang, gue ceritain dulu ini film soal apa.
Genrenya drama. Ceritanya dibuka soal anak cowok sekitar 7 8 tahun, berkulit hitam, di stasiun kereta api, mau naik kereta tapi bingung gimana karena bakal ditanya kenapa dia sendiri. Dan dia emang sendiri. Dia kabur gitu dari rumahnya. Trus, pas liat gerombolan keluarga kulit hitam, dia jalan di belakang mereka, buat lolos pengecekan. Pokoknya dia akhirnya bisa naik kereta, ngasih alasan nyokapnya lagi di toilet pas ditanya di kereta, dan dia sampe di Barcelona.
Namanya Ismael, dan dia ke Barcelona nyari bokapnya, Felix. Nyampe di alamat yang dituju, ternyata Felix udah gak tinggal disitu lagi, tapi dia ketemu sama Nora, nyokapnya Felix, yang akhirnya bolehin dia masuk, walaupun dia bingung banget.
Dan ternyata hubungan ibu anak itu gak akur. Nora akhirnya nelpon Felix, bilang soal anaknya, dan Felix langsung kayak kaget gitu, tapi gak menyangkal kalo itu anaknya. Nora dan Ismael akhirnya ke tempat Felix, yang sekarang udah jadi guru di sebuah daerah terpencil di pinggir pantai gitu, dan ngurusin anak-anak nakal di sekolah.
Well, Nora nelpon nyokapnya Ismael lah, dan akhirnya disusulin ke Barcelona. Turns out, nyokap si Ismael itu udah punya suami juga, sementara dulu pas nyokapnya Ismael itu, namanya Alika, hamil, Felix, well bisa dibilang lari gitu deh. Dan kemudian Alika sendiri ngebesarin Ismael until he was 3, alone. Baru kemudian ada cowok, suaminya sekarang, Luis, yang nikah sama dia dan ngasi nama keluarganya juga buat Ismael. Soalnya bisa dibilang, Alika itu ilegal di Spanyol karena dia sebenarnya dari Nigeria gitu.
Dan pas ketemu, well, yeah sparks here and there, trus Felix jelasin soal dulu, dia nyariin Alika kemana-mana, Alika galau dia sekarang udah punya suami, dan semacamnya. Pokoknya mereka berantem, sampe Felix bilang mungkin dia juga harus anggap Ismael ga ada, dan didenger sama Ismael nya. Padahal mereka udah lumayan akrab, dan Felix yang emang dulu madly in love with Alika, pastinya lah ya love his son.




Well, yang bikin nilainya turun cukup drastis itu adalah karena endingnya super gak jelas. Gue orang yang anti sama ending gantung, kesel serius. Apalagi ending yang kayak gak ending. Yaudah Felix nyusul ke sekolah Ismael, mereka ketemu, udah abis. Gitu doang, apaan coba? Balikan sama Alika kek, apa kek -____-"
Anyway, film nya lumayan sih, bikin gue gak ngantuk karna kakanda Mario Casas yang agak brewokan gitu disini, mungkin buat efek jadi bapak gtu yes, tapi tetep ganteng dan sukses buat gue nyebut tiap dia mulai sok romantis.
Yaoloh jantung gue :(

Well, lo bisa download film nya di Ganool kalo mau. Gak terlalu gede juga sih, sekitar 400 atau 450 mb. Atau kalo lo males search, bisa langsung klik disini buat direct link. Dan gue sekalian taro trailer youtube nya siapa tau bikin lo makin minat download :)


Gue masih galau mau bobo atau lanjut nonton If I Stay sih. Tapi yang jelas, I'm done with this post.
Adios!


-xox
@ribkadel

Europe

[Review-Film] La Cage Doree

4:46 AM

Jam setengah 5 pagi.
Kenapa sih gue tuh doyannya nonton film malah jam jam orang harusnya tidur. Dimana-mana sih, orang kalau ngantuk itu tidur ya, bukannya malah nonton film trus ga jadi jadi tidur. Hasilnya abis nulis review, tidur seharian sampe sore. Baru tidur di jam orang-orang udah bangun dan siap-siap mau berangkat kerja atau beraktifitas lainnya.
The perks of being pengangguran.
Well anyway, kali ini gue baru beres nonton film Perancis, yang ada taste of Portugal-nya gitu deh. You'll see later. And yes, I'll give the link to download.


Title: La Cage Doree / The Gilded Cage / Portugal mon Amour
Country/Language: France / French, Portuguese, English
Genre: Drama, Comedy
Length: 90 minutes
IMDb rating 7,4

Well, sebenarnya gue ga terlalu suka sih kalau cuma Comedy doang, dan gue juga gatau kenapa gue download film ini, selain ratingnya yang lumayan, dan well, masuk di jajaran folder Perancis di website langganan. Dan baru didownload kemaren banget, dan gak lama dianggurinnya. Well, walaupun kemudian ada 2 cowok super cakep di dalemnya, yang bikin gue betah nonton lol.
Anyway, back to the topic. Review. And here it is.
Ceritanya soal Maria dan Jose, pasangan suami istri yang aslinya berasal dari Portugal, tapi udah 30 tahun tinggal di Perancis dan menetap disana. Mereka cuma warga biasa, Maria kerja sebagai penjaga rumah orang kaya gitu, doorman istilahnya, di wilayah kecil tempat 3 keluarga tajir yang biasa dilayani dia, merangkap pembantu, sementara Jose kerja sebagai tukang bagunan, dikenal sebagai tukang batu, karna dia spesialisasinya sama bata gitu. Mereka punya 2 anak, Paula dan Pedro.
Suatu hari, mereka dapat surat yang ngabarin kalau saudara Jose satu-satunya, meninggal dunia. Dan Jose dapat warisan seluruh harta kekayaannya, which is banyak, mulai dari berhektar-hektar vineyard, rumah, usaha, dll. Tapi, semuanya ada di Portugal. Dan Jose mesti balik ke Portugal, atau semua harta itu akan dilelang dan disumbangkan untuk negara.
Dan disitulah masalahnya. They're struggling upon the fact that they have family already here in France. Kedua anak mereka nyuruh mereka buat ke Portugal, dan nikmatin hidup, tapi mereka udah terbiasa menjadi orang yang melayani orang lain, dan gabisa banget bilang enggak kalau misal ada yang minta bantuan. Tapi masalahnya, mereka ga tau kalau ternyata 1 kota kecil tempat mereka tinggal, udah tau kalau mereka ngewarisin banyak harta gitu - karena tetangga sekaligus udah dianggap saudara sama Maria, ngebaca surat tersebut dan ngegosip ke 1 orang, yang kemudian menyebar. Dan semuanya sepakat pengen pasangan suami istri itu tinggal. Banyak cara dilakukan, mulai dari bos Jose naikin gaji dia di kantor, ngasi pakaian mewah, Maria juga dikasi syal bagus, bahkan sampe tetangganya itu pura-pura bilang kalau suaminya masuk rumah sakit dan dia butuh Maria banget karena sedih berkepanjangan.
Sampai akhirnya, Maria dan Jose tau kalau ada beberapa yang bahkan berbohong, dan bahwa seluruh kota udah tau mereka mau pindah ke Portugal. And they snapped instantly. Kayak, mereka akhirnya sadar kalau mereka terlalu baik sampe akhirnya dibodohin orang, jadi badut yang disuruh-suruh mulu, dan well, mereka mulai gak mau bantuin orang yang minta bantuan, sampe bahkan ngerusak tanaman bunga salah satu bos Maria.
Di bagian sini sih gue jadi inget tweet nya Caitlin yang gue retweet juga beberapa hari yang lalu.
That's the problem with putting other first; you've taught them you come second
Quite interesting, but sad at the same time. Well, balik lagi ke film-nya, yang menurut gue ga ada komedi-komedinya malah, akhirnya mereka emang ke Portugal sih, dan Paula, anak mereka yang besar, akhirnya nikah sama anak bosnya Jose, yaitu Charles aka Lannic Gautry yang memerankannya. And deym, he's smoking hot lol.
Anyway, menurut gue film nya bagus sih. Wajar IMDb ngasi rating sampe 7, tapi gue bakal kasi 7,9. Selain ada 2 cowok ganteng buat nyegerin mata, film nya juga ngajarin sesuatu dan ada poin plus nya. Kalau lo kadang harus fight for yourself. Dan well, kalau menurut gue sih, not every people as good as they seem, so beside your own family, no one worth enough kayaknya. Unless your significant other sih kayaknya, like Charles and Paula.
Jadi sirik sama mereka berdua, heheh. Well, kalau lo mau tau se sweet apa si Charles itu dan well, mungkin bisa ikutan merenung karna film ini, lo bisa download disini, atau disini. Semoga ada manfaatnya :)

-xox
@ribkadel

Asia

[Review-Film] One Night Surprise

1:15 AM

For like my entire life, I can't believe I finally said this. Tapi, setelah nonton film ini, gue harus akui ini. Agak sulit sih emang *tarik napas dalam* *hembuskan perlahan* tapi well, pria ini akhirnya membuat gue mengatakan kalau

"Orang Cina ternyata ganteng juga"
Well, terima kasih One Night Surprise. Gue juga gatau kenapa gue akhirnya bisa dengan begitu bodoh khilaf jago nya ngedownload film ini dan akhirnya nonton. Dari dulu gue selalu mikir kalau yang namanya film Mandarin bakalan berkisah tentang silat gitu, atau vampir (versi lompat lompat ya, bukan versi sok ganteng yang bisa manjat pohon atau lari dengan kecepatan mobil balap), atau action, atau mentok mentok, komedi kayak bo bo ho. Tapi mungkin karena gue sudah kembali belajar bahasa Mandarin dengan paksaan arahan dari bokap, dan entah gimana gue juga bisa berpikir untuk mulai nonton film Mandarin buat latihan, dan entahlah kenapa juga gue bisa downloa film ini, tapi intinya, pada akhirnya gue download, dan gue tonton.
And it's not that bad actually.


Title: One Night Surprise
Country/Language: China / Mandarin Chinese
Genre: Drama, Romance, Comedy
Length: 106 minutes
IMDb rating 5,5

Well, here's the review.
Ceritanya soal seorang ad executive gitu, namanya Michelle, yang umurnya udah 30an tapi masih belum punya pacar, apalagi nikah. Dia kerja di kantor advertising gitu, dan well pokoknya udah mapan lah intinya. Di kantor, dia itu punya bawahan gitu yang tergila-gila banget sama dia, bocah sih, namanya Tony. Tapi, sebenernya dia suka sama bos nya, yang lagi ngurus perceraian sama istrinya, dan playboy abis, namanya Bill. Ceritanya sih dimulai sama acara ulang tahun Michelle dimana dia bener-bener mabok gitu dan kemudian gak inget sama sekali akan apapun di party nya. Dan kemudian, 1 hari, dia alergi dan pas periksa ke dokter, dia hamil.
Well, things get worst, cause she doesnt know whom she slept with di hari ulang tahunnya gitu. Dia akhirnya nanya asistennya, dan ada 4 kandidat yang mungkin, yaitu anak baptisnya, bosnya, karyawannya, dan penggemar rahasianya.
Dia langsung nemuin Jeb, anak baptisnya, yang bahkan baru 18 tahun, dan bilang kalau dia hamil. Sempet salah paham dulu gitu sih, jadi kocak. Akhirnya nyokap Jeb, teman baiknya, langsung nelpon dia dan nyuruh dia biar nikah sama penggemarnya dari jaman dulu, si penjual sambal cocol lol. Gue gatau namanya apa sih, tapi gampangnya gitu. Doi penjual sambal kalengan dari ikan asli bla bla bla, tapi bagian ini kocak banget. Tapi ternyata semua info yang didapat itu, dikasi tau sama temennya sendiri.
Akhirnya asistennya bilang kalau ada Bill, bosnya, dan Tony, bawahannya itu, di pestanya juga. Dan Michelle langsung jadi punya harapan karna menurut dia mungkin itu anaknya Bill. Dan dia yakin itu anak Bill. Tapi pas Michelle bilang gitu ke Bill, he acts weird, dari yang tadinya suka sama Michelle dan mereka nge date, dan tiba-tiba bilang kalau mereka mesti mikirin lagi itu semua.
Dan kemudian datangnya Tony, yang super ganteng, yang akhirnya membuat gue bilang kalau ada cowok Cina yang ganteng. Well, kebetulan dia ternyata half, Cina-Malaysia. Bokapnya Malaysia, makanya namanya juga Aarif Rahman.
But anyway, back to the topic, Tony bilang kalau dia mau jagain Michelle, he will be there, and when it's over, he'll go. Banyak bagian menyentuh sih di scene nya Michelle-Tony, kayak cerita soal keluarganya Tony, pas mereka di rumah Tony, pas Tony bantuin nyariin baju bayi, ngecat kamar, dateng ke olahraga pasangan calon ayah dan ibu, pokoknya seru sih, kocak juga. Padahal Michelle udah bilang itu anak Bill, tapi si Tony nya sabaaaaaaar banget, dan dia ikhlas banget gitu.
Sampai akhirnya mereka berantem gitu, trus Tony mutusin untuk berhenti, trus Michelle nya stress sendiri, ditambah Bill gak ngasi kepastian. Dan Tony mesti ke Afrika segala untuk setahun, dan Michelle pindah ke Malaysia.
Endingnya silahkan ditonton sendiri lol. Tapi film ini cukup menghibur sih. Gue nonton ini sampai setengah trus laptop gue ngambek, trus terpaksa nonton besokannya buat ngelanjut. Ada subtitle english dan mandarinnya juga, jadi lumayan aman.
Selama ini sih gue mikir orang-orang yang baca post gue mungkin pengen download film yang gue review, so since this post, since I get back to write movie review, gue juga bakal ninggalin link-link yang bisa kalian pakai buat download. Kalau cara downloadnya masih ditanya, gue sih udah bingung juga buat jelasin lol.
You guys can download the movie here, here or use another link here. Happy watching :)


-xox
@ribkadel

Search This Blog

Total Pageviews