Europe

[Review-Film] La Cage Doree

4:46 AM

Jam setengah 5 pagi.
Kenapa sih gue tuh doyannya nonton film malah jam jam orang harusnya tidur. Dimana-mana sih, orang kalau ngantuk itu tidur ya, bukannya malah nonton film trus ga jadi jadi tidur. Hasilnya abis nulis review, tidur seharian sampe sore. Baru tidur di jam orang-orang udah bangun dan siap-siap mau berangkat kerja atau beraktifitas lainnya.
The perks of being pengangguran.
Well anyway, kali ini gue baru beres nonton film Perancis, yang ada taste of Portugal-nya gitu deh. You'll see later. And yes, I'll give the link to download.


Title: La Cage Doree / The Gilded Cage / Portugal mon Amour
Country/Language: France / French, Portuguese, English
Genre: Drama, Comedy
Length: 90 minutes
IMDb rating 7,4

Well, sebenarnya gue ga terlalu suka sih kalau cuma Comedy doang, dan gue juga gatau kenapa gue download film ini, selain ratingnya yang lumayan, dan well, masuk di jajaran folder Perancis di website langganan. Dan baru didownload kemaren banget, dan gak lama dianggurinnya. Well, walaupun kemudian ada 2 cowok super cakep di dalemnya, yang bikin gue betah nonton lol.
Anyway, back to the topic. Review. And here it is.
Ceritanya soal Maria dan Jose, pasangan suami istri yang aslinya berasal dari Portugal, tapi udah 30 tahun tinggal di Perancis dan menetap disana. Mereka cuma warga biasa, Maria kerja sebagai penjaga rumah orang kaya gitu, doorman istilahnya, di wilayah kecil tempat 3 keluarga tajir yang biasa dilayani dia, merangkap pembantu, sementara Jose kerja sebagai tukang bagunan, dikenal sebagai tukang batu, karna dia spesialisasinya sama bata gitu. Mereka punya 2 anak, Paula dan Pedro.
Suatu hari, mereka dapat surat yang ngabarin kalau saudara Jose satu-satunya, meninggal dunia. Dan Jose dapat warisan seluruh harta kekayaannya, which is banyak, mulai dari berhektar-hektar vineyard, rumah, usaha, dll. Tapi, semuanya ada di Portugal. Dan Jose mesti balik ke Portugal, atau semua harta itu akan dilelang dan disumbangkan untuk negara.
Dan disitulah masalahnya. They're struggling upon the fact that they have family already here in France. Kedua anak mereka nyuruh mereka buat ke Portugal, dan nikmatin hidup, tapi mereka udah terbiasa menjadi orang yang melayani orang lain, dan gabisa banget bilang enggak kalau misal ada yang minta bantuan. Tapi masalahnya, mereka ga tau kalau ternyata 1 kota kecil tempat mereka tinggal, udah tau kalau mereka ngewarisin banyak harta gitu - karena tetangga sekaligus udah dianggap saudara sama Maria, ngebaca surat tersebut dan ngegosip ke 1 orang, yang kemudian menyebar. Dan semuanya sepakat pengen pasangan suami istri itu tinggal. Banyak cara dilakukan, mulai dari bos Jose naikin gaji dia di kantor, ngasi pakaian mewah, Maria juga dikasi syal bagus, bahkan sampe tetangganya itu pura-pura bilang kalau suaminya masuk rumah sakit dan dia butuh Maria banget karena sedih berkepanjangan.
Sampai akhirnya, Maria dan Jose tau kalau ada beberapa yang bahkan berbohong, dan bahwa seluruh kota udah tau mereka mau pindah ke Portugal. And they snapped instantly. Kayak, mereka akhirnya sadar kalau mereka terlalu baik sampe akhirnya dibodohin orang, jadi badut yang disuruh-suruh mulu, dan well, mereka mulai gak mau bantuin orang yang minta bantuan, sampe bahkan ngerusak tanaman bunga salah satu bos Maria.
Di bagian sini sih gue jadi inget tweet nya Caitlin yang gue retweet juga beberapa hari yang lalu.
That's the problem with putting other first; you've taught them you come second
Quite interesting, but sad at the same time. Well, balik lagi ke film-nya, yang menurut gue ga ada komedi-komedinya malah, akhirnya mereka emang ke Portugal sih, dan Paula, anak mereka yang besar, akhirnya nikah sama anak bosnya Jose, yaitu Charles aka Lannic Gautry yang memerankannya. And deym, he's smoking hot lol.
Anyway, menurut gue film nya bagus sih. Wajar IMDb ngasi rating sampe 7, tapi gue bakal kasi 7,9. Selain ada 2 cowok ganteng buat nyegerin mata, film nya juga ngajarin sesuatu dan ada poin plus nya. Kalau lo kadang harus fight for yourself. Dan well, kalau menurut gue sih, not every people as good as they seem, so beside your own family, no one worth enough kayaknya. Unless your significant other sih kayaknya, like Charles and Paula.
Jadi sirik sama mereka berdua, heheh. Well, kalau lo mau tau se sweet apa si Charles itu dan well, mungkin bisa ikutan merenung karna film ini, lo bisa download disini, atau disini. Semoga ada manfaatnya :)

-xox
@ribkadel

Europe

[Review-Film] Yves Saint Laurent

3:06 AM

Well, dari dulu gue udah sering bikin review sih. Dan tontonan gue emang bukan film Hollywood atau sejenisnya. Biasanya gue review film Eropa, karna I find Hollywood movie more like following the trend, so it's kinda boring. So yeah.
When my blog being dead for almost a year - dikarenakan kebodohan gue sendiri yang lupa password, sok sibuk, ga punya laptop dan segudang alasan lainnya - gue sebenernya masih nulis di tumblr gue. Dan udah nulis beberapa review film juga, European movies of course, yang kemaren sempet gue tonton tapi gabisa review di blog tapi rasanya cukup worth it buat diulas. Dan here I am, back to the game. Jam 3 pagi, baru aja selesai nonton sebuah film Perancis berjudul Yves Saint Laurent.

Yves Saint Laurent (2014) Poster

Title: Yves Saint Laurent
Country/Language: France/French
Genre: Drama, Biography
Length: 106 minutes
IMDb Top 5000, rating 6,3

To be honest, gue nonton ini cuma karna Pierre Niney. I like him since I watched It Boy, film Perancis juga, yang review nya udah gue tulis disini. Dan dia ganteng banget sih kalo menurut gue lol. Dan gue udah donwload beberapa film cuma karna ada dia, walaupun beberapa diantaranya agak ya-gitu-deh-typical-European-movie plot dan cerita yang bisa dibilang, gak ada lol.
Anyway, let's review the movie.
Ceritanya soal Yves Saint Laurent, that fashion prodigy. Gue udah bilang kalau gue download ini cuma karna Pierre Niney, dan ini 1,6 Giga, dan gue bukan anak yang ngerti ngerti fashion banget. I don't even give a damn sih tbh, tapi yaudah lah ya lol. Dan ceritanya gak boring-boring amat sih, walaupun gue ga sampe yang duduk nonton fokus sampe ga kedip. Malah gue nonton ini sambil painting my nails with dark blue and bright pink lol.
Jadi, ceritanya memang bisa dibilang kayak perjalanan seorang Yves Saint Laurent, yang berasal dari kota kecil di Oran, yang suka banget ngegambar, dan kemudian ditunjuk jadi penanggung jawab House Of Dior di Perancis. Dia sebenernya lebih ke seni, ke menggambarnya, dan gak terlalu ngerti sama fashion. But, he's learning, he is doing his best, and in process.
There's no movie without drama, or a lil love story. Jadi disini YSL nya penyuka sesama jenis. At first dia itu kayak suka sama salah satu modelnya, Victoire, tapi trus pas dia dinner sama pelukis idolanya, dan ketemu sama temen si pelukis yang kinda harsh and a little rude kalau ngomong, tapi trus mereka akhirnya deket. Dan pas si cowok itu nyium dia, there he realized it.
Tapi, being a prodigy at 26 def not easy. Dia terguncang, bahkan sampe dirawat di psychiatrist gitu karna terguncang sama gimana media bisa gitu kasarnya dan being mean to him and his collection, tho he did nothing to him. Ya kayak typical baru famous trus kena judge sana sini gitu, dapet kritikan, trus ga sanggup nerima gitu deh. Udah gitu, karna dia pake dirawat, dia juga dipecat dari House Of Dior di Paris itu. Diceritain juga struggle pas dia mau buka house collection sendiri, gimana dia sulit cari inspirasi dan segala macem, stress sampe nyoba make, dan kemudian kena masalah, tertekan lagi dan segala macemnya. It shows how being famous is not easy, at all.
Jadi inget Justin lol.
Anyway, yang bikin ga bosen sih sebenernya liat pamerannya, kayak runway nya gitu. Dan karna ini biografi, jadi kayak emang ceritanya sih dari jaman 1960an gitu, dan dikasi liat fashion fashion yang in di jamannya. Lucu juga liat baju-bajunya itu, dan gimana sulitnya buat dapetin ide.
As a so-called-writer yang juga lagi mandek ide, I feel you Yves.
Anyway, gue juga nonton ini karna udah kangen belajar bahasa Perancis. Duolingo gue udah ditinggal berminggu minggu, and I started feeling guilty about it. Sedih sih masih aja sok sibuk padahal in the end of the day, there's nothing you've done that really important. Eeeerrr.
Well, buat yang suka fashion gitu, bisa jadi tontonan lah. Modelnya sih mirip mirip yang Anna Wintour itu, tapi kal yang film Anna itu kan lebih modern udah gitu ada edisi wawancara gitu, nah ini versi biografi yang diperankan oleh model, lol. Jadi lebih nunjukin ceritanya.

Gue bakal nulis beberapa review lagi pastinya, dan juga beberapa hal yang udah gue pikirkan bakal gue post. For now, kayaknya review dari gue segini aja. Personal opinion, gue bakal kasi skor 7 sih sama film ini, kebantu sama Pierre Niney sama collection nya. Kalau gak, mungkin 6 apa malah 5,5 only. Paling gak, ini gue tonton sampe abis, dan gak gue matiin tiba tiba di tengah.


-xox
@ribkadel

Europe

[Review-Film] Ce que le jour doit à la nuit

6:08 AM

Ya lo pasti udah bisa nebak dari judulnya ini film apa. Yak, benar sekali, film Indonesia --"

Sebenernya gue lagi semangat-semangatnya nulis. Ini jam 4 pagi dan gue baru kebangun tadi jam 2 subuh. Tapi gue pengen nulis yang gue tau, bukan nulis naskah novel yang masih perlu gue pikirin. Awalnya gue bingung mau nulis apa, tapi kemudian gue mendadak ke tumblr, dan inget sama si Fu'ad. Bukan, dia bukan temen gue --"

So, here comes the movie review.


Title: Ce que le jour doit à la nuit (What The Day Owe The Night)
Country: Algeria
Language: French (English Subtitle available)
Duration: +/- 160 minutes
IMDb rating: 6,3

Well, gue udah lama banget nonton film ini sebenernya, kemaren pas bener-bener kangen sama film Prancis, yang entah kenapa, belakangan ini jarang banget gue temuin. Yang seru maksudnya, soalnya film Prancis lagi weird and random gitu, susah ngertinya. Makanya gue beralih ke film Spanyol. Efek cowoknya lebih cakepan Spanyol sih --"

Well anyway, ceritanya ini soal Yones. Dia itu keturunan Arab, yang bokapnya miskin banget. Dulu mereka hidup cukup, bokapnya petani dengan tanah yang super luas. Tapi sawahnya itu dibakar sama orang, dan mereka akhirnya ga punya apa-apa lagi, ngungsi dari tanah itu, yang bokapnya juga tau, kebakaran itu sebenernya disengaja.
Bokapnya Muslim yang taat sebenernya. Dia terus nanya sama Tuhan, apa salahnya. Tapi kemudian, mereka masuk ke perkampungan kumuh karna ga punya apa-apa, dan bokapnya mulai terguncang. Bokapnya sebenernya punya sodara, abangnya, yang kerja jadi dokter sekaligus tukang obat, yang nikah sama perempuan Katolik. Bokapnya, yang Arab sejati, ga mau berhubungan lagi sama abangnya. Tapi akhirnya, karna paksaan keadaan, Yones dikasi ke abangnya sebagai anak.

Hidup sama om nya, Yones dibaptis, namanya diganti jadi Jonas, dan tinggal di Rio Salado. Mereka cukup banget hidupnya, lingkungannya nyaman, ke sekolah, baju bagus, dan semacamnya. Sampe Jonas ketemu geng temen-temennya. Awalnya dia dihina-hina dulu, karna dia Arab dan beda pokoknya. Sampe gede juga masih sereng disindir.
Dari temen-temennya itu, dia suka sama Emilie. Sebenernya, itu kayak cinta monyet sih, Emilie itu dulu murid piano tantenya, yang kemudian ga pernah muncul lagi.


 Setelah dewasa, Jonas dan temen-temennya, well, as usual, do things and boy stuff. Jean tunangan sama Isabel. Walaupun mereka punya prinsip.
"Until she is somebody's, she is anybody's"
Itu waktu Emilie tiba-tiba dateng lagi, di acara peresmian bar punya kakak Isabel. Dan well, well, ternyata Emilie adalah anak dari janda yang punya rumah paling besar, yang well, Jonas pernah tidur bareng sama dia, beberapa kali, pas dia nganterin obat itu ibu itu.

Then things got weird. Jonas bingung, nyokap Emilie juga bingung, sementara Emilie ga tau apa-apa. Tapi Jonas itu a man with his word. Nyokapnya minta dia jangan deketin Emilie, and he didn't. Padahal Emilie segitu cintanya sama dia, and he also loves her. Sampai akhirnya, Emilie malah nikah sama Simon, temen Jonas yang pengen jadi designer, dan nikah karn disuruh nyokap Emilie. Emilie yang udah pasrah, akhirnya nerima.

Tapi kemudian daerah mereka ada pergolakan orang Arab, dan semua Prancis diusir atau dianiaya. Semua orang Arab disana tau Jonas, apalagi dia bantuin beberapa orang Arab yang luka, karna dia ga ngelupain asalnya. Dan Emilie juga akan diusir dari sana sama anaknya, karna Simon meninggal dihajar, juga rumahnya dibakar.
Film nya sih ngambil tema jaman dulu, sekitar tahun 1950-an. Lucu liat baju-bajunya, trus bangunannya, keren aja sih ngeliatnya :)

Overall, ceritanya bagus sih. Seperti film Prancis lainnya, tetep aja agak berat gitu untuk dicerna. Ga pernah simple, apalagi kayak model FTV, jatuh cinta, lucu-lucu, the end. Tapi, it's a worth to watch. Maybe because half of the time gue fangirling sama Fu'ad Ait Aattou.

Nora Arnezeder aka Emilie

Fu'ad Ait Attou aka Jonas

Here I will quote something from the movie:
"Sacrificing our love is a crime" -Emilie to Jonas waktu dia nerima lamaran Simon karna Jonas do nothing the whole time for their love
"You are monster. The worst thing that ever happen to me" - Emilie
"Marry a woman, Younes. Love her more than necessary. As if it's the only thing you know how to do in life. And remember, when a woman give you her love, you feel like you able to touch the sky" -Mahi, before he dead
 jaaam-ju:

Si une femme t’aimait, Younes, si une femme t’aimait profondément, et si tu avais la présence d’esprit de mesurer l’étendue de ce privilège, aucune divinité ne t’arriverais à la cheville.
Yasmina KHADRA - Ce que le jour doit à la nuit
 Si une femme t’aimait, Younes, si une femme t’aimait profondément, et si tu avais la présence d’esprit de mesurer l’étendue de ce privilège, aucune divinité ne t’arriverais à la cheville.
Sumpah nonton film ini tuh greget. Lo gabisa sama orang yang lo sayang hanya karna lo udh janji sama nyokap cewek itu. And in the end wanita itu dateng dan dengan santainya bilang "If she chose you, I will accept it, Jonas" dengan tanpa dosa. Kalo gue jadi Jonas, gue kasi racun itu obatnya --"

"Celui qui passe a cote de la plus belle histoire de sa vien n'aura que l'age de ses regrets et tous le soupirs du monde ne sauraient bercer son ame...." -Yasmina Khadra
"The man who lets the love of his life pass him by will end up alone with his regrets, and all the sighs in the world won't soothe his soul" -Yasmina Khadra

Well, hope you got something to learn.


-xoxo
@ribkade

Search This Blog

Total Pageviews